Jerman kali ini – Ep.3 Rhein dan Keabadian Cinta

Berhulu dari Pegunungan Alpen di Swiss, lalu mengalir turun setelah melewati perbatasan negara Leichtenstein, Austria, kemudian mengular melalui kota-kota di Jerman (mulai dari Mainz, Bingen, Bonn, Cologne, Dusseldorf, Duisburg), lalu menembus masuk ke Perancis, dan akhirnya bermuara di tepi North Sea dekat Rotterdam, Belanda. Itulah perjalanan panjang dari aliran Sungai Rhein.

Melewati berbagai, membuatnya memiliki beberapa perbedaan dalam penulisan nama. Rhine (Perancis), Rhein (Jerman), Rijn (Belanda), dan Rhenus (nama lainnya). Sebutan yang paling populer adalah versi Perancisnya, Rhine. Nama sungai ini sebenarnya berasal dari kata ‘renos’ yang ’mengalir jauh’. Ya, sungai ini mengalir jauh membelah Eropa, yaitu sepanjang kira-kira 1.320 km.

Lalu apa menariknya Sungai itu selain panjang dan membelah beberapa negara?

**

Pagi ke-5 di Jerman, tetiba saya ingin belanja oleh-oleh dan sight-seeing melihat-lihat keindahan kota Köln (Cologne). Cukup dekat dari Bonn, hanya sekitar 1 jam perjalanan dengan kereta regional. Terlebih dahulu saya janjian dengan kenalan saya (Simon namanya) yang bekerja di kantor Maskapai Lufthansa di Koln untuk memandu saya berkeliling di sana. Sebenarnya agak ga enak, karena baru kenal 2 hari sudah mau minta tolong yang agak merepotkan. Tapi untungnya dia lagi libur dan bersedia. Baca lebih lanjut

Iklan

Jerman kali ini – Ep.2 Bonn Kotanya Beethoven

Terletak di Negara Bagian Nordrhein-Westfalen, Jerman, Kota ini ini pernah menjadi ibukota sementara Jerman Barat sejak tahun 1949 sampai 1990 dan menjadi pusat pemerintahan resmi Jerman setelah reunifikasi sejak tahun 1990 sampai 1999. Setelah itu pusat pemerintahan dipindah ke Berlin.

Kesan saya ketika pertama kali sampai di Bonn, “this is a very quite city“, kemudian saya baru tersadar, itu adalah hari minggu. Umumnya di Jerman memang hari minggu benar-benar day-off, banyak tempat perbelanjaan bahkan semacam minimarket pun ikut tutup pada hari minggu. Kebalikan di Indonesia ya.. Minggu justru pada rame di jalan.

Namun memang kota ini bukan tujuan untuk wisata belanja. Kota ini adalah kerjasama internasional, UN Campus (Kampus PBB) dan 18 institusi PBB ada di Kota ini, kantor pusat Deutsche Welle dan Deutsche Telekom juga ada di sini. Sehingga sudah menjadi biasa kota ini jadi tempat bebagai konferensi dan kegiatan internasional di Jerman. Baca lebih lanjut

Jerman kali ini – Ep.1 Intro

Pertengahan Juni 2013 kemarin, saya kembali berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Eropa. Tujuan utamanya memenuhi undangan menghadiri Global Media Forum yang diadakan oleh Deutsche Welle (DW), perusahaan media milik Jerman. Kebetulan 1 tahun terakhir saya baru mulai bergerak di industri media, dengan Majalah Inovasi, jadi ceritanya dateng sebagai start-up-business atau media independen gitu lah. Itu tujuan utamanya, tujuan lebih utamanya jalan-jalan pastinya. :p

Oia dibanding dengan perjalanan saya ke Eropa sebelumnya tahun 2011, pada perjalanan kali ini ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan pertama yang sangat saya sayangkan, kalau tahun 2011 lalu, di Eropa 2-3 bulan, kali ini hanya 2 minggu kurang. Perbedaan kedua, kalau yang lalu saya berombongan dari jakarta, yang kini single traveler. Perbedaan ketiga, kali ini saya sudah nikah, dan istri saya ga ikut.

Paling signifikan perbedaan yang terakhir T.T

Tapi gara-gara itu saya jadi punya akun skype sekarang -telat banget- 😀 Baca lebih lanjut

Singapore – Vietnam Dong – Pernikahan

Hari ke-3 di Singapura saya bertemu sama pasangan bulan madu dari Vietnam. Mereka baru menikah sebulan yang lalu katanya.

Setelah ngobrol-ngobrol kita tukeran email dan mereka ngasih uang 12.000 VND (VND = Vietnam Dong, mata uang vietnam). Kaget dikasih uang banyak. Kirain diacara TV “Ga Nyangka” versi singapura. haha.. Baca lebih lanjut

Islamic Art Museum – Malaysia

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Akhir november kemarin ceritanya saya sempat mengunjungi Islamic Art Museum di KL. Dan itu luar biasa banget. Miniatur-miniatur Masjid dan detil arsitekturnya. Baju-baju perang. Pakaian-pakaian kebesaran. Keagungan sejarahnya dan sebagainya.

