Ramadhan dan Ketakwaan – Ceramah Ahmad Heryawan 1 Ramadhan 1434 H

Tarawih pertama di Ramadhan 1434 H kemarin saya tarawih di Masjid Pusdai Jawa Barat. Asalnya saya mau tarawih di Masjid Salman ITB, cuma karena baru beres nonton di PVJ sekitar maghrib, dan pengen cari makan dulu akhirnya lebih milih ke Pusdai.

Dan beruntungnya ternyata yang ceramah setelah isya di Pusdai itu Pak Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat). Kenapa beruntung? Soalnya saya memang lagi pengen dengar wejangan dan tausyah dari beliau, terakhir dengar pas tahun baruan 2013. Entah kenapa kalau beliau cerama itu mengena banget di hati. Jadilah berikut ini sedikit catatan saya dari ceramah beliau, semoga bermanfaat :

Adalah kewajiban kita menyambut ramadhan dengan bergembira. Doa yang kita sampaikan tahun lalu utk bertemu ramadhan kali ini alhamdulillah tercapai.

Rasulullah bersabda : kalau saja semua manusia tau, kebaikan2 dibulan ramadhan, maka semua manusia akan berharap sepanjang tahun adalah bulan ramadhan.

Pada khotbah pertama ramadhan, rasulullah bersabda : wahai kaum mukminin, datang kepada kalian doa yang sangat agung yaitu bln ramadhan. Pd bln tsb pintu surga dibuka, pitu neraka ditutup, dan syetan pun dibelenggu.

Sebuah kebaikan bernilai 70 kali kebaikan, sebuah ibadah sunnah bernilai wajib pada bulan lain.

Fokuskan dalam membangun ketakwaan pada Allah swt. Krn sesungguhnya tujuan ramadhan adl membentuk pribadi2 yang bertakwa. Ref : albaqrah 183.

Semoga semangat ramadhan makin kuat makin akhir. Logika matematika yang benar : makin akhir rahmat makin besar, harusnya masjid makin ramai. Ibadah makin semangat.

Takwa definisi biasanya : menaati perintahnya dan menjauhi larangannya.
Takwa versi Ibnu qoyim : penuhnya jiwa seorang mukmin dg rasa cinta kpn Allah, jenis cinta tertinggi yaitu penghambaan kepada Allah swt. Penuhnya pengharapan pd Allah swt. Penuhnya hati dengan ketakutan pd Allah.

Rasul bersabda : “Demi Allah tdk ada dr kalian yang masuk surga karena amal sholeh kalian” Sahabat : “apakah engkau jg seperti ini?” Rosul : “ya saya juga seperti itu. Kecuali saya masuk surga karena rahmat Allah swt.”
Karena itu qt perlu memenuhi hati qt dengan rahmat Allah.

Sesungguhnya adzab yang teringan adalah adzab abu thalib (tidak berislam tp membela islam). Adzabnya adalah sandal dari api, apabila dipakai di kaki maka otaknya mendidih.
Karena itulah qt jg perlu memenuhi hati qt dg takut kpd Allah.

Dari definisi takwa itu harus muncul pada dimensi kehidupan kita :
1. Dimensi moralitas : selalu menghindar dr keburukan. Karena Allah Maha Mengetahui.
2. Dimensi profesionalisme : bertakwa dituntut utk ahli dpt mengelola alam semesta.

Kalau saja penghuni negeri sebenar2nya beriman dan bertakwa, niscaya kami akan membuka pintu keberkahan.
Contoh pada zamannya umar bin abdul aziz, tidak ada mustahik pada zaman itu. Kondisi itu adalah kondisi dimana masyarakat pd tingkat ketakwaan tertinggi. Pada zaman itu umat muslim yang paling rendah ketakwaannya membaca quran 1 juz sehari.

One thought on “Ramadhan dan Ketakwaan – Ceramah Ahmad Heryawan 1 Ramadhan 1434 H

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s