Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

Dimana Sang Saka?
Malah warna warni yang berkibar.
Kemana persatuan?
Malah perbedaan yang diangkat.

Saling serang, saling tikam.
Padahal katanya kita semua bersaudara.
Beri janji, tanpa bukti.
Padahal katanya kerja nyata.

Ada yang sudah deadline,
Jadi bilangnya kalau bukan sekarang kapan again.
Ada yang merasa bersih,
Tapi sebenarnya hanya sok suci.

Ada yang punya tivi sinetron,
Malah pindah karena ga diajak jadi calon.
Ada juga yang merasa hebat dapat mandat,
Awas Bung.. Hati-hati kualat..

Ingat selalu kawan..
Janji melahirkan harapan.

Meski kami rakyat sudah biasa kecewa,
Meski dikhianati sakit memang,
Tapi aku rapopo..
Kami tidak mau berhenti berharap..
Kami besok tetap mau memilihmu..

Namun ingatlah kawan..
Bukan untuk kemenangan partaimu.
Bukan untuk kemenangan capresmu.
Tapi untuk kemenangan rakyat.
Kemenangan Indonesia.

***
Dini hari tadi, 8 April 2014

#satir #antigolput

Bedakan!

Bedakan benci politik dan benci orang-orang bodoh yang sekarang berpolitik.

Kalau benci orang2 bodoh yang sekarang sedang berpolitik, anda punya kesempatan untuk menggantinya 9 April nanti (tepat sebulan lagi). Ganti mereka agar lembaga negara diisi dengan orang2 yang lebih pintar dan bersih.

Kalau benci politik berarti anda yang bodoh.

buta politik

sumber : dari status fb sy sendiri

Gelombang Ke-3 Indonesia

Analisis pak anis matta tentang sejarah, politik, dan gelombang ketiga Indonesia yang disampaikan pada Kongres Kebangsaan Forum Pemred kemarin ini sangat menarik bagi saya.

Ia membagi fase sejarah Indonesia jadi 3 gelombang. Gelombang pertama disebut gelombang “Menjadi Indonesia”, ditandai dengan berdirinya negara Indonesia. Lalu Gelombang kedua disebut gelombang “Menjadi Negara Bangsa Modern” ditandai dengan penguatan lembaga negara dan ekonomi.

Lalu Gelombang ketiga yakni babak baru yang akan kita hadapi sebagai bangsa. Dimana negara memiliki otoritas semakin sedikit, namun tanggung jawab semakin besar. Sehingga untuk dapat bekerja dengan baik harus memiliki ide dan kultur manajemen yang baik.

Lalu babak ketiga ini dicirikan dengan 5 hal, pertama Populasi dipenuhi oleh orang muda, kedua Pendidikan yang baik, ketiga Kelas menengah yang besar, keempat Well connected dan kelima Native Demokrasi (Warga negara asli demokrasi, yang lahir dan besar dalam sistem demokrasi). Baca lebih lanjut