Inferno (Neraka) dari Dan Brown

inferno_dan_brown_panji_reviewBeli kemarin sore dan khatam sore ini, Dan Brown dengan Inferno-nya kali ini mengambil sebagian besar waktu libur hari raya saya.

Genre mystery thriller yang ditawarkan oleh Dan Brown dalam novelnya kali ini disajikan dengan apik. Deskripsi detil mengenai ikonik, sastra dan sejarah seni dalam menguak teka-tekinya lumayan menantang otak.

Dan seperti novel-novel Dan Brown sebelumnya, novel ini juga syarat dengan konspirasi. Kali ini mengenai wabah senjata biokimia yang dapat mengatasi masalah tersebesar di dunia ini (katanya) yakni over populasi. Organisasi yang menjalankan operasi-operasi rahasia yang ada di dunia ini dan juga WHO ikut menyemarakan narasi novel ini.

Plot awalnya Robert Langdon tetiba terbangun di sebuah rumah sakit dan syok berada di Itali, padahal ingatan terakhirnya dia berada di Amerika. Kebingungan, dan selanjutnya terjadi kekacauan di RS tersebut, dokter yang merawatnya di bunuh, dan Ia pun melarikan diri, tanpa tahu kenapa harus ada pembunuh yang mengejarnya. Twistnya dan reveal di bagian akhir novel juga cukup mengagetkan.

Walo endingnya saya kurang begitu suka, dan kontroversi serta nilai yang coba ditanamkan (seperti novel-novel sebelumnya) juga saya tidak begitu suka. Tapi tetap penilaian pribadi, RECOMMENDED lah ini novel.

Oia penggambaran keindahan arsitektur dan tautan sejarah dari setting novel ini yang ada di Florence, Venice dan Istanbul bikin “ngiler” bikin pengen jalan-jalan ke tempat-tempat itu. Baru 1 dari 3, Semoga bisa ke sana.

Inspirasi Habibie-Ainun : Perjuangan Cinta

Terlepas Film Habibie-Ainun tidak sebagus novelnya atau pun jadi ahistoris karena banyaknya iklan yang tidak sesuai jamannya, yang jelas film ini punya value tersendiri.

Salah satu yang berkesan di saya adalah scene dimana Pak Habibie pertama kali dia nge-date dan akhirnya propose ke Bu Ainun. Yaitu dilakukan di Becak.

HABIBIE - AINUN

Habibie:
“Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal, entah Ainun bisa terus menjadi dokter atau tidak, entah kita bisa hidup mudah atau tidak di sana (Jerman), tapi yang jelas saya akan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun.”
Ainun:
“Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi istri yang baik. Tapi aku berjanji akan selalu mendampingi kamu.”

Baca lebih lanjut