Koalisi bukan bagi-bagi kekuasaan

13 april 2009.1pm.

Selepas Pemilu Legislatif Partai Politik sedang disibukkan dengan hitungan-hitungan angka, analisis strategi, koaliasi dengan siapa, aksi lobbi-lobbi atau juga yang sedang ngetren istilah “komunikasi politik”. Ya..semuanya berusaha mencari posisi yang paling tepat dan nyaman kedepannya, tentunya kalau bisa menang. Tentunya saya yakin sepenuhnya bahwa tujuan partai politik berusaha untuk menang adalah untuk memperjuangkan aspirasi yang diwakilinya, ideologi yang dibawanya, kemakmuran rakyat indonesia, bukan sekedar untuk meraih kekuasaan. Semoga saja..Aamiin…

Kemenangan Partai Demokrat, pada pemilu legislatif 2009 kemarin, membawa Partai Demokrat dan Susilo Bamabng Yudhoyono demikian kokoh dan gagah dalam bermanuver dan memposisikan dirinya, hampir semua partai berebut untuk mendekat kepada Partai Demokrat sekarang ini. Demikian gagah dibandign tahun 2004 lalu yang hanya memperoleh kurang- lebih 7%, yang untuk mengajukan SBY sebagai calon presiden, Partai Demokrat harus berkoalisi dengan banyak partai. Sehingga baru-baru ini SBY, dalam conferensi pers kemenangan partai demokrat, dengan tegas menyampaikan hal yang intinya bahwa kontrak politik atau komitmen untuk berkoalisi harus jelas dan diusahakan agar terpublish kemasyarakat luas. Wajar memang, dengan melihat pemerintahan selama 5 tahun terakhir, koalisis besar-besarran pada tahun 2004 lalu terlihat tidak kokoh bahkan saling tikam dibelakang, maka pernyataan tersebut tersirat mengatakan bahwa “sekarang gue menang, silakan koalisi ma gue, tapi lo nurut n kita buat kontrak yang jelas”. Gagah sekali bukan.

Koalisi pada hakikatnya bukan sekedar bagi-bagi kekuasaan, seperti politik yang tujuannya bukan hanya memperoleh kekuasaaan. Jika partai politik yang ada sekrang memahami hal ini, maka niscaya kesejahteraan rakyatlah yang menjadi tujuan dan landasan geraknya. Artinya jika ternyata untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, bisa dengan merekonsoliasi ide dan pemikiran masing-masing partai politik, maka mengapa tidak. Jika pun paska pemerintahan nanti atau pemilu 2014 nanti rekonsoliasi ide ini tidak dianggap lebih baik daripada ide awal partai politik itu sendiri, maka itulah saatnya berpisah jalan. Tidak ada teman yang abadi dan tidak ada musuh yang abadi.

Berdasarkan hal tersebut, arah saya adalah menjelaskan landasan-landasan yang diperlu diperhatikan partai politik untuk berkoalisi. Pertama adalah kemiripan ideologis. Hal ini sangat penting adanya, karena kemiripan ideologis bisa membuat ide awal partai politik setelah rekonsoliasi tidak terpental begitu jauh, serta bisa mengokohkan jalannya pemerintahan kelak; Kedua adalah pencapaian partai poltik tersebut. Konkritnya saya berbicara tentang jumlah perolehan kursi atau persentase kemenangan. Hal ini juga penting, karena jika Gol utama adalah mensejahterakan rakyat dan jalannya adalah dengan memperoleh kemenangan, maka koalisi dengan partai politik yang besar, artinya perolehan suaranya besar adalah mutlak; Ketiga adalah komitmen. Bukan hanya untuk memperoleh kemenangan tapi untuk menjalankan pemerintahan bersama-sama selama 5 tahun, tidak menikam dari belakang, tidak talak 3 sebelum pemerintahan usai. Hal ini begitu sederhana namun begitu sulit; keempat adalah prediksi masa depan. Maksud saya disini adalah penjelasan ide ‘berpisah jalan’ di pemilu berikutnya yang pernah saya sebutkan sebelumny. Jika partai politik itu besar, secara kualitas dan kuantitas, maka ide memimpin bangsa tidak selesai hanya dalam satu perputaran pemerintahan. Secara konotatif ‘ingin menang’ atau ‘ingin berkuasa’ diputaran pemerintahan berikutnya. Karena itu, bagi partai politik menjadi penting untuk mengukur diri dan memprediksi masa depan sebelum berkoalisi dengan siapa, apakah diperputaran roda pemerintahan berikutnya bisa memimpin, jika berkoalisi dengan partai tersebut?

2 thoughts on “Koalisi bukan bagi-bagi kekuasaan

  1. Ping-balik: kampanye damai pemilu indonesia 2009

  2. koalisi tidak sekadar untuk memenangkan pemilihan presiden, namun yang harus dirancang bangun adalah koalisi di parlemen agar pemerintahan berjalan dengan efektif.

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s