Sangking kagumnya,sampai-sampai saya dan istri punya cita-cita ingin buat museum sejenis di Indonesia. Notabene Indonesia adalah muslim terbesar di dunia. Jadi toh wajar dan bisa dikatakan “kalau mau belajar Islam ya ke Indonesia”.

Dicicilah tahun depan punya gedungnya dulu lah. Isinya nanti patungan. Kira-kira 5 tahun ke depan jadi museumnya. Amiin..

Cuma ada selikas pikiran yang ga mengenakkan sih mengenai museum tersebut atau juga museum atau pameran Islam lain, seperti http://www.1001inventions.com/ contohnya. Yakni itu semua adalah karya dari masa lalu. Jadi kalau mau melihat suksesnya Islam itu di masa lalu. Masa sekarang gimana? dimana?

Mudah-mudahan kita umat muslim, terutama saya sendiri tidak terjebak dan hanya terkagum-kagum saja dengan kenangan masa lalu. Tapi juga berusaha mewujudkan kembali jayanya Islam di masa kini dengan karya.

10 #masjidterindah di Indonesia

Ceritanya waktu kuliah dulu saya cukup berkesempatan buat muter-muter indonesia. Baik urusan amanah atau cuma jalan-jalan aja..

Dan kalau ke daerah-daerah saya pasti menyempatkan diri untuk ngunjungin mesjid agung atau yang terkenal di daerah situ.

Nyempetin ngerasain shalat jamaah dimasjid2 tersebut. Pun sekedar shalat sunnah aja. Yang penting mampir.

Dan subhanallah, selain bagus dan unik arsitekturnya, nuansa spiritualnya terasa kental sekali. Ada kekhasan daerah masing2.

Jadi kini saya pengen ngulas #masjidterindah di indonesia..

inilah 10 #masjidterindah di indonesia, versi saya sendiri. 🙂

Eh,ternyata susah mengurutkan yang terindah,jadi saya urut dari barat ke timur aja biar lebih gampang. Inilah 10 #masjidterindah di indonesia

1. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh #masjidterindah

Masjid ini berada di pusat banda aceh. Megah dan Gagah. Sering kesorot tv pas tsunami aceh. karena tetap kokoh berdiri. #masjidterindah Baca lebih lanjut

Romantisme Venice

Venice adalah salah satu kota tujuan wisata terbesar setelah roma dan milan di Italia. Kota terapung dengan transportasi air dan kanal-kanal kecil diantara bangunan-bangunannya turut mempercantik kota ini, Sehingga sering kali menjadi set untuk film kelas dunia, antara lain Indiana Jones and the last crusade, The Tourist, Italia Job, Death in Venice, dan sebagainya. Selalu kesan yang diangkat dari film tersebut adalah tentang romantisme dan keindahan kota terapung tersebut.

Dan alhamdulillah, saya telah berkesempatan ke sana 1 tahun yang lalu, ya persis 1 tahun yang lalu antara 10-12 november 2011. Memang nyata venice itu memiliki keindahan yang langka. Tidak bisa didapatkan di tempat lain. Walau memang tidak seromantis yang digambarkan di film (ya ialah, namanya juga film :)), misalnya ternyata kanal-kanal antara bangunan tersenyata airnya tersumbat jadi menimbulkan bau yang tidak sedap. ga ada romantis-romantisnya kan..hehe… Baca lebih lanjut

Bumi itu luas Bung..

Baru saja cari-cari tiket murah ke istanbul dan ke moskow, sambil liat google maps nyari lokasinya di peta dunia. Saya ga langsung nge-search, tapi di scroll dikit demi sedikit dari Indonesia terus ke barat. Sudah tau posisinya,alih-alih berhenti scrolling malah jadi keasikan liat-liat negara-negara lain, ditelusuri keutaranya, keselatannya, sambil terus ditelusuri ke barat juga, sampe balik lagi ke Indonesia.

Dan ternyata bumi itu luas bung..

Ada negara-negara yang bahkan saya belum pernah dengar namanya, ada pulau kecil di samudra hindia yang ga tau ada orang yang tinggal disitu atau engga, ada sudut-sudut rusia dan norwegia yang ga tau saya disitu gimana keadaannya.

Mudah-mudahan kalau Allah ngasih rejeki, saya dikasih kesempatan untuk mengunjungi semua negara yang saya lalui digoogle maps tadi. Insyaallah…

menuju #5plus50before30 (5 benua dan 50 negara sebelum 30 tahun) Amiin..

Europe Train Trip in Sephia

Perjalanan dari Berlin ke Venice dan dari Venice ke Berlin.

5 People . 3 Countries . 6 Train Transit . 34 Hours . 2266 Kilometer

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sering kali orang bilang perjalanan panjang membuat kita berpikir tentang makna hidup. That is very true…

berjam-jam melintasi negeri orang entah kenapa gumaman nyanyian sumbang kami adalah tentang Indonesia. Iringan nada yang mengalir adalah lagu Tanah Airku dari Ibu Sud.

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

**

lihat Menapaki Europe #tourdeeurope disini