Sedikit tentang mentoring

Berbicara tentang mentoring, bagi saya adalah berbicara tentang pembentukan diri. Pembentukan diri yang saya maksud adalah pembentukan pola pikir, pembentukan sikap, pembentukan karakter atau umumnya dikatakan sebagai proses kedewasaan. Mentoring dapat berperan dengan baik dalam membentuk diri karena bentuknya memang dibuat ideal untuk hal tersebut. Proses pendidikan dalam lingkup yang lebih kecil dapat menimbulkan budaya berdiskusi yang lebih baik, karena dapat menggali lebih dalam tentang permasalahan tertentu dari sudut pandang yang berbeda di setiap orangnya.

Mentoring bukan ceramah

Mentoring Islam sebenarnya tiada beda dengan proses microteaching dalam silabus pendidikan masa kini ataupun FGD (Focus Group Discussion) dalam riset pemasaran, hanya nilai yang diangkat dan pembahasan yang didiskusikan di sini adalah Islam. Dan karena Islam itu luas, maka hal apapun yang dibahas di mentoring ini adalah termasuk di dalamnya. Untuk itulah kenapa dibuat koridor yang bernama silabus materi dan dibutuhkan mentor yang berkapabilitas. Sering kali hal ini yang dibuat salah kaprah, mentor yang mendapatkan silabus materi merasa berkewajiban untuk menyampaikan materi tersebut kepada kelompok mentoringnya, dan cara tercepat adalah dengan “berceramah”. Memang ada momen khusus untuk itu, tapi bukan berarti begitu seterusnya. Disuatu saat mentor harus menghidupkan suasana diskusi dan juga bisa berperan sebagai moderator yang memimpin dan mengarahkan jalannya diskusi agar tidak keluar dari koridor dan nilai yang disampaikan tetap terjaga.

Kenapa harus mentoring?

Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa mentoring adalah pembentukan diri menuju kedewasaan. Dengan mentoring seseorang tidak hanya sesederhana mendapatkan materi secara tekstual saja, melainkan juga mendapatkan pengalaman nyata, karena adanya proses diskusi dan pandangan-pandangan dari beragam sisi. Terkait dengan hal ini, mentoring juga bisa menjadi tempat kita belajar memahami cara berpikir dan karakter orang lain dan yang terpenting berusaha bersikap toleran terhadapnya. Karena adanya proses diskusi tersebut, mentoring juga bisa menjadi tempat kita berlatih untuk berkomunikasi, berlatih untuk menyampaikan pendapat dan gagasan. Dalam prosesnya yang simultan, mentoring ada kalanya bisa menjadi tempat untuk sharing atau berbagi masalah ataupun kebahagiaan, hal ini terjadi karena orang-orang di dalamnya sudah dekat secara emosional.

wallahu’alam

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s