Pemberdayaan Wanita dan Pendidikan Anak

Sekitar sebulan yang lalu saya membaca artikel menarik di majalah tarbawi,yang bertemakan tentang pemberdayaan wanita. Di situ di jelaskan tentang istilah pemberdayaan wanita yang memiliki makna berbeda-beda di setiap negara, tergantung bagaimana kultur di negara tersebut. Tanpa maksud dan tendensi apapun ^^, salah satu negara yang diambil untuk contoh adalah jepang.

Di artikel tersebut disebutkan, ternyata pemberdayaan wanita di jepang actually berkutat pada satu hal, yakni produsen SDM. Bahkan pada artikel tersebut – yang dikutip dari mentri pemberdayaan wanita Jepang – dikatakan bahwa menurunnya kualitas & kuantitas SDM saat di jepang, dikarena “mesin2” produksinya tidak dapat bekerja dengan baik.

Hmm..Mungkin terlalu ekstrim karena mereka menganalogikan wanita dengan mesin. Namun, yang saya soroti betul di sini adalah pola pikir mereka bahwa wanita adalah produsen SDM benar-benar mengakar. Yang orang tua berpikir untuk menyekolahkan anak gadisnya tinggi-tinggi adalah agar-maaf- “nilai jual”nya tinggi sehingga bisa menikah dengan pria yang berderajat. Yang wanitanya sendiri berpikir, ia harus sekolah tinggi-tinggi agar bisa mendidik anaknya kelak dengan baik dengan wawasan keilmuan yang dipelajarinya.

Sedikit OOT tapi saya teringat dengan dorama jepang yang pernah saya tonton🙂, judulnya yamada monogatari, pemeran utama wanitanya di sana punya satu mimpi yakni menikah dengan pangeran kaya raya. Dan itu, apa ya istilahnya, “mupeng” banget. Walaupun kuasa sutradara bahwa ia jatuh cintanya dengan seorang miskin. Tapi ketika menonton saya ngerasa cukup aneh, karena si pemeran wanita utamanya ini mupeng banget itu, padahal dia sekolah di sekolah yang cukup bonafit, yang berarti sebenarnya ia mampu mengangkat harkat derajat dia dan keluarganya sendiri yang berada di kelas menengah, dengan kemampuan yang dia miliki sendiri. Mungkin selain karena naskahnya memang begitu, juga karena frame wanita adalah produsen SDM tadi itu juga. Yang artinya alur hidupnya sudah jelas, sekolah sampai setinggi-tingginya,bekerja mungkin sebentar, menikah, lalu fokus mendidik anak. Bisa nyambungkan?jadi ga OOT banget..^^

Back to the topic, agak terbalik dengan frame umum kita di Indonesia tampaknya, karena di kita biasanya berpikir, sangat disayangkan jika seorang wanita yang sudah sekolah tinggi2, ujung-ujungnya mengurusi hal-hal sepele rumah tangga. Mendingan sambil kerja atau agar ilmunya bermanfaat.

Yaah..mungkin memang beda banget kultur dan juga background negaranya. Di Indonesia mungkin memang lagi butuh membangun bangsa, jadi seluruh potensi yang ada diarahkan untuk diberdayakan ke sana, baik pria pun wanita. Mungkin juga emansipasi juga kesetaraan sangat mengakar di benak kita. Mungkin juga bagi kita ngurus anak itu adalah hal yang sepele atau remeh-temeh, padahal itu juga bisa dikatakan membangun generasi masa depan.

Saya sempet ngecek di Alqur’an, Allah swt berfirman dalam surat Annisaa ayat 9, yang artinya :

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”

Dan Rasulullah saw pernah bersabda, “Wanita adalah pengasuh dan pendidik di rumah suami, dan bertanggung jawab atas asuhannya.” (H.R. Bukhari)

Dari ayat dan hadits tersebut, dapat diketahui bahawa mendidik anak sebagai generasi selanjutnya sangatlah penting, dan wanita yang bertanggung jawab atas hal tersebut.

Eiits..yang pria ga bisa lepas tangan juga (nanti bisa jatuh :D).Bagi kaum pria pernah kepikiran ga kenapa di Alqur’an kisah pendidikan anak yang melegenda banget adalah kisah Luqman dengan anaknya??For Your Information,Luqman itu laki-laki. Kalau saya pernah berdiskusi sambil mencoba mentadaburi ayat2 di surat Luqman itu, berkesimpulan berarti seorang pria (bapak) juga punya kewajiban yang sama besar dengan wanita (ibu) dalam mendidik anaknya.

wallahu’alam bi showab

One thought on “Pemberdayaan Wanita dan Pendidikan Anak

  1. Momen ULANG TAHUN Merupakan Hal yang Terindah Bagi Buah Hati atau Pasangan Anda Wujudlan Momen dan Kenangan TerindahDalam Merayakan ULANG TAHUN Buah Hati atau Pasangan Anda Bersama Kalika Cake Shop.
    Kue / Cake ulang tahun kami desain sesuai permintaan pelanggan, seperti model cup cake, photo cake, 3 dimensi. Kalika melayani pesan antar untuk wilayah Bandung dan Jakarta.
    Siap Antar Kue Ulang Tahun, Halal, Model Unik & Menarik spt Foto Cake. http://www.KueUltahKalika.com atau http://www.KalikaCakeShop.com , telp (022)70553660

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s