hakteknas-18

Inovasi sebagai Penentu Kemajuan Bangsa

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi sebuah solusi di tengah berbagai permasalahan yang muncul dilajunya perkembangan manusia di dunia. Tuntutan masyarakat akan kemudahan dan kecepatan dalam peningkatan produktivitas serta pelayanan memerlukan Iptek yang inovatif sebagai solusi dalam menghadapai persoalan bangsa.

Di sisi lain, ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) diharapkan mampu meningkatan produktivitas, nilai tambah, dan peningkatan keunggulan kompetitif.  Inovasi merupakan kata kunci penting dalam perubahan ke ekonomi berbasis pengetahuan tersebut. Hal tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial.  Manfaat ekonominya adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja baru, dan menggerakkan sektor-sektor ekonomi yang lain. Manfaat sosialnya adalah menggerakkan perubahan perilaku sosial di masyarakat menjadi masyarakat yang memiliki keunggulan kompetitif, yaitu produktif dan bijak dalam pemanfaatan sumber daya ekonomi lokal.

Fakta menunjukkan, daya saing bangsa Indonesia masih lemah jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti China, Korea Selatan, Swis, Swedia, Jerman, dan Singapura. Hal ini tercermin dari laporan World Economic Forum (WEF) tahun 2012 yang mencatat, dari 144 negara, indeks daya saing global Indonesia mengalami penurunan dari peringkat 46 pada 2011 menjadi urutan 50 pada 2012. salah satu penyebab pelemahan daya saing nasional ini adalah minimnya inovasi sebagai salah satu indikator penilaian daya saing.

Minimnya inovasi terlihat dari catatan World Intelectual Property Organization (WIPO), indeks inovasi global Indonesia hanya menduduki peringkat 100 (dari 141 negara), sebelumnya menduduki peringkat 99 (dari 125 negara), di bawah peringkat negara Asia Tenggara Iainnya, seperti Thailand (57), Brunei (53), dan Malaysia (32). Kondisi ini harus segera dibenahi.

Tepat sekali Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-18 tahun ini mengusung tema “Inovasi Kemajuan Bangsa”. Tema tersebut secara langsung kian menegaskan peran ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu komponen penentu kemajuan bangsa.

Dalam pidato sambutannya pada perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-18 kemarin, Presiden SBY menekankan tiga hal utama yang harus difikirkan oleh para Teknolog dan Para ahli Iptek di Indonesia. Pertama adalah tantangan masa depan Bangsa Indonesia dalam menghadapi isue strategis FEWSS atau Food, Energy, Water Sustainability and Security. Daya tahan Bangsa Indonesia untuk membangun benteng pertahanan dan ketahanan serta kelestarian pasokan Bahan Makanan, Sumber Energi dan Air Bersih. Penduduk dunia yang meningkat  begitu juga Indonesia akan menciptakan masalah kelangkaan sumber daya dimasa depan. Bahan Makanan akan menjadi persoaala, begitu juga energi dan air minum serta air bersih. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi ahli ilmu pengetahuan dan teknologi untuk temukan solusi mengatasi tiga masalah utama ini ?  Untuk mengatasi problema pelik ini maka dimasa depan peberdaaan atau dkhotomi diantara ekonom dan teknolog itu harus menghilang dari bumi Indonesia. Para ekonom harus menemukan dan menempatkan teknologi bukan sebagai kekuatan luar yang bekerja dalam sistem eknonomi Indonesia. Teknologi harus ditempatkan dalam posisi terhormat pada proses pengambilan keputusan kebijakan ekononmi dan pertumbuhan ekonomi  di Indonesia. Dan karenanya diperlukan Sinergi ABG atau Academician, Businessmen and Government Official.

Sebetulnya apa yang dikemukakan dan diarahkan Bapak Presiden SBY dalam pidato pengarahannya menekankan kembali tekad Bangsa Indonesia untuk menempatkan Teknologi sebagai ujung tombak kemajuan dan pertumbuhan eknomi Bangsa Indonesia dimasa kini dan masa yang akan datang. Tanpa penguasaan teknologi tak mungkin kita tumbuh sebagai bangsa yang mandiri.

Tanpa kemandirian teknologi tak mungkin pasar dalam negeri kita dibanjiri oleh produk industri nasional kita. Tanpa kemajuan industri nasional maka tiap kali kita pasti akan ketakutan dilanda oleh pelbagai krisis ekonomi entah itu krisis yang diakibatkan oleh peningkatan nilai tukar dollar terhadap rupiah yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai insentip untuk mengekspor produksi Indonesia, akan tetapi kini semua orang menghela nafas karena ternyata kenaikan dollar yang berarti menyebabkan barang produk Indonesia akan lebih murah dipasar internasional tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh produsen didalam negeri, karena kita terlena dalam pola mengimpor semua barang kebutuhan kita.

Sudah saatnya kini Indonesia bangkit, mandiri secara ekonomi, mandiri secara teknologi, tidak lagi memiliki paradigma berdaya karena memiliki sumber daya alam yang banyak, melainkan berdaya karena memiliki inovasi teknologi yang memang siap bersaing.

Selamat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-18. Jaya Indonesiaku.

**

tulisan ini dimuat di Majalah Inovasi ed. September 2013

Sumber online : http://majalahinovasi.com/inovasi-sebagai-penentu-kemajuan-bangsa/

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s