Rasion D’Etre

Dengan berakhirnya usia belasan, maka dimulainya babak baru dalam hidupku. 20 tahun. Mungkin jika dianalogikan  dengan sebuah novel, maka ini babak ini adalah Bab pertengahan novel, dimana konflik sedang meninggi, baik konflik batin maupun konflik dengan tokoh lainya. Analogi lain adalah sebuah film misteri, mungkin babak ini adalah babak dimana pemerannya, yang seorang detective, malah terbalik dicurigai menjadi tersangka.

Apa artinya? Artinya babak yang baru kumulai ini adalah babak penuh dengan ujian, babak yang mungkin akan memutar balikan arah hidupku, babak yang sangat menentukan ending dari sebuah kisah novel kehidupan, Apakah endingnya adalah kebahagiaan atau malah kenistaan? Sebagai pembaca yang baik, umumnya kita ingin ending yang baik, bukan ? begitu pulalah yang aku inginkan khusnul khatimah, akhir yang baik.

Maka untuk mencapai itu, aku merekonstruksi pemikiranku, menganalisis ulang lagi tujuan yang akan menentukan orientasi dari kehiupanku. Bukannya malah beranjak maju, malah aku berpikir mundur, malah mencari sebab dari sebuah akibat, bukannnya mencari strategi mencapai tujuan malah mempertanyakan kembali tujuan hidupku, bukan! Malah tujuan hidup manusia. Hanya karena intuisiku, ‘jika aku menemukan alas an aku hidup, maka aku menemukan tujuan aku hidup’, maka aku tetap melakukannya.

Akhirnya kenikmatan berpikirku mengantarkanku pada satu kalimat di AlQur’an “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaku” (AdzDzariat:56). Tercerahkanlah kembali diriku, bahwa memang tujuan manusia diciptakan adalah  hanya untuk beribadah kepada Allah.

Sebuah konsep tentang “tujuan diciptakannya manusia” menyelimutiku, maka berubahlah orientasiku, tidak sekedar pencapaian mimpi-mimpi dan target-targetku saja, tapi alas an kenapa mimpi itu kukejar, alas an kenapa ada hal-hal yang kutargetkan. Bahwa semua hal yang kulakukan di dunia ini adalah hanya untuk beribadah kepada Allah, bahwa alas an keberadaan, rasion d’etre, manusia adalah hanya untuk beribadah kepada Allah.
Wallahu’alam…

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s