Terobosan Dahlan Iskan di Jawa Pos

Keberhasilan Dahlan Iskan dinilai banyak kalangan karena memiliki keberanian mengambil risiko yang terukur dan kerja keras, serta kepiawaian membaca peluang. Meskipun sudah mundur dri Jawa Pos, Dahlan Iskan meninggalkan catatan inovasi, problem solving, juga keteladan. Teladan tentang kesederhanaan, kerja keras, dan logika akal sehat sehingga melahirkan budaya bersikap, budaya berpikir, budaya bekerja pada segenap awak Grup Jawa Pos (GJP) sehingga grup usaha ini terbang sangat tinggi.

Waktu pertama kali mengambil alih kendali Jawa Pos 1982, oplahnya hanya 6.000 eksemplar per hari. Sementara koran terbesar di Surabaya waktu itu adalah koran sore Surabaya Post, oplahnya sudah 180.000 eksemplar per hari. Kompetitor koran paginya adalah Kompas, raksasa dari Jakarta.

“Surabaya Post terbit sore, Kompas harus dikirim dari Jakarta. Kalau Jawa Pos diisi berita nasional dari Jakarta, dan diedarkan pukul lima pagi, masa tidak bisa menang?” begitu keyakinan Eric Samola, direktur Tempo yang menunjuk Dahlan.

Berikut beberapa terobosan Dahlan membangun Jawa Pos dari koran beroplah sebecak menjadi jaringan berita terbesar di Indonesia. Sebuah kisah sukses bagaimana dalam 20 tahun sebuah koran kecil bisa mendominasi industri media di Indonesia.

Baca lebih lanjut