Ikhlas

Permulaan amal adalah niat, dan syarat pertama diterimanya amal sebagai bentuk ibadah adalah niat yang ikhlas. Hasil akhir yang akan diperoleh seseorang akan sesuai dengan niat awalnya, ketika niatnya hanyalah untuk Allah maka ia akan mendapatkan ridho Allah. Perjuangan menegakkan bendera Islam, dengan memperjuangkan akidahnya, syariatnya, akhlaknya, dan peradabannya, merupakan bentuk ibadah dan taqarub kepada Allah. Karenanya keikhlasan niat menjadi hal yang fundamental bagi keberhasilan dan diterimanya amal tersebut. Sebab niat yang tercampuri akan merusak amal, mengotori jiwa, melemahkan barisan, dan menggagalkan pahala.

Orang yang ikhlas khawatir terhadap ketenaran namanya karena bisa menyebabkan berubah niatnya, karenanya dia akan selalu berusaha menyembunyikan setiap amalannya. Ia mengutamakan menjadi akar pada sebuah pohon jama’ah, yang menguatkan tanpa perlu dilihat orang. Orang yang ikhlas akan selalu merasa kurang dalam melaksanakan kewajiban Allah, karena hatinya tidak dirasuki oleh perasaan ghurur (tertipu) dan bangga oleh amalan-amalan yang telah dibuatnya. Orang yang ikhlas tidak berubah semangatnya terhadap dakwah saat menjadi pemimpin ataupun bawahan. Hatinya tidak disisipi penyakit suka tampil dan berambisi kepada kepemimpinan, malah terisi oleh kerendahan hati dan pengakuan atas keterbatasan dirinya. Orang yang ikhlas akan senang terhadap orang-orang yang berprestasi di dalam barisan dakwah, bukan menghalanginya, tanpa ada rasa kedengkian dan iri hati sedikitpun. orang yang ikhlas tidak akan menjadi malas atau berputus asa karena panjangnya jalan yang harus dilalui atau lamanya waktu untuk mendapatkan panen atas amalnya, karena ia beramal tidak untuk mencari keberhasilan atau kemenagan saja, melainkan mencari keridhaan Allah dan karena menjalankan perintah-Nya semata,

Seorang yang ikhlas adalah seseorang yang setiap perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya berorientasi kepada Allah semata, tanpa mempedulikan pangkat, keuntungan, prestise atau perhargaan orang lain. Dengan demikian maka konsep Allah Ghoyatuna bukan lagi menjadi pertanyaan, melainkan menjadi jawaban atas segala tindakannya.
“Katakanlah ‘Sesungguhnya shalatku,ibadahku,hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah) (Q.S. Al An’am : 162-163).

Iklan

2 thoughts on “Ikhlas

  1. Teruskan perjuangan, perjalananmu sungguh masih sangat panjang..!

    واستعينوا بالصبر والصلوة، وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين

  2. Seorang yg ikhlas juga seorang yg mau berjuang meskipun pada awalnya ia tak tahu bagaimana caranya, tapi ia akan sungguh-sungguh belajar untuk mengetahuinya…
    Selamat berjuang Panji, maaf selama ini lina tidak banyak membantu, tapi insya Allah ke depan lina sedang belajar bagaimana cara membantu Panji..
    Semangat y !!

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s