renungan #6ramadhan1433

Kalau kita mundur selangkah dua langkah, permukaan dinding yang kita lihat lebih luas. Kini kita bisa melihat tingginya, mulai menerka-nerka panjangnya, mengira-ngira pola dan bentuk dinding tersebut.

Kalau kita mundur lima langkah, horizon yang kita lihat makin luas lagi. Mulai menoleh kanan kiri, apakah ada tangga untuk melewati dinding itu? dan oh, ternyata kita bisa melihat ada celah pintu masuk diujungnya sana.
**
Kadang kodrat masalah juga seperti itu, perlu dilihat dengan prespektif yang lebih luas. Siapa tahu kita memandanya yang salah, siapa tau diujungsana ada celah solusinya. cuma kita belum bisa melihatnya karena kita melihatnya terlalu detil dengan sudut pandang yang terlalu sempit.

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s