Analisis Instan Hasil Pemilu Legislatif 2009

Jakarta, 10 April 2009.10.50pm.

Pesta demokrasi Indoneisa baru saja diselenggarakan, dengan cukup sukses pada 9 april kemarin. Dengan hasil quick count LSI (per 10 januari,pukul 10.48pm) , 10 parpol besar seperti di bawah ini :

Partai Demokrat : 20.9%

PDIP : 14.6%

Golkar : 14.3%

PKS : 8.6%

PAN : 7.5%

PKB : 6.8%

PPP : 5.1%

Gerindra : 4.8%

Hanura : 3.5%

PKPB : 1.6%

Dari hasil diatas,ada beberapa poin yang menarik perhatian saya, diantaranya; meningkatnya partai demokrat menjadi 3 kali lipat dari perolehan popular vote di tahun 2004; munculnya 2 partai baru, Gerindra dan Hanura, yang dapat menembus 10 besar, bahkan melewati ambang batas parlementary tresshold; adanya 3 partai Islam, PKS, PKB dan PPP, dalam 10 peringkat teratas hasil quick count ini. Ketiga poin tersebut yang akan saya coba bahas, dengan presepsi saya sendiri tentunya, pada tulisan saya kali ini.

Meningkatnya Suara Partai Demokrat (PD)

Pencapaian suara partai demokrat kali ini memang sangat luar biasa, bila dibandingkan dengan pencapaian di pemilu 2004 yang hanya sekitar 7,6%, maka sekarang ini hampir 3 kalinya. PD berhasil melampaui 2 partai besar, yang memimpin pada tahun 2004, yaitu Golkar dan PDIP. PD hampir unggul di semua daerah pemilihan, hal ini membuktikan bahwa kemengan PD dalam pemilu legislatif kali ini adalah mutlak.

Keberhasilan PD kali ini, bisa dikatakan sebagai tanggapan positif dari masyarakat terhadap pemerintahan kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan juga kemampuan PD yang berhasil meyakinkan masyarakat bahwa kesuksesan pemerintahan adalah keberhasilan dari PD semata. Bukan bermaksud menafikan kedekatan caleg-nya dengan masyarakatnya atau pun kekuatan partainya, tapi melihat karakteristik umum masyarakat Indonesia, yaitu melihat tokoh atau figur, maka bisa saya katakan 80% kemenangan PD kali ini, dipegang oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Gerindra dan Hanura

Fenomena PKS dan PD pada tahun 2004 sebagai partai yang melejit, dari tataran partai kecil menjadi partai menengah, kembali terulang pada 2 partai lain pada pemilu 2009 kali ini, yakni Gerindra dan Hanura. Sekalipun tidak sesignifikan PKS dan PD pada tahun 2004, yang mendapat 7% lebih. Namun tetap saja fenomenal, karena menurut saya, ketokohan 2 pimpinan partai ini, yakni Prabowo Subianto dan Wiranto adalah tokoh-tokoh yang mampu menandingi ketokohan Susilo Bambang Yudhoyono. Dan juga hal ini membuktikan eksistensi Gerindra dan Hanura sebagai partai baru, tapi memiliki mesin politik dan kader yang cukup kuat.

Pada pemilu 2009 kali ini, ada sistem parlementary tresshold, yakni sistem dimana yang memberlakuakan bahwa parpol harus melebihi perolehan 2.5%, untuk bisa mengirimkan caleg-nya ke gedung DPR-MPR. Dan luar biasanya Gerindra dan Hanura, sebagai partai baru mereka, bisa mengungguli 17 partai lama, yang perolehannya dibawah 2.5%. Dengan sistem parlementary tresshold ini juga memungkinkan perolehan Gerindra dan Hanura meningkat saat dikonversi menjadi kursi di DPR.

Partai Islam

Jika melihat penjumlahan 3 partai islam 10 besar, yakni PKS, PKB dan PPP, serta partai Islam yang dibawah peringkat 10 besar, seperti PBB dan juga PKNU, maka perolehan partai Islam sekitar 21% lebih. Yang ingin saya cermati disini adalah bahwa keprcayaan masyarakat terhadap partai-partai Islam bahkan jauh lebih besar dari kepercayaan masyarakat terhadap kesuksesan pemerintahan 2004-2009 yang direpresentasikan oleh kemenangan PD. Hal ini yang harusnya bisa diperhatikan oleh para pemimpin partai Islam tersebut, bahwa kemengangan umat Islam bisa terwujud bila Islam bersatu.

Sedangkan secara umum hasil pemilu legislatif 2009 kali ini, menurut saya membuktikan 1 hal, yaitu kecenderungan masyarakat Indonesia untuk memilih adalah berorientasi pada partai-partai besar yang sudah menokoh dan mungkin memiliki idealisme tertentu. Sehingga partai-partai kecil yang kurang menokoh akan tersingkir juga, lebih lagi sekarang setelah ada sistem parlementary tresshold, yang akan membuang partai yang pencapaiannya dibawah 2.5%.

Sehingga saran dan prediksi saya mungkin, ditahun-tahun mendatang partai politik di Indonesia jumlahnya di bawah 10, yang membedakan hanya idealisme yang dipegang partai tersebut, tidak seperti sekarang, hampir tidak bisa dibedakan idealisme yang satu dengan yang lain. Mungkin juga 9 partai yang lolos parlementary tresshold sekarang itu adalah partai-partai Indonesia mendatang.

Wallahu’alam…

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s