Hikmah Sakit

2 hari terakhir “dipaksa” mengistirahatkan badan. Ya emang sayanya aja yang dzalim sama tubuh atau kurang sedekah mungkin, jadi di kasih sakit. Tapi semoga saja bisa jadi pelebur dosa-dosa. Aamiin..

Udah cukup lama ga sakit yang mesti bedrest gini, semenjak nikah belum pernah kayaknya. Jadi bener-bener ngerasa lowong waktu. Jadilah 2 hari kemarin menghabiskan 2 buku, buku ringan sih bukunya om pidi baiq yang bersedia menghibur saya.

Tapi ternyata masih lowong juga. Kebetulan rabu lalu baru ngopi2 film, dan ada dorama juga. Udah lama juga ga nonton dorama, terakhir ya pas sibuk-sibuk berTA pas jaman kuliah 2 tahun yang lalu.
Jadilah 15 episode habis dalam 2 hari kemarin dan 5 episode lagi rencananya hari ini. Dan tentunya selama itu sang istri setia mendampingi disamping saya 🙂

Jadi berpikir, mungkin saja saya dikasih sakit ini untuk bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama istri. Berdua saja, tanpa ngurusin kerjaan, tanpa mikirin apa-apa. Santai bareng-bareng, baca buku, nonton film, bercanda-canda, ngobrolin mimpi2 yg belum kita gapai, di rumah saja ga perlu liburan jauh-jauh.

Jadi inget lagunya gita gutawa “Tak perlulah aku keliling dunia..karna kamu ada di sini..”
Walau tetap pastinya akan lebih seru keliling dunia dengan kamu di sisiku.. Hehehe..

Erotomania

Baru saja saya selesai nonton film perancis berjudul  “A La Folie..Pas Du Tout“, durasi 90 menit. Film itu bercerita tentang seorang wanita yang jatuh cinta dan terobsesi pada seorang pria, dan menyangka pria tersebut juga mencintai wanita tersebut. Padahal pria tersebut bahkan tidak mengenalnya. Si wanita tersebut bahkan sampai meneror dan hampir membunuhnya pria tersebut. In the end of the movie dijelaskan ternyata wanita tersebut sakit jiwa, penyakit yang umum dikenal dengan EROTOMANIA.

Saya tertarik dengan hal tersebut, Jadinya saya googling dan mencari beragam informasi tentang psychological disorder, erotomania ini.

***

Erotomania adalah jenis khayalan di mana orang yang bersangkutan percaya bahwa orang lain jatuh cinta dengannya. Pertama kali ditelaah oleh psikiater asal perancis yang bernama Gaetan Gatian Clerambault, yang menyusun sebuah makalah yang membahas tentang gangguan kepribadian macam ini pada tahun 1921. walau referensi awal yang sejenis dengan gangguan ini telah ada dalam tulisan Hipokrates, Erasistratus, Plutark, dan Galen. Dalam dunia psikiatri sendiri referensi sejenis ini telah ada pertama kali dalam tahun 1623 dalam sebuah risalah berjudul Maladie d’amour ou melancolie erotique yang ditulis oleh Jacques Ferrand, dan juga disebut sebagai “old maid’s psychosis”, “erotic mania” dan “erotic self-referent delusions” sampai kemasa sekarang dimana disebut sebagai bentuk dari Erotomania atau de Clerambault’s Syndrome.

Inti utama dari bentuk sindrom ini adalah si penderita memiliki suatu khayalan atau delusi keyakinan bahwa ada orang lain, yang biasanya memiliki status sosial yang lebih tinggi, secara sembunyi-sembunyi memendam perasaan cinta kepadanya. Para penderita selalu yakin bahwa subjek dari delusi mereka secara rahasia menyatakan cinta mereka dengan isyarat halus seperti bahasa tubuh, pengaturan perabot rumah, atau dengan cara lain yang kemungkinan tidaklah mungkin (jika yang menjadi sasaran adalah seorang public figure maka akan diartikan secara salah oleh penderita, terhadap sesuatu yang tertulis dalam media massa tentang orang tersebut). Sering kali orang yang menjadi objek dalam delusi, hanya memiliki sedikit sekali hubungan atau bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan sang penderita. Walau demikian sang penderita tetap percaya bahwa sang objek-lah yang memulai semua hubungan khayal itu. Delusi Erotomania sering ditemukan dalam sebuah gejala awal dari sebuah gangguan delusional atau dalam konteks Skizofrenia.

Terkadang subjek yang berada dalam delusi tidaklah pernah ada dalam dunia nyata, nemun yang lebih sering terjadi, subjek adalah publik figur seperti penyanyi terkenal, aktor, aktris, politikus, selebritis dll. Erotomania juga disebut-sebut sebagai suatu penyebab perilaku Stalking yaitu suatu bentuk perilaku memperhatikan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang diperhatikan, lalu perlahan melakukan suatu upaya pendekatan yang bersifat mengganggu, biasanya dengan obsesi bahwa korban adalah orang yang perlu ditolong atau bahkan dimusnahkan. Selain itu Erotomania juga disebut sebagai penyebab dari bentuk suatu tindakan yang mengganggu orang lain.

Percobaan pembunuhan terhadap Mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan oleh John Hinckley, Jr. dilaporkan telah diakibatkan oleh erotomania yang diderita Hinckley, yang merasa bahwa artis Jodie Foster akan membeberkan kepada publik bahwa ia cinta kepadanya setelah ia membunuh sang presiden. Hinckley sendiri terbebas dari jeratan hukum karena didiagnosa memiliki gangguan jiwa (skizofrenia).

Erotomaniac cenderung yang dimulai dengan hal-hal yang sederhana, seperti ungkapan kasih sayang yang halus kepada sasarannya kemudian sampai hal-hal di luar kendali dan dapat menyebabkan ekspresi kemarahan , frustasi dan kekerasan ketika ditinggal pergi atau diabaikan dan korban terus menegaskan kurangnya minat. Anehnya seorang penderita erotomania tidak bisa sama sekali untuk melihat korban (orang yang dirasa menyukainya) tidak menyukainya.

Penyembuhannya dapat dilakukan dengan cara, menegaskan bahwa orang yang dianggap menyukainya tidak tertarik untuk melanjutkan hubungan dengan yang menderita, lalu dilakukan terapi, alam konteks skizofrenia dan dapat diobati dengan antipsikotik atipikal.

***

Diakhir film tersebut ada kalimat menarik yang diungkapkan penderita Erotomania

Bien que mon a mour soit fou,ma raison calme les trop vives douleurs

de mon coeur en lui disant de patienter, et d’esperer toujours..

Walau cintaku gila, akal sehatku menenangkan rasa sakit dalam hatiku

Dia memberitahuku untuk bersabar dan terus berharap..