6 Tips Kelola Uang dari Orang Terkaya Ketiga di Dunia

Siapa yang tidak kenal dengan Warren Buffet, pengusaha dan investor dari Amerika Serikat (AS) yang sangat sukses. Saat ini ia tercatat sebagai orang paling tajir nomor 3 di dunia versi majalah Forbes.Warren merupakan CEO Berkshire Hathaway, perusahaan induk yang memiliki banyak anak usaha dan portofolio saham di banyak perusahaan kelas dunia, seperti Dairy Queen, Heinz, Coca-Cola, dan IBM.Dikenal karena filosofi investasinya yang sangat kuat dan sifatnya yang sangat hemat, Warren Buffet mengajarkan kita banyak hal seputar pengelolaan keuangan.

Berikut ini adalah 6 tips yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda seperti dikutip dari MyWealth milik Citigroup, Selasa (13/8). Baca lebih lanjut

Bisnis : Martabak Sabar Menanti

Saya sama istri suka jajan martabak. Salah satu langganan kami itu “Martabak Sabar Menanti” di daerah ujung berung bandung. Persis disebrang pom bensin ujung berung, samping bank mandiri. Recommended.

Mengenai kulinernya pernah saya bahas di twitter dulu. Kali ini sy mau bahas dari sisi bisnisnya.

Nah ceritanya tadi sambil nunggu (kaitkan dg namanya “sabar menanti”), sy ngobrol2 sama si mamangnya. Dan luar biasa. Rata-rata sehari dia bisa jual 70 kotak. Minimal 60 kotak. Harga martabak disitu bervariasi antara 15-28ribu.

Saya coba hitung ambil yg plg murah aja
Omset harian : 15ribu x 70kotak = 1,05juta
Omset bulanan (30hari) : 1,05juta x 30hr = 31,5juta

Si mamang ga itung gaji karyawan krn yg ngerjain dia sendiri, kadang2 dibantu istrinya atau anaknya yang masih SD. Jadi pengeluaran cuma untuk alat+bahan+jatahpreman aja, hitung besar aja anggap 75%.

Jadi sebulan si mamang bisa dapet ±8juta. Itu baru itungan minimalis banget (ambil yg paling murah n operasional digedein). Itungan realnya bisa lebih gede lagi kayaknya. Dan waktu kerjanya cuma 5 jam sehari (17-22).

Yang masih dibawah itu. Ancang2 pindah profesi jadi tkg martabak ajah deh. Padahal sendirinya juga.. Hehe..

Media Oh Media

Sebagai orang yang bergerak di bidang media, perlu ada satu hal yang saya beri tahu, bahwa media itu seni sekaligus bisnis.

Kita perlu trafik, jadi iklan mau bayar mahal. Ini bisnis. Kalau ada konten yang menarik trafik pasti bakal diulas habis, digoreng sana sini. Tambahin bumbu-bumbu biar lebih dramatis. Ini seni.

Apalagi kalau konsepnya advertorial, bahasa gampangnya titip berita.

Makanya sebenarnya yang fair itu ya sosial media atau citizen journalist. Karena si sosial (siapapun) yang sharing konten, dan tanpa mencari profit.

Walopun kayaknya sekarang juga udah mulai banyak yang main rekayasa di media sosial. Haha..

Dialog Hari Buruh Hari Pendidikan

Setelah hari buruh, hari pendidikan. Ada apa ini? Mungkin cita-citanya agar buruh itu menjadi terdidik. atau yang terdidik itu menjadi buruh.

Mengenai yang kedua, ada diskusi menarik tadi siang. Seorang kawan bicara menyalahkan para sarjana-sarjana terdidik yang menjadi “buruh” perusahaan asing. Dia bilang percuma saja, ga nasionalis, mentalnya pragmatis.

Lalu saya tanya seharusnya bagaimana? Dia bilang lebih baik merintis usaha. Bisnis katanya. Buka lapangan kerja katanya.

Saya tanya, lalu apa gunanya kuliah kalau ilmunya ga dipakai? Dia bilang itu membentuk pola pikir saja. Baca lebih lanjut

Pendekar Bodoh

Hari Jumat (15/2) lalu saya ketemu pak David Marsudi, presiden direktur jaringan restoran D’Cost. Orang satu ini luar biasa nyentrik-nya. Dia misalnya, menyebut dirinya sebagai “pendekar bodoh” (nama perseroan D’Cost adalah PT. Pendekar Bodoh). Kenapa? Karena, menurut dia, menjadi pengusaha itu harus terus-terusan merasa bodoh. “Karena merasa bodoh, maka kemudian kita harus terus belajar. Kalau kita sudah pintar, kita berhenti belajar,” ujarnya.

