sense berkarya…

Melihat capaian prestasi Mahasiswa ITB di Tingkat Nasional, semakin menguatkan teoriku, bahwa mahasiswa ITB sudah kehilangan sense untuk berkarya. Sebagai contoh lihat KRI dan KRCI serta kejuaraan Galelobot yang dadakan HMFT ITB tanggal 25-26 April 2008 kemarin, Dari 3 besar juaranya, juara 1 dan 2 direbut oleh UGM dan juara 3 oelh Gunadarma..(ITB bahkan kalah dari Gunadarma T.T)
Bukan kemampuannya yang kurang, tapi kemauannya yang tidak ada. Semangat berkarya itu lenyap ditelan tugas kuliah dan tuntutan akademik. Hal itu menyebabkan dominan mahasiswa ITB hanya berorientasi pada kuliah, dapat nilai bagus, lalu kerja diperusahaan asing dengan gaji yng besar. Sense untuk berkarya dan penelitian sudah luntur. Hanya kepentingan pribadi saja yang diutamakan (mungkin saya sendiri juga termasuk).
Sebenernya ini masalah yang cukup besar, karena semangat berkarya dan penelitian adalah bertujuan untuk pengabdian kepada masyarakat. Dan mahasiswa ITB termasuk kaum intelektual Indonesia, yang berperan sebagai midle calss yang bukan hanya mempermasalahkan kebijakan pemerintah, tapi juga memberi solusi yang inovatif. Dan jika semangat itu untuk berkarya itu tidak ada, bagaimana bisa membangun Indonesia jadi lebih baik. Padahal, mungkin suatu saat nanti kitalah akan memimpin peradaban di Indonesia ini. Apakah juga dengan keegoisan dan kepentingan pribadi?

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s