Bagaimana takdir mempertemukan orang-orang

Ada pasangan suami-istri telah menikah 10thn dan belum dikaruniai anak, sebut saja pasangan A. Pasangan yang lain baru 1thn sudah dikaruniai anak sebut saja pasangan B.

Kedua pasangan ini bukan dalam 1 kota, bahkan bukan dalam 1 pulau. Mereka terpisah secara geografis dan sosiologis. Mereka tidak terkoneksi sama sekali.

Ditahun ke-11 pasangan A akhirnya melahirkan seorang putra, anak pertama mereka. 40 hari kemudian pasangan B juga melahirkan lagi seorang putri, anak ke-2 bagi pasangan B.

16 tahun kemudian putra dari pasangan A ingin kuliah di bandung. Dan putri pasangan B ingin kuliah di jakarta. Lokasi yang sama sekali berbeda dengan tempat asal mereka.

Tes ujian masuk kuliah pun berlangsung. Dan putra pasangan A ini diterima di Bandung, sedang putri pasangan B tidak diterima di Jakarta, akibatnya dia harus masuk pilihan cadangannya yakni kuliah di Bandung.

Sudah mulai ada koneksi. Putra-putri kedua pasangan ini ada di satu kampus. Namun apa dengan begini kedua pasangan suami-istri ini sudah bisa bertemu? Belum tentu.

Kisah berlanjut. Putra-putri kedua pasangan ini berbeda jurusan, berbeda organisasi, beda daerah tinggal, beda rute jalan yang diambil waktu berangkat atau jalan didalam kampus.

Sampai suatu ketika belum genap 1 tahun mereka kuliah dikampus itu, mereka tidak sengaja dipertemukan dalam sebuah momen yang tidak biasa. Dimana Putra-Putri ini slek, tidak sepakat dan saling marah satu dengan yang lainnya.

4 kemudian tahun berselang. Putra pasangan A entah dengan perasaan yang datang darimana, ia terpanggil untuk berkunjung ke kota antah berantah tempat pasangan B dan putrinya tinggal. Datanglah ia ke rumah pasangan B untuk menyatakan maksud kedatangannya.

Sebulan kemudian. Kedua pasangan suami-istri A dan B ini pun bertemu untuk pertama kalinya.

6 bulan kemudian kedua pasangan tersebut bertemu lagi. Namun sudah beda, mereka sudah seperti saudara karena dihubungkan oleh putra-putri mereka, mereka pun saling memanggil dengan istilah besan.

**

Itulah bagaimana takdir mempertemukan seseorang. Seandainya pasangan A tidak telat mempunyai anak sampai 11 tahun apakah mereka akan bertemu dg pasangan B? Seandainya putri dari pasangan B lolos ujian masuk di pilihan pertama apakah ortu mereka akan bertemu? Seandainya putra-putri itu tidak bertemu dan “saling marah” apakah mereka akan bisa “saling bertemu” dikemudian hari?

Seandainya peristiwa-peristiwa yang bisa dibilang “tidak beruntung” itu tidak terjadi, apakah kedua pasangan itu bisa “bertemu”? Atau putra-putri mereka bisa “bertemu”?

Kadang kita terlalu dini menilai sebuah peristiwa sebagai “ketidakberuntungan”. Tahan saja dulu presepsi itu, karena kita tidak akan tahu hikmah apa yang ada dibaliknya. Mungkin akan terjawab dalam waktu singkat, mungkin cukup lama, atau lama sekali. Tapi pasti ada maksudnya, pasti ada hikmahnya.

-diambil dari kisah nyata-

4 thoughts on “Bagaimana takdir mempertemukan orang-orang

  1. Ini cerita ente sendiri atau orang lain? Hehe..
    Mudah2an ane segera dipertemukan takdir dengan orang yang memang diperuntukan buat ane..

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s