dcost

Pada saat mau ketemu pak David, kebetulan saya melewati meja resepsionis dengan latar belakang logo D’Cost Academy, training center jaringan resto bersemboyan: “Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima” ini. Yang mengusik saya adalah tagline D’Cost Academy yang bunyinya menggelitik, “Stupid Guys Keep Learning”; orang bodoh selalu belajar. Intinya, tagline itu ingin mengatakan, semua karyawan D’Cost adalah orang bodoh, dan karena itu akan selalu belajar. “Kami adalah orang-orang bodoh berjiwa pendekar,” tukasnya. Baca lebih lanjut

#5Milyar

resolusi

“Omset meningkat 10 kali lipat!!” adalah salah satu dari resolusi saya di tahun 2013. Karena itulah untuk pertama kalinya setelah sekian lama belajar berbisnis, saya bertemu dengan konsultan bisnis dan keuangan untuk membongkar dan memperbaiki manajemen bisnis saya.

Tidak main-main, konsultan yang saya temui ini dari Belanda, namanya Mr. Rob. Bukan karena saya royal banget sanggup bayar konsultan dari Belanda ini, tapi justru karena gratisan. hehe.. Dulu pernah kenalan di sebuah event, jadi manfaatin jaringan pertemanan deh. 🙂 Baca lebih lanjut

Sekilas Intermediator Teknologi koridor Jawa Barat


Kegiatan intermediasi teknologi mempunyai tujuan utama agar hasil penelitian dan pengembangan yang pada umumnya berupa teknologi dari pihak akademisi (Lembaga Penelitian Kementerian / Universitas / Peneliti) dapat diaplikasikan oleh pihak pengguna teknologi (bisnis / investor) secara komersial. Hal tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing sekaligus menguatkan perekonomian bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kegiatan intermediasi teknologi dilakukan oleh paraintermediator teknologi. Tugas utamaintermediator teknologi adalah membangun komunikasi agar tercipta kolaborasi antara penghasil teknologi (Inventor / Inovator) dan pengguna teknologi dalam komersialisasi hasil litbang/teknologi. Untuk membangun komunikasi antara kedua pihak tersebut. paraintermediator dituntut untuk mampu memahami kedua belah pihak secara jelas dan detil. Pemahaman tersebut merupakan dasar yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan metodologi yang layak dipilih untuk menjamin kesuksesan sebuah proyek / kegiatan intermediasi.

**

Dibawah ini adalah sekilas profil intermediator teknologi koridor jawa barat.


Sekilas Intermediator Teknologi Koridor Jawa Barat

View more PowerPoint from Panji Prabowo

 

#investasi

1. Mumpung lg rame2 ttg investasi bodong n koperasi2an. Yuk kita ngetwit ttg #investasi.

2. Trutama buat para calon investor yg baru mw mulai inves silakan diikuti #investasi

3. Buat yg malem mingguan nge geje silakan jg disimak haha #investasi

4. Sblmny sy prnh ngetwit ttg #rejeki cek di mari http://bit.ly/K8DPlD . Kaitannya apa sm #investasi ?\

5. Poin yg sy blg di situ, #rejeki itu adl yg termanfaatkan. Dbnding disimpen dibank lbh bermanfaat bila di #investasi kan dibisnis

‏6. Tp serius itu penting. Jd konsep yg dibangun ketika ber #investasi adl azas kebermanfaatan. Dan tentunya menguntungkan juga.

7. Nah pertama ttg #investasi. Invest itu landasan utamany adl kepercayaan. Krn itu sipebisnis pd hakikatny menjual kredibilitasny (credible). Baca lebih lanjut

7 Harga yang harus di bayar Pengusaha Sukses

Anda akan menjadi apapun yang Anda inginkan, jika Anda tahu persis yang Anda inginkan dan bersedia membayar harga untuk mendapatkan yang Anda inginkan.
Ada 7 harga yang harus dibayar untuk menjadi pengusaha sukses, yaitu:

1. Hidup Hemat
“Ketika memulai usaha, kamu berisiko menjadi sangat miskin harta. Kamu memerlukan setiap sen uang yang kamu miliki. Semua founder, pendiri usaha yang sukses, awalnya hidup dengan sangat hemat. Mereka menggunakan setiap sen uangnya untuk diputarkan ke dalam bisnis.

2. Sedikit Waktu Senggang
“Pada saat kamu menjadi pengusaha dan berada di tahap-tahap awal, banyak pekerjaan yang mendesak dan harus segera selesai, silakan tebak siapa yang akhirnya lembur dan begadang untuk menyelesaikan pekerjaan itu?”

3. Menunda Kesenangan
“Ketika usaha bertambah maju, ada saat-saat tertentu perusahaan memiliki kelebihan uang tunai. Pada saat itu tiba, kamu akan ‘merasa’ memiliki banyak uang. Padahal itu bukan uang kamu, tapi itu adalah uang perusahaan. Nah, inilah saat-saat yang paling berbahaya bagi entrepreneur pemula. Mereka sering tergelincir.” Baca lebih lanjut