Memaknai Ujian

Ba’da tahmid dan shalawat

Saudaraku, Sesungguhnya ujian dalam kehidupan adalah sebuah keniscayaan, Allah berfirman dalam AlQrur’an surat Al Baqarah ayar 214 :

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Ujian kehidupan tidak seperti ujian yang sering kita hadapi bersama di kelas-kelas, yang dapat diprediksi, dapat diduga, bahkan diberitahu waktu dan bahannya. Ujian kehidipan tidak diberitahu kapan datangnya dan apa bahannya, unpredictable. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, maka ketika ‘soal’ uijan itu datang, apa pun itu, kita bisa menghadapinya.

Kesengsaraan dan malapetaka adalah salah satu ujian dari Allah, maka kuatkanlah diri. Bentuk pribadi yang tangguh dan sabar dalam menyikapinya. Yakinkan dalam hati bahwa pertolongan Allah itu dekat, maka berusahalah untuk menggapainya yaitu dengan mendekatkan diri pada Allah.

Bentuk ujian yang lain adalah berupa kesenangan, sepert yang difirmankan Allah dalam surat Al-Imran ayat 14 :

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Ujian kesenangan kadang justru lebih berbahaya dari ujian kesengsaraan, karena melenakan, karena sering membuat lupa, karena malah mengikis iman. Karena itu, kuatkanlah yakinkanlah bahwa semua yang kita peroleh merupakan titipan Allah semata tak ada yang kita dapatkan sendiri, tidak ada yang hasil usaha kita sendiri, semuanya adalah atas izin Allah SWT.

Saudaraku, Allah akan memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan ini. Tentunya ujian tidaklah pernah mudah, karena ujian yang mudah tak mungkin pulan akan mendapatkan ganjaran yang hebat. Usaha yang kuat untuk hasil yang besar. Di sinilah letak hikmah sebuah ujian, yakni kita harus tetap bersabar dalam menjalani ujian kehidupan ini, baik diuji dengan kesengsaraan maupun dengan kesenangan, demi menggapai jannah-Nya.

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s