Amanah

Amanah

Sekiranya seorang manusia dipanggil sebagai seorang penyapu sampah, dia harus menyapu sama sebagaimana Michelangelo melukis atau Beethoven memainkan muziknya, ataupun Shakespeare menulis puisinya. Dia harus menyapu dengan begitu baik sekali sehingga semua yang terdapat di syurga dan dunia akan berhenti dan berkata disinilah tempat tinggal seorang penyapu sampah yang paling hebat, yang telah melakukan kerjanya dengan baik sekali.

Dakwah adalah sebuah kapal layar, yang penggeraknya adalah tiupan semangat serta ‘aziimah;tekad para pelayarnya, yang tujuannya adalah kejayaan islam . Setiap manusia dalam kapal ini memiliki perannya tersendiri, ada yang menjadi kapten kapal, ada yang menjadi navigator, ada yang menjadi juru masak, ada yang menjadi penjaga buritan, dan sebagainya. Dan peran-peran tersebut harus tersinergiskan dalam sebuah hirarki yang baik.

Agar kapal layar itu tetap dapat berlayar dengan lancar, setiap orang harus menjalankan perannya dengan maksimal. Juru masak tentunya harus mengurus hal masak-memasak bukan menentukan arah kapal,yang menjadi tugas navigator, walaupun bukannya tidak mungkin juru masak tersebut juga mumpuni dalam hal tersebut. Tapi karena juru masak itu telah sadar betapa penting tugas memasak yang ia lakukan, sehingga ia melakukannya dengan maksimal.

Pada taraf tertentu peran dapat dipadankan dengan amanah. Dalam menjalankan amanah, kita pun harus profesional dan maksimal, walaupun mungkin sering terkesan kecil dan tak berarti. Tapi harap diingat apakah motor dengan mesin terhebat pun dapat berjalan tanpa ban?

Fenomena yang sering terjadi saat ini adalah ‘pilih-pilih’ amanah, sehingga apabila seseorang diberikan amanah yang tidak disukainya yang terjadi adalah amanah itu tidak dikerjakan dengan baik dan akhirnya terbengkalai. Dan apabila fenomena ini terjadi di strata yang lebih tinggi, akan berakibat fatal pada keberlangsungan dakwah ini.

Karena itu agar dapat menjalankan amanah dengan maksimal,  yang perlu dihadirkan adalah pemahaman tentang urgensi amanah tersebut, kemudian diperlukan sikap ikhlas dalam menjalankan amanah tersebut. Lalu buang jauh-jauh pikiran bahwa amanah yang kita emban adalah amanah yang kecil dan tak berarti. Dan yang paling penting adalah kemampuan para qiyadah untuk melihat potensi dan kapasitas jundinya agar amanah dapat terdistribusi dengan tepat. The right man in the right place.
Wallaahu a’lam.

**

One thought on “Amanah

  1. kadang itu para pemimpin asal tunjuk dan kasih amanah padahal ga pas sm akunya. dikerjain sih ttep dikerjain, cm jd ga menghatati.🙂

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s