Terobosan Dahlan Iskan di Jawa Pos

Keberhasilan Dahlan Iskan dinilai banyak kalangan karena memiliki keberanian mengambil risiko yang terukur dan kerja keras, serta kepiawaian membaca peluang. Meskipun sudah mundur dri Jawa Pos, Dahlan Iskan meninggalkan catatan inovasi, problem solving, juga keteladan. Teladan tentang kesederhanaan, kerja keras, dan logika akal sehat sehingga melahirkan budaya bersikap, budaya berpikir, budaya bekerja pada segenap awak Grup Jawa Pos (GJP) sehingga grup usaha ini terbang sangat tinggi.

Waktu pertama kali mengambil alih kendali Jawa Pos 1982, oplahnya hanya 6.000 eksemplar per hari. Sementara koran terbesar di Surabaya waktu itu adalah koran sore Surabaya Post, oplahnya sudah 180.000 eksemplar per hari. Kompetitor koran paginya adalah Kompas, raksasa dari Jakarta.

“Surabaya Post terbit sore, Kompas harus dikirim dari Jakarta. Kalau Jawa Pos diisi berita nasional dari Jakarta, dan diedarkan pukul lima pagi, masa tidak bisa menang?” begitu keyakinan Eric Samola, direktur Tempo yang menunjuk Dahlan.

Berikut beberapa terobosan Dahlan membangun Jawa Pos dari koran beroplah sebecak menjadi jaringan berita terbesar di Indonesia. Sebuah kisah sukses bagaimana dalam 20 tahun sebuah koran kecil bisa mendominasi industri media di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Pendekar Bodoh

Hari Jumat (15/2) lalu saya ketemu pak David Marsudi, presiden direktur jaringan restoran D’Cost. Orang satu ini luar biasa nyentrik-nya. Dia misalnya, menyebut dirinya sebagai “pendekar bodoh” (nama perseroan D’Cost adalah PT. Pendekar Bodoh). Kenapa? Karena, menurut dia, menjadi pengusaha itu harus terus-terusan merasa bodoh. “Karena merasa bodoh, maka kemudian kita harus terus belajar. Kalau kita sudah pintar, kita berhenti belajar,” ujarnya.

dcost

Pada saat mau ketemu pak David, kebetulan saya melewati meja resepsionis dengan latar belakang logo D’Cost Academy, training center jaringan resto bersemboyan: “Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima” ini. Yang mengusik saya adalah tagline D’Cost Academy yang bunyinya menggelitik, “Stupid Guys Keep Learning”; orang bodoh selalu belajar. Intinya, tagline itu ingin mengatakan, semua karyawan D’Cost adalah orang bodoh, dan karena itu akan selalu belajar. “Kami adalah orang-orang bodoh berjiwa pendekar,” tukasnya. Baca lebih lanjut

Beda “Perusahaan” Kaya dengan “Orang” Kaya

Beda “Perusahaan” Kaya dengan “Orang” Kaya*

Kata “Kaya” semakin banyak digunakan para motivator. Demikian juga buku-buku motivasi. Sayang sekali bila mereka menyamakan sukses dengan kaya, dan kaya adalah tujuan dalam melakukan apa saja, ya berwirausaha, ya berpolitik. Bahkan berbagi pun ditujukan agar mendapat imbalan, “kembalian yang lebih besar dari Allah”. Mari kita buka fakta-fakta berikut ini.

Kaya Raya, Banyak Harta
Ustad Jaya Komara,  tewas di sel tahanannya setelah ditangkap  2 bulan lalu di sebuah hotel melati di Purwakarta. Ustad Jaya adalah wirausaha sukses yang kaya raya.  Kekayaannya diduga polisi sebesar Rp. 6 trilyun, berasal dari 125.000 orang nasabah Koperasi Langit Biru. Caranya “sangat cerdas”, yaitu menawarkan cara cepat kaya dengan metode money game.  Menurut polisi, Ia memiliki banyak tanah dan sawah dan saat ditangkap sedang bersama istri mudanya.

