Dialog Hari Buruh Hari Pendidikan

Setelah hari buruh, hari pendidikan. Ada apa ini? Mungkin cita-citanya agar buruh itu menjadi terdidik. atau yang terdidik itu menjadi buruh.

Mengenai yang kedua, ada diskusi menarik tadi siang. Seorang kawan bicara menyalahkan para sarjana-sarjana terdidik yang menjadi “buruh” perusahaan asing. Dia bilang percuma saja, ga nasionalis, mentalnya pragmatis.

Lalu saya tanya seharusnya bagaimana? Dia bilang lebih baik merintis usaha. Bisnis katanya. Buka lapangan kerja katanya.

Saya tanya, lalu apa gunanya kuliah kalau ilmunya ga dipakai? Dia bilang itu membentuk pola pikir saja.

Saya bilang pola pikir mahal ya ratusan juta bayarnya. Dia bilang ya memang, lebih baik buka kedai jus buah, lebih baik buka booth ayam goreng, dengan pola pikir yang baik jadi bisa berdikari dan bisa memperkerjakan orang.

Saya bilang, sayang ya pola pikir yang mahal cuma jadinya begitu. Dia balik tanya sayang bagaimana?

Saya bilang sayang kalau pola pikir orang terdidik bikinnya bisnis rakyat kecil. Bisa kaya tapi menyingkirkan bisnis rakyat. Ayam gorengnya laku tapi mbok2 ayam goreng sebelah hancur dagangannya. Lelenya laku, tapi lele pinggir jalan pada tutup semua.

**

Jadi lebih baik mana pragmatis mikirin diri sendiri apa menghancurkan mata pencaharian rakyat kecil?

hahaha sendirinya saya bingung juga..
Mestinya yang terdidik bisnis bikin industri, mestinya yang terdidik profesional ya jgn lama-lama kerja di perusahaan asing, “curi” ilmunya bikin bisnis sendiri atau bangun bumn atau jadi menteri lah.
haha.. ngomong seenaknya.

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s