ten2five ngeLAB di ITB!!

Pada hari Kamis,24 juni 2010, telah terjadi peristiwa bersejarah yakni ten2five ngeLab di Laboratorium Fisika Bangungan, Teknik Fisika ITB. Luar biasa bukan. Eits, tapi tunggu dulu, ten2five di sini sebenarnya bukan seperti itu penulisannya tapi ten to five. Dan maknanya pun bukan berarti nama band yang terkenal itu tapi periode waktu, yang berarti ngeLab dari jam 10 sampai jam 5. Siapa yang ngeLab, ya tentu saja saya sendiri.hohoho…

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada ten2five sendiri :D, kejadian ngeLab yang terjadi kemarin memang benar-benar luar biasa. Karena biasanya intensitas saya ke Lab Fisbang hanya bisa dihitung dengan jari dan waktunya klo dirata-ratin paling 10menitan , cuma sekedar say hai, keteman-teman yang sedang mendo-TA(mengerjakan Tugas Akhir), duduk bentar, ketawa-ketiwi, ngecek ada donlotan film baru apa engga, lalu pergi lagi. Tapi kemarin ten to five benar-benar berada di Lab.sekali lagi, Luar biasa bukan!!

Tapi jangan keburu senang dulu, apakah ten to five itu benar intensif ngeLab??hahaha…tentu saja tidak. begini kronologis kejadiannya..

Baca lebih lanjut

Sejarah dan Perkembangan Kolintang

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa, Sulawesi Utara,  Indonesia. Kolintang terbuat dari bahan dasar kayu, seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar). Bila dipukul kolintang dapat mengeluarkan bunyi yang rentang suara yang panjang, dapat mencapai nada-nada tinggi (high pitch note) maupun rendah (low pitch note).

Baca lebih lanjut

Pemanfaatan Teknologi Akustik dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan NKRI

oleh :

Panji Prabowo

Mahasiswa S1 Teknik Fisika ITB

Delik Masalah

Kondisi demografis indonesia yang berupa kepulauan, membuat kondisi pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia bisa dikatakan seperti berjalan diatas seutas tali. Sangat tidak stabil. Hal ini disebabkan pemantauan terhadap wilayah-wilayah tersebut begitu sulit dilakuakan, yang kemudian menyebabkan banyaknya intervensi dan infiltrasi dari pihak tidak bertanggung jawab, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kasus gangguan terhadap keamanan dan pertahanan kian banyak terjadi, terutama pada teretori laut Indonesia. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang harusnya memiliki jarak 200 mil dari garis pantai, tidak terjaga dengan baik, sehingga laut Insdonesia yang memiliki kekayaan yang berlimpah, dinikmati oleh pihak asing. Kapal-kapal selam yang masuk ke teretori laut Indonesia kebanyakan tidak terkontrol, karena pemakaian sistem SONAR (SOund NAvigation and Ranging) sebagai pendeteksi sudah bisa ‘diakali’ oleh kemajuan teknologi luar pun kelemahan sistem SONAR itu sendiri. Tentunya hal ini menjadi keresahan dan tantangan tersendiri bagi saya pribadi sebagai calon engineer dan harusnya menjadi masalah yang sangat perlu disoroti oleh bangsa Indonesia.

Teknologi Akustik

Lemahnya pertahanan dan keamanan teretori laut NKRI dapat disiasati dengan beragam cara, salah satunya dengan penambahan kapal selam dan kapal patroli TNI Angkatan Laut, namun yang menjadi sorotan saya kali ini adalah mensiasati dengan menggunakan teknologi akustik. Berikut adalah beberapa usulan terkait dengan hal tersebut :

  • Tomografi Akustik

Seperti yang telah saya tuliskan sebagai pendahuluan diatas, yakni teknologi SONAR dapat dikecoh oleh kapal selam adalah dengan cara kapal selam yang menyusup ke laut Indonesia memanfaatkan “daerah kedap” transmisi gelombang suara (Shadow Zone). Shadow Zone ini adalah daerah dimana temperatur dan salinitas laut pada lapisan tersebut dapat memantulkan gelombang suara yang datang. Selain hal tersebut belakangan ini kapal selam juga sudah dilengkapi bahan material yang mampu mengakibatkan minimnya pemantulan gelombang suara dan juga teknologi jamming, yang dapat mengacaukan dan merusak sistem SONAR yang ada.

Lalu tomografi akustik sendiri adalah metoda akustik yang dilakukan untuk mengukur kecepatan rambat suara dan medan arus dengan menggunakan perbedaan waktu tempuh sinyal akustik yang dikirimkan antar stasiun pengamatan pada suatu perairan, juga memantau fluktuasi temperatur dan medan arus laut. Sistem ini jika digunakan secara terintegrasi dengan meletakan beberapa titik stasiun akustik diperairan, maka dapat mengukur perubahan apapun yang terjadi di bawah laut. Menurut penelitian Spedding (1997) menunjukkan ulakan yang timbul akibat gerakan kapal selam mempunyai pola stabil berupa pergantian secara teratur jejak pusaran vertikal di bagian belakang ekor dan terjadi dalam durasi panjang. Proses alam internal wave (gelombang merambat pada lapisan antara beda densitas) yang stabil tidak dapat menghasilkan pola serupa seperti ulakan kapal selam, karena memiliki kecepatan fase gelombang jauh lebih kecil, berkisar 1 m/s, dibandingkan kecepatan minimum kapal selam 4 m/s. Karena itulah kapal selam dapat dideteksi dengan menggunakan sistem ini, bahkan untuk Shadow Zone.

  • Sound Holography

Konsep sound holography adalah perpaduan antara konsep akustik dan konsep pencitraan, yang berupa pemantauan detil keadaan bawah laut. Sistem yang digunakan adalah dengan mengandalakan pemantulan gelombang dari objek laut yang dikenai oleh gelombang yang dipancarkan.

untitled

Gambar 1 Sound Imaging System

Kemudian sinyal pantulan itu direkonstruksi menjadi seperti objek yang diamati pada display (seperti tampak pada Gambar diatas), sehingga tampilan objek bawah laut dapat terekonstruksi secara sempurna.

Namun tidak hanya sampai disitu, sistem ini harus dilengkapi feedback, sehingga dapat berlangsung 2 arah, tidak hanya menangkap objek yang ada di bawah laut kemudian ditampilkan, tetapi juga mencari objek yang diinginkan dibawah laut. Jadi sistem sound holography ini bisa sebagai sistem pencari, tentunya dalam hal ini adalah mencari kapal selam penyusup. Dengan demikian dapat diketahui jika ada kapal selam yang memasuki teretori wilayah NKRI.

Penutup

Pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mutlak harus terjaga dengan baik dari ancaman dari berbagai pihak, terutama dari pihak luar. Dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna adalah sebuah keharusan, agar resources (Sumber Daya Manusia, Dana, Waktu, dll) yang dibutuhkan semakin efektifitas dan efisiensi. Korelasi kedua hal tersebut maka akan menyebabkan kedaulatan bangsa terjaga sekaligus juga meningkatkan daya saing bangsa.

Daftar Bacaan dan Referensi

– Underwater viewing system using sound holography – H.R. Farrah, E Marom, and R.K. Mueler

http://www.dephan.go.id

http://io.ppi-jepang.org