Jalan-Jalan di Bumi Sriwijaya – Palembang (bagian 2)

Objek Wisata!!

Karena sebenarnya tujuan saya kepalembang bukan untuk berwisata, jadi sebenarnya wisata 1 hari saya dipalembang ini tidak terlalu terkonsep,jadi spontan2 aja, dan cukup banyak tempat wisata lain yang belum terjamah oleh saya..tapi 1 hari ga penuh itu, saya berhasil mengunjungi beberapa tempat wisata yang lumayan menyenangkan…

–          Museum Sultan Mahmud Badaruddin

Museum ini terletak di Jl.Jendral Sudirman (klo ga salah ya..),ditepian sungai musi pokoknya. Bangunan museum ini berupa rumah panggung, museumnya berada dilantai atasnya. Di museum ini terdapat berbagai ilustrasi mengenai sejarah dan kebudayaan palembang. Biaya masuk ke dalam hanya Rp.1000,- per orang, dan itu sudah termasuk penjelasan dan diantar berkeliling oleh bapak-bapak tour guide(BBTG) nya..murah bangetkan!!

Depan Museum SMB II

Dari penjelasan si BBTG-nya saya jadi tahu hubungan antara kerajaan majapahit dengan kerajaan sriwijaya, dan ternyata dulu-dulunya Islam masuk ke palembang ini lewat pedagang2 cina juga, dan mungkin ada juga yang menikah dengan penduduk lokal, karena itu orang palembang agak2 mirip2 orang cina ya..hehehe…

–          Mesjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin

Mesjidnya besar banget, dan agak unik sih, karena tersekat2 gitu antar ruangannya. Kebetulan saya sempat sholat jumat di mesjid ini, dan pertama2 bingung, karena saya duduk dishaf yang lumayan depan, tapi ga bisa ngeliat khotibnya dimana..ternyata saya memang dibagian depan, tapi dibangunan utara. Yang bagian imam dan khotib tentunya di bangunan bagian barat. Pantes aja ga keliatan beda bangunan..

Mesjid agung ini, terletak tepat di pusat palembang sepertinya, jadi setelah menyebrang sungai musi lewat jembatan ampera 1 –sekarang Cuma ada 2 jembatan yang menyebrang sungai musi, ampera 1 dan ampera 2- mesjid ini langsung terlihat di sebelah kiri jalan.

Masjid ini mempunyai arsitektur yang khas dengan atap limas. Mesjid ini konon merupakan bangunan masjid yang terbesar di nusantara pada waktu dibangun dulu, sekitar tahun 1748. Arsiteknya orang Eropa dan beberapa bahan bangunannya seperti marmer dan kacanya diimpor dari luar nusantara. Kala itu daerah pengekspor marmer adalah Eropa. Dari gambar sketsa, atap limas mesjid ini bernuansa Cina dengan bagian ujung atapnya melengkung ke atas. Dengan demikian, pada bangunan mesjid itu terdapat perpaduan arsitektur Eropa dan Cina.

Sayang sekali saya ga bisa berfoto2 di mesjid ini, bukan karena dilarang, tapi karena kebetulan baterai kameranya habis.  Jadi untuk tips selanjutnya, Jangan lupa mencharge baterai kamera anda jika berpergian dan pastikan memorinya cukup untuk menyimpan foto2 anda..

–          Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen Perjuangan Rakyat yang disini bukan kayak yang dibandung, yang disini sampe ada 6 atau 7 tingkat gitu..dan di dalemnya agak serem sih,entah karena nuansa bangunan lamanya atau karena banyak patung2 dan lukisan2 pahlawannya. Monpera ini persis terletak disebrang selatan Mesjid Agung tadi.. biaya masuknya lagi-lagi Cuma seribu rupiah!!!

Pelataran MonPera

Senjata Perang di Monpera

Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan ketika melawan kaum penjajah pada masa revolusi fisik yang di kenak dengan pertempuran Lima hari Lima Malam di Palembang melawan Belanda. Di dalam Museum ini kita dapat berbagai jenis senjata yang dipergunakan dalam pertempuran tersebut termasuk berbagai dokumen perang dan bebda-benda bersejarah lainnya.

