Konsistensi

Berbicara mengenai dakwah tentunya tidak bisa dilapskan dari yang namanya konsistensi. Pengertian Konsistens menurut KBBI adalah  tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya–dng ucapan. Namun bagaimanakah yang dimaksud konsistensi dalam dakwah. Setidaknya ada dalam Dakwah ada dua hal yang terkait dengan konsisten. Yang pertama adalah konsistensi diri. Hal ini merupakan prasyarat awal, artinya dalam dakwah dibutuhkan-secara individu- pribadi yang konsisten.

Yang saya maksud dengan konsistensi diri adalah representasi dari kekuatan iman, yaitu kekonsistenan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Syarat utama seorang yang berdakwah (Da’i) adalah memiliki konsistensi diri ini.Untuk berdakwah seseorang tidak sekedar hanya mengetahui kebenaran risalah-Nya tapi juga menjalaninya, sehingga kemudian dapat menyampaikannya secara menyeluruh. Know’s, Lead’s, Show’s the way. Dan keserasian dari pengetahuan, ketauladanan sikap, dan tekad untuk menyeru itulah yang merupakan bentuk dari konsistensi diri.

Setelah poin pertama yang jadi prasyarat pertama dari langkah pertama dalam berdakwah, maka selanjutnya atau yang kedua adalah menjaga konsistensi dalam berdakwah. Karena pada hakikatnya jalan dakwah adalah jalan yang sulit, penuh rintangan, dan juga panjang. Konsistensi dalam berdakwah merupakan pembuktian kepada waktu, pembuktian kepada kondisi, bahwa seperti apa pun kondisinya dan berapa pun waktu yang dibutuhkan, dakwah tidak akan pernah berhenti.

Untuk membentuk konsistensi dibutuhkan pemahaman yang integral terkait dengan tujuan dakwah dan dibutuhkan imunitas, karena itu menjadi penting pembinaan yang dilakukan secara berkala dan kontinu, serta penjagaan antara sesama pelaku dakwah. Sehingga tidak akan pupus semangat dan kehilangan arah ditengah jalan dakwah ini.

Konsistensi dalam berdakwah bukan berarti keadaan yang stagnan, tidak berubah, tapi bila terkait dengan strategi, merupakan keadaan yang dinamis. Perubahan yang selalu menuju kearah kebaikan, continuously improvement. Obat lama belum tentu mengobati penyakit baru.

5 thoughts on “Konsistensi

  1. entah ini nyambung ato enggak, yang pasti saat ini aku lagi mikirin soal konsistensi n tiba-tiba mentok di blog ini. numpang curhat yaaa…
    Menurutku yang paling penting dalam konsistensi (dalam hal apa aja) adalah keberanian mengambil tanggung jawab. Misalpun seseorang mendapat pembinaan yang baik, panjang dan dalam, tapi kalau dia gak berani mengambil tanggung jawab atas tindakannya, maka dia gak bakal bisa konsisten.

  2. Penggunaan kata Eksistensi, Kepribadian yang sangat menonjol dalam diri seorang mukmin adalah eksistensinya atas kebenaran, dan dia hanya bergantung pada tali Allah,… ya Istiqomahlah dalam prisip hidup.pedoman dan tujuan hidup

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s