Logo-ITB-Biru-1920-besar

Bis, Angkot SSC, dan ITB

Lima atau Enam tahun yang lalu, kalau sedang libur kuliah saya pulang ke jakarta dari bandung itu seringnya naik bis jurusan garut-jakarta. Saya ke gerbang tol deket jatinangor dulu baru naik bis jurusan tersebut.

Memang agak muter, tapi jauh lebih murah. Karena dianggap naik dari tengah trayek jadi cuma bayar 21-25ribu. Jauh lebih terjangkau dibanding travel yang 60-75ribu harganya. Waktu itu ga punya uang segitu yang bisa dihamburkan untuk sekedar transportasi🙂

Balik lagi ke bandungnya pun mirip-mirip. Saya naik bis jurusan bekasi-bandung. Naik dari dekat pintu tol bekasi. Turun di depan gerbang tol pasir koja, di bawah jembatan. Jadi setelah turun mesti manjat portal pembatas dan naik ke atas jembatan. Tinggal nunggu angkot sedangserang-caringin (SSC) deh. Ada yang pernah nyoba?

Nah, pernah suatu kali ketika naik angkot SSC, penumpangnya sedikit cuma saya dan 1 anak kecil (SMP mungkin) yang duduk di depan dan supir angkotnya. Waktu itu malem jadi memang sepi.

Logo-ITB-Biru-1920-besar

Ketika lewat ITB, supir angkot itu ngomong sama anak kecil yang duduk di depan, yang ternyata adalah anaknya. Pakai bahasa sunda yang kurang lebih artinya “Nak ini ITB, dari sini banyak orang-orang pinter yang mimpin negara. Cuma dari sini saja presiden selain dari militer”. Dalam hati saya mungkin dia ga inget Gusdur dan Megawati kali.

Lalu dia lanjut lagi, “bapak pengen kamu masuk sini”. Si anak diam saja sambil memandang keluar melihat pagar dinding batu ITB.

**

Baru saja pagi ini saya potong rambut di daerah simpang dago sebelum gang bangbayang. Ada bapak-bapak yang dengan bangga menceritakan anaknya yang baru kuliah di ITB pada tukang potong rambut sebelah saya. Sambil nunggu antrian mungkin. Pakai bahasa sunda.

Lalu setelah saya selesai, saya keluar tempat potong rambut tersebut. Disebelah motor saya, terparkir angkot SSC, nutupin jalan motor saya untuk keluar. Bapak yang cerita bangga tentang anaknya tadi itu ikut keluar. Lalu bilang “Punten jang, bapak pindahin dulu mobilnya”. Ternyata bapak itu adalah supir angkot SSC yang terparkir.

**

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s