Press Release Aksi “1 Tahun SBY-Boediono” KM ITB

Salam Ganesha!

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

Satu tahun sudah pemerintahan SBY-Boediono berlangsung. Janji-janji kampanye yang dulu disodorkan ke mata rakyat sudah sepatutnya dipenuhi oleh pemerintah dengan memberikan eskalasi perubahan yang jelas dan terukur. Terlepas dari guncangan-guncangan pojlitik dan konflik kepentingan akibat dari terfasilitasinya keberadaan parpol-parpol dalam tubuh pemerintahan KIB jilid II, konsistensi terhadap pembangunan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia harus tetap dijaga. Sayangnya, dalam satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, pemerintah kerap melukai rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang terus menghimpit kehidupan rakyat yang semakin sulit.

Masih segar dalam ingatan kenaikan TDL pada bulan Juli 2010 lalu yang membebani rumah tangga, industri, dan pengguna kendaraan bermotor. Pemerintah beralasan bahwa kenaikan TDL akibat dari subsidi TDL yang kian membebani APBN. Padahal, jika pemerintah serius dalam memperhatikan rakyatnya, BBM yang menjadi bahan bakar pembangkit listrik yang mahal dapat digantikan dengan batubaru dan gas yang memerlukan biaya produksi yang lebih murah dibandingkan BBM. Tetapi, akibat sikap pemerintah yang tidak becus dalam mengurusi pengelolaan energi nasional, batubara dan gas alam terpaksa dijual kepada asing. Selain itu, akibat dari kenaikan TDL bahan makan pokok melonjak naik. Pemerintah seharusnya dapat melakukan pengendalian harga untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, upaya yang dilakukan pemerintah tidak berdampak signikan. Harga merangkak naik dan hingga saat ini tidak terjadi penurunan kembali harga bahan makanan pokok. Kesejahteraan tercapai jika pemenuhan kebutuhan primer bukan lagi menjadi suatu masalah bagi setiap warga negara. Pendidikan yang harusnya menjadi tangga yang mengantar rakyat menuju pintu kesejahteraan, justru tidak mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. 20% alokasi anggaran APBN untuk pendidikan masih memasukkan gaji guru didalamnya. Belum lagi masalah sekolah gratis yang realitasnya tidak sepenuhnya gratis. Selain itu, penyaluran dana BOS yang tidak terawasi dengan baik secara tidak langsung turut menyumbang biaya pendidikan yang semakin mahal. Di saat yang sama, penegakan hukum di Indonesia masih dilakukan secara tebang pilih. Tidak ada ketegasan aparat keamanan dan kejaksaan dalam menindak pelaku kekerasan, premanisme, kerusuhan, dan sebagainya. Hal ini diperparah dengan bobroknya internal kepolisian dengan adanya temuan rekening gendut perwira polisi. Lucunya, ditengah perjuangan pemberantasan korupsi, SBY justru memberikan grasi kepada 330 narapidana korupsi dan beberapa diantaranya bebas hukuman kurungan setelah dikurangi masa tahanannya.

Berdasarkan sekelumit permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, kami Kabinet KM ITB menyatakan sikap :

  1. Menuntut pemerintah untuk melakukan transparansi dan perbaikan dalam mengelola energi nasional
  2. Menuntut didahulukannya kepentingan domestik dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional
  3. Menuntut adanya dukungan nyata pemerintah terhadap kebijakan diversifikasi energi
  4. Menuntut pemerintah untuk merealisasikan anggaran pendidikan dalam APBN 20%, di luar gaji guru
  5. Menuntut penegakan supremasi hukum tanpa pandang bulu
  6. Mengusut tuntas kasus-kasus korupsi yang belum terselesaikan
  7. Membersihkan institusi penegak hukum dari mafia kasus
  8. Menuntut adanya jaminan dari pemerintah bagi perkembangan UMKM dan aksesibilitas  modal.
  9. Menuntut pemerintah dalam menjamin stabilitas harga sembako

Demikan pernyataan sikap kami sebagi bentuk kepedulian KM ITB terhadap permasalahan bangsa.

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s