Kedua, Inong Melinda Dee juga dikenal sebagai perempuan kaya saat bekerja di Citi Bank – Jakarta. Walaupun posisinya hanya Relationship Manager, ia bisa memiliki suami siri berusia baya dan membelikan mobil-mobil mewah (Ferrari Scuderia, Ferrari California dan Hummer) untuk suami barunya itu. Di luar, suami baru itu mengaku sukses  berwirausaha. Saya sempat heran  saat mendengar seorang “motivator” menyebutkan itulah bukti kerja cerdas.  Belakangan kita semua mengetahui, kekayaan itu hanya dapat diperoleh melalui jurus  membobol rekening nasabah Citibank. Malinda divonis 8 tahun penjara. Baca lebih lanjut

Presentasi Steve Jobs (Launching Macintosh 1984)

Saya rasa hampir semua orang menjawab nama yang sama ketika ditanya ” Siapa presentator terbaik hingga saat ini?

Steve jobs

Dia punya persiapan yang matang dalam setiap presentasinya dan teknologi to amaze people yang melihat presentasinya. Solid.

Cuma saya kali ini tidak akan membahas teknik-teknik presentasi steve job atau tips and trick-nya.

Saya cuma wondering, steve jobs yang kita kenal (generasi saya kenal),selalu bisa presentasi dengan luar biasa mempromosikan Mac, Ipod, Iphone, Ipad, dan produk-produk apple lainnya. Cuma bagaimana Steve Jobs jaman dulu ketika mempresentasikan produknya, Macintosh versi pertama misalnya? Baca lebih lanjut

Kultwit #ryanair ed.1

Mengisi waktu luang jadi kultwit tentang business model (model bisnis)nya ryan air.

Cekitdot (baca dari bawah ke atas)

Untuk diskusi lebih lanjut follow twitter @panjiprabowo

@panjiprabowo
Break dulu ttg #ryanair . Udh wktunya jemput istri abis pengajian. Hehehe..

@panjiprabowo
Dan dg iklan2 kontroversinya ini si #ryanair jd dpt banyak ekspos dan masuk berita. Jd cem promosi gratis gitu

‏@panjiprabowo
Pernah jg bikin iklan seolah2 co-branding sm DKNY pdhl sbnrnya engga #ryanair http://yfrog.com/ob6obboj

@panjiprabowo
Dan promosinya #ryanair ini bener2 menarik. Pernah bikin iklan dg model yg mirip paus n bunda theresa.

‏@panjiprabowo
Minimal service itu no meal, no reservation, free seating, n no vip lounge #ryanair Baca lebih lanjut

setelah 3 tahun mencoba mandiri..

Habis bersihin laptop, niatnya mau ngapus2in data lama yang udah ga akan kepake, Eh..nemu file “catatan keuangan.xls”. Yang sesuai namanya, isinya adalah cashflow keuangan saya pada awal2 tahun 2008.Dan jadi baru keingetan, kalau bulan januari 2008,sekitar 3 tahun yang lalu, saya mulai cari duit sendiri. Sebab muasababnya lucu sebenernya,karena waktu itu lagi ada konflik sama ortu, jadi ga gengsi mau minta uang sama mereka (harga diri boi!! haha parah..). Dan akhirnya semenjak saat itu, ga pernah minta uang lagi. 😀
Jadi, pada postingan kali ini saya mau cerita tentang bisnis yang saya pernah dan sedang lakukan semenjak saya itu..cekidot…

waktu 2008 itu pertama-tama, bisnis restoran di jakarta, restoran ramen gitu, buka di daerah tebet, deket distro2 gitu. yang emang saya dan temen2 menyasar ke anak-anak gahul jakarta, yang tukang belanja di distro sekitar situ. dan alhamdulillah lancar, pemasukan gede waktu itu, sampe baru bulan ke-2 saya udah beli leptop aja.sok banyak duit.hahaha…
tapi sayang sekitar bulan desember ditahun yang sama, saya dan teman2 pemilik dan pengurus restoran itu, sedikit clash pendapat, dan akhirnya saya narik diri dan modal juga dari bisnis itu..sedih juga sih..tapi apa boleh buat..
tapi kebetulan juga, diakhir tahun 2008 itu saya kepilih jadi Kepala Gamais ITB.jadi emang perlu dituntut fokus. Tuhan emang selalu ngasih jalan.. dan untungnya uang dari bisnis pertama itu juga masih cukuplah, buat hidup 3-5 bulan.
Baca lebih lanjut