Press Release Aksi “1 Tahun SBY-Boediono” KM ITB

Salam Ganesha!

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

Satu tahun sudah pemerintahan SBY-Boediono berlangsung. Janji-janji kampanye yang dulu disodorkan ke mata rakyat sudah sepatutnya dipenuhi oleh pemerintah dengan memberikan eskalasi perubahan yang jelas dan terukur. Terlepas dari guncangan-guncangan pojlitik dan konflik kepentingan akibat dari terfasilitasinya keberadaan parpol-parpol dalam tubuh pemerintahan KIB jilid II, konsistensi terhadap pembangunan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia harus tetap dijaga. Sayangnya, dalam satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, pemerintah kerap melukai rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang terus menghimpit kehidupan rakyat yang semakin sulit. Baca lebih lanjut

Membangun Budaya Good Governance Keluarga Mahasiswa ITB

Dutilis sebagai prasyarat fit and proper test menjadi SekJend Kabinet KM ITB

Pendahuluan

Istilah governance sebenarnya sudah dikenal dalam literatur administrasi dan ilmu politik hampir 120 tahun, sejak Woodrow Wilson[1] memperkenalkan bidang studi tersebut kira-kira 125 tahun yang lalu. Tetapi selama itu governance hanya digunakan dalam literatur politik dengan pengetian yang sempit. Wacana tentang governance -yang sering diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sebagai tata-pemerintahan, penyelenggaraan pemerintahan atau pengelolaan pemerintahan- itu sendiri baru muncul di Indonesia sekitar 15 tahun belakangan, terutama setelah berbagai lembaga pembiayaan internasional menetapkan good governance sebagai persyaratan utama untuk setiap program bantuan mereka.

Para teoritisi dan praktisi administrasi negara Indonesia memiliki berbagai definisi terhadap istilah good governance, misalnya, penyelenggaraan pemerintahan yang amanah (Bintoro Tjokroamidjojo), tata pemerintahan yang baik (UNDP), pengelolaan pemerintahan yang baik dan bertanggunjawab (LAN), dan ada juga yang mengartikan secara sempit sebagai pemerintahan yang bersih (clean government). Baca lebih lanjut