Jalan-Jalan di Bumi Sriwijaya – Pelembang (Bagian 1)

Perjalanan!!

Perjalanan saya kali ini bisa dibilang cenderung nekat, berangkat dari jakarta ke palembang pada hari rabu sore dengan Bis Kramat Djati, tanpa tahu bis bakal berhenti dimana, setelah itu mau kemana dan akan nginep dimana..hahaha. Akhirnya sambil di perjalanan saya kontak temen2 yang tinggal di palembang, akhirnya dapet 1 orang yang mau menampung saya (thx to mas ery 😀 ), jadi paling ga tau lah setelah sampai di palembang saya akan kerumah mas ery untuk istirahat dulu..

Bus Kramat Djati

Sambil nanya2 klo informasi lainnya ke mas ery, saya juga googling tempat wisata dan pake google map nyari lokasi2nya, nih situs keren banget dah (bukan promosi lho ya..^^), biar paling ga, klo takut kesasar naik angkot, bisa nekat jalan kaki..

Nah ini tips pertama, selalu sedia HP yang berpulsa dan bisa nge-net dan jangan lupa berisi batrenya,klo perlu bawa batre cadangan, jadi bisa kontak2 temen dan bisa search apapun yang ada perlu anda ingin ketahui tentang kota tujuan anda diinternet, apalagi klo dadakan kayak saya ini..

Diperjalanan cukup seru juga, lantaran ada kecelakaan setelah melewati lampung dan itu menyebabkan jalanan macet banget, wal hasil setelah melewati macet itu, bis yang saya naiki ini ngebut banget,ngejar waktu yang hilang..seru deh mana jalannya berkelok2..tapi tetep aja saya bisa tidur dengan nyenyak, wong sebelah saya kosong, jadi bisa meluruskan kaki deh 😀

Masuk ke tips kedua, klo naik bis dari jakarta ke palembang, pilih naik dari terminal rawamangun, karena cenderung lebih kosong dibandingkan terminal lain. Terbukti ketika berhenti di rumah makan sepanjang perjalanan, saya melihat bis kramat djati yang berangkat dari terminal lain, penuh semua.

Setelah 17 jam perjalanan,sekitar jam 9 pagi hari kamis,akhirnya saya sampai juga di palembang. Ini cukup telat, karena kata penumpang lain, biasanya subuh hari atau jam 6an sudah sampai, mungkin karena macet juga pikir saya. Terminal umum antar provinsi di palembang itu namanya Karyajaya,bisa saja saya turun di sini, tapi setelah bertanya pada supirnya, ternyata pool bis ini berada di Kertapati, yang sudah saya ketahui dari googling klo kertapati lebih dekat ke jembatan ampera, yang artinya lebih dekat ke kota, dibanding dari Karyajaya. Jadilah saya turun di Pool bis kramat djati di Kertapati.

Ketika kita turun dari bis baik itu di terminal maupun di pool bis,seperti yang saya lakukan, pasti banyak sekali orang yang menawarkan angkutan, apalagi klo tampang kita agak bingung,keliatan banget baru pertama kali datang, kita bakal ditarik kesana kemari sama orang2 yang menawarkan itu, dan pasti harganya melambung tinggi sekali.

Jadi tips ke tiga dari saya, pasang wajah tenang ketika anda turun dari bis, dan atur mimik anda seperti senyum puas seperti orang yang menginjak kampung halamannya setelah sekian lama hahaha. Dan jangan celingunkan (opooo iki bahasanya, celingukan = nengok kanan kiri seperti orang kebingungan), langsung saja berjalan keluar dari kerumunan orang-orang yang menawarkan angkutan dan menuju tempat pemberhentian angkot sebernarnya.

Setelah berhasil mengecoh para orang2 yang menawarkan angkutan itu (haalaaah), saya menyebrang jalan, dan agak deg-deg juga sebernernya, karena memang baru sekali kalinya ke sini,dan ga tau mau naik apa,saya Cuma tau tempatnya mas ery di deket hotel horison palembang. Tapi kemudian angkot yang ada tulisan trayeknya Karyajaya – Ampera, dengan sedikit analisis lokasi dengan menggunakan google map, saya bisa mengetahui bahwa angkot ini menuju ampera, bukan karyajaya. Sebenarnya lebih mudah langsung bertanya kepada supirnya, cuma karena ga mau keliatan kayak orang baru,jadi saya ga nanya2..hehehe…

Sambil diangkot, saya memperhatikan penumpang lain, dari cara menyetop angkot dan juga bayarnya berapa, jadi biar keliatan kyak orang lokal juga.hahaha…oia, angkot disini ternyata cukup berbeda dengan angkot di jakarta atau di bandung, yang biasa dibandung atau jakarta kita diangkot duduknya menyamping, tapi di palembang duduknya kedepan dan ada 2 pintu masuk, kayak ditravel aja. Nih, fotonya (sumber : palembangdalamsketsa.blogspot.com)

Angkutan Kota di Palembang

Nah,dari kegiatan memperhatikan penumpang selama diangkot itu, saya bisa tau ternyata disini bayar angkotnya jauh-dekat itu Rp.2500 dan cara menyetop angkotnya bilang “setop,setop”. Dan belakangan saya tahu dari teman saya, kalo bilang “kiri-kiri”, supir angkotnya ga ngerti klo kita mau turun. Lucu ya…

Nah, tips keempat buat temen2 yang mau jalan-jalan kemana pun, gunakanlah bahasa kaumnya atau bahasa daerahnya, setidaknya istilah2 umumlah atau setidaknya dialek atau aksennya saja, Cuma dialeknya orang palembang agak2 susah, jadi saya suka ketuker dengan dialeknya orang minang.

Dengan angkot tadi saya akhirnya sampai di sebrang mesjid agung palembang, dan kata teman saya untuk sampai kosannya dia, dari situ sekali lagi naik angkot yang trayeknya Pakjo dan turun di hotel horison, disebelah kanan jalan. Tapi karena saya sambil ngeliatin google map di HP, ternyata hotel itu terlewat, jadi saya harus berjalan kaki sampai situ, dan sekitar jam setengah 11 baru sampai di kosannya mas ery. Alhamdulillah… 😀

Iklan

One thought on “Jalan-Jalan di Bumi Sriwijaya – Pelembang (Bagian 1)

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s