Tragedi 1 Juli 2009

Pada tanggal 1 Juli 2009 tahun lalu, Marwa Al-Sharbini (32 tahun), seorang muslimah asal Mesir, sedang menghadiri sidang terhadap tetangganya, Alex Wiens, yang ditemukan November lalu bersalah karena menghina wanita tersebut dengan menyebutnya “teroris.”

Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan yang dialaminya hanya karena ia mengenakan kain kudung. Marwa Al-Sharbini adalah seorang martir bagi perjuangan muslimah yang mempertahankan kain kudungnya.

Dia ditetapkan untuk bersaksi melawan Alex Wiens, belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuknya sebanyak 18 kali dalam ruang pengadilan di depan anaknya yang masih berusia 3 tahun. Pendarahan yang banyak menyebarkan Marwa Al-Sharbini akhirnya wafat di pengadilan.

Suami Al-Sharbini berusaha melindungi isterinya yang sedang hamil tiga bulan itu, tetapi malah ditikam juga oleh Wiens dan ditembak kakinya oleh seorang penjaga keamanan yang awalnya mengira dia akan menyerang. Hal itu menyebabkan suami Al-Sharbini mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Kasus Marwa Al-Sharbini menjadi bukti bahwa Islamofobia masih sangat kuat dan adanya sikap anti-kain kudung di Barat. Sungguh beruntung muslimah di Indonesia, bisa menunaikan hak sekaligus kewajibannya untuk menutup aurat tanpa harus dicekam ketakutan akan ditangkap atau disiksa.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (TQS. Ar Rahman: 13)

Semoga kita semua bisa mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan di tanah air ini sehingga menjadikan nikmat itu berlipat ganda. Semoga kita semua bisa menjauhkan diri dari sikap kufur nikmat sehingga nikmat itu tidak dicabut dari sang ibu pertiwi ini. Amin.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan HENDAKLAH MEREKA MENUTUPKAN KAIN KUDUNGNYA KE DADANYA, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (TQS. An Nuur: 31)

Iklan

2 thoughts on “Tragedi 1 Juli 2009

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s