Jujur atau Tidak

Dalam prespektif kemanusiaan, jujur atau tidaknya seseorang hanya tergantung sejauh mana kita mau percaya padanya.
Misalnya pada suatu hari anda bertemu dengan seseorang yang tak dikenal di kendaraan umum, lalu tanpa sengaja pembicaraan pun terjadi. Lalu dari pembicaraan itu Anda bisa tahu siapa nama orang tersebut, dari mana dan akan pergi kemana dia. Atau malah jika anda pandai berkomunikasi maka anda mungkin bisa tahu apa pekerjaannya, dimana rumahnya, berapa anaknya dsb. Menerima informasi tersebut Anda sama sekali tidak curiga, walaupun sebenarnya anda sama sekali tidak punya landasan yang mengatakan apakah semua informasi yang di share oleh orang tersebut benar atau tidak. Bisa saja, sedari awal dia berbohong, bahkan tentang namanya sendiri kepada anda.
Lalu pada Contoh lain. Anda mempunyai seorang teman dekat, dan pada suatu hari anda dan dia berjanji untuk bertemu. Tapi secara mendadak tepat sebelum waktu pertemuan dia membatalkan pertemuan itu, dengan alasan sedang kurang sehat atau alasan sederhana lainnya yang anda pikir terlalu dibuat-buat. Sehingga anda sangsi pada kebenaran alasannya, walaupun sebenarnya anda juga sama sekali tidak punya landasan yang mengatakan bahwa apakah alasannya benar atau tidak. Bisa saja, memang begitulah keadaannya, dia sedang sakit atau alasan sederhana lain yang memang membuatnya tidak bisa datang.
**
2 contoh di atas sangatlah ekstrim, dalam artian situasi dan kondisinya sangat berbeda, Namun umumnya seperti contoh di atas penilaian kita terhadap kejujuran atau ketidakjujuran seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor antara lain : nilai informasinya (perkataanya), Seberapa pentingkah perkataannya untuk kita ; kedekatan kita dengan seseorang itu, sehingga kita sudah tahu background dan tacit knowledge kita dengan seseorang itu ; efek atau pengaruh perkataannya pada kita,semakin besar pengaruhnya terhadap diri kita, semakin bertanya lagi kita apakah benar atau tidak perkataan seseorang itu.
Meskipun dengan cepat, entah otak entah hati kita yang menganalisis semua faktor tadi, kemudian penilaian jujur atau tidaknya seseorang itu muncul sebagai sebuah konklusi pada diri kita, pada kenyataannya kita tetap tidak tahu seseorang itu berkata jujur atau tidak, semuanya tergantung sejauh mana kita mau percaya kepadanya.
-renungan ba’da isya-
Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s