Memanfaatkan Momentum

Perubahan adalah side effect dari sebuah momentum. Artinya sebuah momentum akan mengakibatkan perubahan. Yang kadang berujung pada kebaikan kadang pula sebaliknya.

Mari sejenak kita lihat peristiwa atau momentum kalahnya jepang oleh pasukan sekutu pada tahun 1945, hal ini mengakibatkan perubahan status Indonesia dari negara terjajah menjadi negara merdeka. Stop sampai di sini. Apakah hal tersebut terjadi secara serta merta? Tidak, harus ada seseorang yang melihat dan menyadari sebuah peristiwa atau momentum adalah sebuah kesempatan dan memanfaatkan kesempatan menjadi itu menjadi gaya pendukung. Dalam hal ini Soekarno dan pemikir intelek pada masa itu, berhasil melakukannya, sehingga akhirnya membawa bangsa ini kepada kemerdekaan.

Kemampuan melihat momentum sebagai kesempatan dan memanfaatkannya sebagai gaya positif. Kemampuan tersebutlah yang harus diadaptasi gerakan dakwah dan  harus terinternalisasi ke setiap kadernya. Karena pada hakikatnya fungsi  gerakan dakwah adalah ‘menerjemahkan nilai-nilai ke dunia fakta’-Anis matta-, tentunya nilai islam tidaklah bertentangan dengan realisasinya. Kita harus yakin akan hal ini karena islam adalah rahmatan lil alamin.

Jika kita dapat melihat momentum yang tepat dan mensinergiskan dengan nilai-nilai Islam yang akan diangkat, tentu proses penerjemahannya atau kadar keberterimaannya kepada objek dan sasaran dakwah kita akan optimal.

Untuk membentuk kemampuan tersebut, setiap kader dakwah harus mampu berpikir kritis terhadap permasalahan dan peristiwa yang terjadi; kemudian mampu melihatnya tidak hanya dari satu sisi, tapi dari berbagai sisi; lalu menganalisanya menjadi satu kesimpulan induktif; kemudian merumuskannya kedalam gagasan yang terintegrasi ke dalam risalah kebenaran; yang terakhir adalah membawa gagasan tersebut ketataran realita.

Hal ini sangatlah penting, karena apabila bukan dari seseorang sisi kita yang mampu melihat dan menyadari momentum adalah kesempatan dan mampu memanfaatkan kesempatan itu menjadi gaya pendukung untuk mengangkat nilai-nilai kebenaran, maka seseorang dari sisi lain akan siap melakukannya, dan nilai yang diangkat pun sebaliknya.
wallahua’lam

Iklan

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s