3 Hari di Benua Etam

Pada tanggal 7-9 Maret kemarin, aku dan atthar (kepala DSM Gamais ITB) pergi ke kalimantan, tepatnya samarinda, sebagai perwakilan Gamais dalam undangan training media dakwah dan workshop corel draw yang diadakan Universitas Mulawarman (UnMul). Samarinda sebagai ibukota provinsi kalimantan timur agak aneh menurutku, karena kota itu tidak memiliki jalur masuk udara, sebenarnya ada tapi hanya untuk pesawat-pesawat yang kecil. Wal hasil walaupun tujuan kami ke samarinda, jadi kami harus singgah terlebih dahulu di balikpapan. Karena ketika kami tiba di bandara sepinggan (bandar udara balikpapan) menjelang senja hari, maka kami pun segera meneruskan perjalanan ke samarinda dengan mobil jemputan yang telah disiapkan oleh teman-teman UnMul. Ketika perjalanan kami, sempat melihat, walaupun hanya melewati jendela mobil, matahari tenggelam di pantai melawai. Menyala merah!!

Jarak tempuh dari balikpapan ke samarinda sekitar 2 jam perjalanan, maka ketika tiba di penginapan kami di samarinda, sudah cukup larut, sekitar pukul 9 malam waktu setempat. Tidak banyak lagi yang kami lakukan, hanya sedikit persiapan dan diskusi tentang penyampaian training esoknya lalu kami pun tidur.

2

-Guest House Universitas Mulawarman (tempat kami menginap)-

3

-The Tropical Rain Forest Research Center (depan Guest House)-

Hari kedua merupakan hari tujuan kami pergi ke samarinda, yaitu training media dakwah dan pelatihan coreldraw. Acara yang diadakan UnMul ini, sebenarnya berlangsung selama 2 hari, tanggal 8 Maret 2009 dengan Gamais ITB sebagai pemateri dan 7 Maret 2009 dengan Tarbawi dan Kaltim Pos sebagai pemateri. Makanya acara ini juga menjadi sebuah penghargaan yang sangat luar biasa bagi Gamais ITB, karena diundang setara dengan pemateri lainnya yang bahkan sudah menjadi wadah independen dan juga mungkin sudah dikelola dengan lebih profesional. Maka yang ada dibenak kami adalah bagaimana bisa memuaskan ‘klien’ yang sudah mengundang kami ini.

4

-Materi ‘Memabangun Kampus Islami dengan Media’

5

-Workshop CorelDraw (peserta ikhwan)-

6

-Workshopp CorelDraw (peserta akhwat)-

Acara ini bertempat di sebuah Sekolah Mengengah Kejuruan(SMK) di samarinda, karenanya dari penginapan kami, yang letaknya sudah di dalam kompleks Universitas Mulawarman, kami pergi cukup jauh, diantar dengan motor oleh panitia acara ini. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sekitar 60 orang, cukup bervariasi, dari mulai siswa-siswa SMA sampai mahasiswa-mahasiswa universitas yang berada di samarinda.

7

-makan siang bersama peserta (dan kucing🙂)-

8

-Tim Gamais bersama ketua Pusdima UnMul (akh fadli)

9

-Tim Gamais bersama panitia PJK(Pelatihan Jurnalis Kampus)-

Selesai acara, hari sudah mulai gelap, jadi selesai penutupan, kami pun diantar kembali kepenginapan. Karena kami memutuskan untuk pulang tanggal 9 maret siangnya, maka sisa hari kami di samarinda adalah waktu-waktu yang bebas. Sehingga kami pun meyempatkan diri berkunjung kesekretariat Pusdima UnMul. Universitas Mulawarman sangat berbeda dari ITB, terutama dari wilayah demografisnya atau dalam bahasa yang sederhana luas wilayahnya. Luas UnMul mungkin lebih dari 10x Luas ITB, jadi untuk berkeliling kampus saja, kami harus mengendarai sepeda motor. Dengan luas yang seperti itu, maka pembangunan gedung-gedung kuliah masih terus dilakukan, meskipun demikian tetap masih banyak lahan, yang kami perhatikan masih kosong. Hanya sebagai lahan terbuka. Luar biasa! ITB?

Pusdima UnMul ternyata sedikit lebih tua dari usia Gamais ITB sendiri, Pusdima UnMul baru saja merayakan ulang tahun peraknya beberapa bulan yang lalu, sedang Gamais ITB baru berusia 22 tahun bulan Agustus 2009 nanti.

Jumlah kader terbina yang ada di Pusdima Unmul pun hanya sekitar 500 orang, dengan jumlah seluruh mahasiswa di kampus UnMul 20.000. Dibandingkan dengan di ITB, tentunya kami pun harus banyak bersyukur. Namun dengan jumlah kader yang sedemikian, seluruh BEM Fakultas dan BEMUN pun sudah terkondisikan, artinya jabatannya ketua ‘dipegang’ oleh kader dari Pusdima atau yang memiliki afiliasi keislaman yang sama. Dibandingkan dengan ITB, tentunya kami pun harus banyak beristigfar.

10

-Makan malam bersama pengurus Pusdima UnMul-

11 -Didepan Sekretariat Pusdima UnMul-

Hari terakhir kami di Samarinda pun kami habiskan dengan berkeliling kota. Menunggu matahari terbit di tepian Sungai Mahakam. Mengunjungi Islamic Center Samarinda, yang diakui terbesar se-Asia Tenggara, tempat yang sangat luar biasa dengan keindahan arsitektur masjidnya. Pergi ke pasar rakyat, membeli oleh-oleh.

121

-ditepian sungai Mahakam-

13

-Islamic Center Samarinda-

14

-Di depan piagam Peresmian Gedung Islamic Center-

15

-Daerah Citra Niaga, tempat belanja suvenir Khas Samarinda-

16 -snapshoot jalan kota Samarinda-

Demikian perjalanan kami selama 3 hari di benua etam, dimana sebuah keindahan berhasil menyeruakan relung hati kami yang kecil dan mengambil tempatnya sendiri dalam kenangan kami. Jika bukan kami setidaknya aku.

17

Ahad,15 Maret 2009

Panji Prabowo

Iklan

4 thoughts on “3 Hari di Benua Etam

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s