–          Sungai Musi dan Jembatan Ampera

Sungai musi adalah sungai yang membelah kota palembang, dan jembatan ampera adalah yang menghubungkan bagian yang terbelah oleh sungai musi itu. Nah, pariwisata yang paling menyenangkan buat saya selama di sana ya ini, naik perahu menyusuri sepanjang sungai musi.. karena bisa menikmati pemandangan di tepian sungai, dan sensasi gelombang air dan anginnya bikin seru..

berperahu di Sungai Musi

Untuk menelusuri sungai musi dari hulu ke hilir (ga ujung keujung juga sih sebernarnya), normalnya tuh 1 perahu per orang di kenai tarif Rp.15.000,- seperahu bisa sampai 10 orang, jadi total Rp.150.000,- . Tapi berhubung kemarin saya ga sampai 10 orang, saya dan teman saya menawarnya jadi Rp.75.000, dan karena bukan weekend, jadi bisa murah. Itu yang perahu kayu ya..

Senja di Jembatan Ampera

Tips berikutnya, klo mau berpariwisata lebih baik jangan di akhir pekan, karena akan ramai sekali dan juga tarif2 akan setidaknya 2x lebih mahal.

–          Pulau Kemaro

Pulau ini terletak di tengah sungai musi yang membelah kota palembang. Nah, mitosnya disini ada makam putri sriwijaya Siti Fatimah, yang menceburkan diri kesungai, karena yang melamar dia saudagar dari cina menceburkan diri juga, bingung kan??makanya dateng sendiri dan denger sendiri ceritanya..Cuma sebelumnya udah dijelasin sama BBTG di Museum Sultan Mahmud Badaruddin, klo ini mitos doang, karena sebagai sejarahwan katanya dia tau persis,weiitss.menurut dia mitos itu Cuma dibuat biar rame aja.. Jadi benar atau engga..yaa ga tau juga saya..

Tapi entah apapun mitosnya, pulau ini wajib dikunjungi klo wisata ke palembang..di atasnya ada pagoda nacha yang difilm kera sakti, ga tau namanya sebenernya cuma karena mirip banget dengan pagoda nacha, saya bilang begitu..hehehe…di depannya malah ada patung tong sam coong dan rombongannya segala, kera saktinya juga ada..

Pagoda di Pulau Kemaro

Nah, terus yang unik lagi, nama pulau ini kan kamaro ya..menurut orang palembang artinya tuh Kemarau, karena katanya pulau ini ga pernah tergenang air, walaupun sungai Musi sedang meluap. Tapi pas kemarin saya kesana hujan turun..hehehe..walaupun ga sampe tenggelam sih pulaunya…oia,masuk ke pulau ini gratis!!Cuma naik perahu kesini bayar..tapi bisa sekalian berperahu di sungai musi juga..seru deh pokoknya…

**

Sebenernya masih sangat banyak list tempat pariwisata yang saya ingin kunjungin tapi ga sempat T.T, masih ada klenteng soei giat kiong yang ada patung Dewi Kwan Im nya, museum bala putra dewa, bukit siguntang,  taman purbakala, mesjid ceng ho.. Tapi mudah-mudahan di perjalanan ke palembang berikutnya sempat ke sana..Aaamiiiin…

Iklan

5 thoughts on “Jalan-Jalan di Bumi Sriwijaya – Palembang (bagian 2)

  1. Salam kenal…
    Ngomong-ngomong tentang bumi sriwijaya, saya juga baru pulang dari sana. Memang seru sih tempatnya.. Saya sempat foto-foto dengan latar Ampera di Malam hari. Lebih keren… dengan warna-warna lampunya. Berkunjung ke Benteng Kuto Besak dan Museum SMB II juga.
    Saya juga sempat ke pulau Kemaro.. Ceritanya “ga banget deh”, ga nyambung juga tuh dengan kenapa ada pagoda di tengah sungai musi.
    Masih banyak yang harus dijelajahi. Sayang, waktunya tidak cukup T.T

    • salam kenal…
      iya cerita pulau kemaro ga banget emang..hehehe…

      sy ga sempet foto ampera malem2..soalnya katanya rawan, jadi abis jam 7 lampu belum dinyalain langsung pergi deh.. 😦

      • Rawan gimana? Saya tiba di daerah ampera itu sekitar jam 9 malam.
        Ga ada yang aneh tuh 😀
        Tahun depan sepertinya harus ada kunjungan ke sana lagi. Soalnya, bakalan banyak perubahan tata kota. Dan sepertinya akan lebih menyenangkan. Sekalian nonton SEA GAMES.

    • rawan kriminalitas gitu kata temen..tp ga tau juga sih..
      seagamesnya tahun depan ya?iya saya juga kesana lagi 2011..Aamiiin…hehehe..

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s