Jerman kali ini – Ep.1 Intro

Pertengahan Juni 2013 kemarin, saya kembali berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Eropa. Tujuan utamanya memenuhi undangan menghadiri Global Media Forum yang diadakan oleh Deutsche Welle (DW), perusahaan media milik Jerman. Kebetulan 1 tahun terakhir saya baru mulai bergerak di industri media, dengan Majalah Inovasi, jadi ceritanya dateng sebagai start-up-business atau media independen gitu lah. Itu tujuan utamanya, tujuan lebih utamanya jalan-jalan pastinya. :p

Oia dibanding dengan perjalanan saya ke Eropa sebelumnya tahun 2011, pada perjalanan kali ini ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan pertama yang sangat saya sayangkan, kalau tahun 2011 lalu, di Eropa 2-3 bulan, kali ini hanya 2 minggu kurang. Perbedaan kedua, kalau yang lalu saya berombongan dari jakarta, yang kini single traveler. Perbedaan ketiga, kali ini saya sudah nikah, dan istri saya ga ikut.

Paling signifikan perbedaan yang terakhir T.T

Tapi gara-gara itu saya jadi punya akun skype sekarang -telat banget-😀

**

Singler traveler ada postifit dan negatifnya. Negatifnya kita ga punya orang yang bisa dibergantungin (opo kui artine..!!), Apa-apa urus sendiri. Booking tiket, urus visa, pilih asuransi, mau pergi kemana, kapan waktunya. Positifnya kita jadi lebih bebas, Apa-apa kita tentuin sendiri. Booking tiket, urus visa, pilih asuransi, mau pergi kemana, kapan waktunya.

Lho sama toh. Intinya tergantung cara pandangnya.

Coba Qatar Airways

Awal-awal saya mau pakai Garuda, alasan nasionalisme (padahal ngincer poin miles GFF :)). Namun disayangkan dibandingkan dengan harga dari maskapai lain -ketika itu- masih ada yang lebih murah.

Dibanding KLM atau maskapai barat lainnya opsi-opsi saya pada Etihad Airways, Qatar Airways, atau Malaysia Airlines. Alasannya simple, karena makanan. Makanannya lebih terjamin kehalalannya sepertinya, walau ga tau juga sih hehe.. Dan diantara opsi-opsi itu, akhirnya saya memilih Qatar Airways.

Itinerary-nya sebagai berikut :

  • CGK (Jakarta, Indonesia) – DOH (Doha, Qatar) | by Qatar Airways | durasi 8.25 jam
  • DOH (Doha, Qatar) – FRA (Frankfurt, Germany) | by Qatar Airways | durasi 6.35 jam
  • FRA (Frankfurt, Germany) – Bonn (Germany) | by ICE Train, Tram | durasi 1 jam

Menariknya naik Qatar Airways adalah saat transit di Doha. Kalau naik Garuda atau Etihad transitnya di Dubai. Kalau Dubai itu seperti bandara-bandara lainnya, pesawat langsung nempel di hall bandaranya, sedang di Doha, pesawat tidak langsung nempel di hall bandaranya. Jadi mesti naik bis yang disediakan oleh pihak airportnya lagi. Nanti turun sesuai dengan tujuan kita masing-masing, bener-bener kayak naik angkutan umum gitu😀

Nah kebayang akan bingung kan mau turun bisnya dimana. Makanya biar ga bingung ada video penejelasan sebelum landing di pesawatnya. Kayak begini penjelasannya (source : youtube)

Pun demikian airportnya bagus-bagus dan terstandarisasi Mall😀

Doha International Airport (Doha, Qatar)

Touchdown Frankfurt

Tiba di Frankfurt International Airport pukul 07.00 tepat seperti yang tertera di tiket. Urus-urus imigrasi, pengecekan tiket, bagasi claim ga makan waktu lama, cuma sekitar 15 menit. Mungkin karena masih pagi jadi cukup cepat. Karena airportnya terintegrasi sama stasiun kereta tujuan saya, jadi saya santai-santai aja, ngopi-ngopi dulu, sok-sok baca koran di book corner sekitar situ. Padahal mah cuma nyari koneksi wifi, kasih kabar ke istri dan ortu. Wifi gratisan memang teman baik para traveler.🙂

Santai-santai sebenarnya saya nunggu Mr.Kristanto (Bosnya Business Innovation Center di Indonesia) yang kebetulan ikut acara Global Media Forum juga, cuma kami baru saling tau, jadi kita ga janjian barengan berangkatnya.

Setelah ketemu akhirnya, kita coba cari kereta bareng. Karena saya sudah reserved tiket kereta ICE tujuan dan waktu bebas dari Frankfurt jadi cukup enak dan ga perlu beli tiket lagi.

DSC05858

Frankfurt Terminal – ICE Train

Cuma ternyata masalahnya baru dimulai, kode booking kereta saya hilang, saya kasih itinerary dari travel agent yang saya pakai, ternyata ga bisa juga. Kebingungan dan sudah hampir beli tiket baru, cuma karena merasa rugi, jadi saya belum nyerah juga. Lari sana sini muter-muter airport yang sebegitu gedenya, saya jadi apal pelosok-pelosok nih airport. Ga nemu juga. Akhirnya saya kontak beberapa travel agent local yang ada di airport. Dan ujung-ujungnya ke counter Qatar Airways, ternyata bisa dilacak oleh mereka.

Karena saya booking keretanya terintegrasi dengan pemesanan Qatar Airways, jadi alhamdulillah bisa di cetak ulang. Booking terintegrasi ini memang bikin lebih aman, 1) bila pesawat kita delay saat kita tiba di tujuan, ketinggalan kereta/transportasi sejalanjutnya tidak jadi masalah ditanggung oleh pihak maskapai. 2) bila kejadian seperti saya ini, jadi bisa dilacak kode booking-nya. Karena kan maskapai penerbangan lebih rapi dalam penyimpanan data-data pelanggannya.

**

Ya alhamdulillah, setelah 17 jam perjalanan dari Jakarta dan 3 jam dari landing di Frankfurt, sekitar jam 10, akhirnya sy bisa naik ICE (ga perlu beli tiket lagi :p) dan menuju lokasi tempat Global Media Forum diselenggarakan, tempat 5 hari kedepan saya akan berada, Bonn, yang katanya kotanya Beethoven.

One thought on “Jerman kali ini – Ep.1 Intro

  1. Mas mau nanya email boleh ga??? saya mau nanya2 tentang kota Bonn, kebeneran saya couple dengan German, saya jadi excited ni setelah membaca wordpress nya Mas, saya mau nanya ttg ngurus Visa nya juga secara Jerman tu strict banget rules nya😦

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s