Memanfaatkan Momentum

Perubahan adalah side effect dari sebuah momentum. Artinya sebuah momentum akan mengakibatkan perubahan. Yang kadang berujung pada kebaikan kadang pula sebaliknya.

Mari sejenak kita lihat peristiwa atau momentum kalahnya jepang oleh pasukan sekutu pada tahun 1945, hal ini mengakibatkan perubahan status Indonesia dari negara terjajah menjadi negara merdeka. Stop sampai di sini. Apakah hal tersebut terjadi secara serta merta? Tidak, harus ada seseorang yang melihat dan menyadari sebuah peristiwa atau momentum adalah sebuah kesempatan dan memanfaatkan kesempatan menjadi itu menjadi gaya pendukung. Dalam hal ini Soekarno dan pemikir intelek pada masa itu, berhasil melakukannya, sehingga akhirnya membawa bangsa ini kepada kemerdekaan.

Kemampuan melihat momentum sebagai kesempatan dan memanfaatkannya sebagai gaya positif. Kemampuan tersebutlah yang harus diadaptasi gerakan dakwah dan  harus terinternalisasi ke setiap kadernya. Karena pada hakikatnya fungsi  gerakan dakwah adalah ‘menerjemahkan nilai-nilai ke dunia fakta’-Anis matta-, tentunya nilai islam tidaklah bertentangan dengan realisasinya. Kita harus yakin akan hal ini karena islam adalah rahmatan lil alamin.

Jika kita dapat melihat momentum yang tepat dan mensinergiskan dengan nilai-nilai Islam yang akan diangkat, tentu proses penerjemahannya atau kadar keberterimaannya kepada objek dan sasaran dakwah kita akan optimal.

Untuk membentuk kemampuan tersebut, setiap kader dakwah harus mampu berpikir kritis terhadap permasalahan dan peristiwa yang terjadi; kemudian mampu melihatnya tidak hanya dari satu sisi, tapi dari berbagai sisi; lalu menganalisanya menjadi satu kesimpulan induktif; kemudian merumuskannya kedalam gagasan yang terintegrasi ke dalam risalah kebenaran; yang terakhir adalah membawa gagasan tersebut ketataran realita.

Hal ini sangatlah penting, karena apabila bukan dari seseorang sisi kita yang mampu melihat dan menyadari momentum adalah kesempatan dan mampu memanfaatkan kesempatan itu menjadi gaya pendukung untuk mengangkat nilai-nilai kebenaran, maka seseorang dari sisi lain akan siap melakukannya, dan nilai yang diangkat pun sebaliknya.
wallahua’lam

5 Bola Kehidupan

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara.

Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.

Tetapi empat bola lainnya yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya

Bagaimana caranya?

  1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.
  2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti
  3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di ‘masa lampau’ atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
  4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
  5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
  6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
  7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata “tidak mungkin saya temukan”. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya ‘sayap’.
  8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
  9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.


Dan akhirnya :

MASA LALU adalah SEJARAH , MASA DEPAN merupakan MISTERI dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam bahasa Inggris SAAT INI disebut “The Present”.

Free your heart from hatred? Free your mind from worries. Live simply.? Give more. Expect less.

dikutip dari: http://www.dudung.net

UAS

UAS yang bertubi-tubi akhirnya datang juga..Teman2 mohon doanya…
Selasa, Probabilitas dan Statistik
penilaian dikelas ini, secara distribusi. jadi pasti bakal ada yang ga lulus. Denger dari tahun lalu, 1 kelas 30 org lulus, 31 org gagal.. tolong doanya…T.T

Rabu, Konversi Energi dan Sistem Logika Digital
Klo bisa konsentrasi ngerjainnya sih, lumayan, cuma waktu belajarnya aja yg agak sempit..

jadi teman2,klo kalian peduli dan sayang padaku..tolong doakan agar aku sukses di semua UAS ini, dan mendapatkan hasil yang terbaik..
Aamiiin

tentang sahabat

Tentang sahabat

“Wa’alaikumussalam..
Ya..Jalan ini memang panjang dan melelahkan dan seolah semua persoalan menumpuk tak terselesaikan. Namun bukankah..
‘Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya’
Ini adalah kerja peradaban…”

Kubaca penggalan e-mail dari sahabatku ini, tersentak ku tersadar, alhamdulillah aku masih di jalan ini. Menyenangkan rasa bila melihat masih banyak orang-orang yang peduli dan berjuang di jalan Allah. Rasanya itu sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan penatku.

Kita tidaklah sekuat yang kita banggakan, tak pernah sehebat prasangka kita sendiri, tak pernah setangguh bayang-bayang idealisme. Tak perlu sesumbar untuk memuji ketangguhan diri, karena sesungghunya hati ini sudah menolak untuk menerima hal itu. Hanya seonggok manusia kerdil yang begitu angkuh, yang menolak mempunyai sahabat untuk menemaninya walau sebatas doa.

Banyak orang yang bilang bahwa sahabat itu adalah orang yang saat kita terbang dia terbang bersama kita dan saat kita jatuh dia jatuh bersama kita. Atau dalam redaksi yang lebih baik saat kita tertawa dia tertawa dan saat kita menangis dia menangis. Tapi menurut saya, sahabat itu orang mengingatkan kita agar kita bersyukur saat kita bahagia dan mengingatkan kita agar bersabar saat kita bersedih. Kalau dua-duanya jatuh, siapa yang nolong siapa??

Kita bukanlah malaikat yang jauh dari kemaksiatan. Kita juga bukanlah Rasul yang terpelihara dari dosa. Dan yang pasti kita tidak ingin menjadi syaitan yang mengabdikan dirinya pada neraka. Kita manusia adalah malaikat bersayap satu, baru bisa terbang dengan gagah bila bersama. Dalam kebersamaan yang saling mengingatkan.

Kita butuh sahabat, kita butuh teman yang senantiasa mengingatkan kita. Bukannya tidak boleh berjalan sendiri, namun saat semakin derasnya hujan dan angin yang bertiup, bukankah kehadiran sahabat dapat lebih membantu memegangi payung yang nyaris terbawa angin?

“Ya..jalan ini panjang tapi syurga menunggu kita di ujungnya..
Tetap Semangat…Cayo..”

Amanah

Amanah

Sekiranya seorang manusia dipanggil sebagai seorang penyapu sampah, dia harus menyapu sama sebagaimana Michelangelo melukis atau Beethoven memainkan muziknya, ataupun Shakespeare menulis puisinya. Dia harus menyapu dengan begitu baik sekali sehingga semua yang terdapat di syurga dan dunia akan berhenti dan berkata disinilah tempat tinggal seorang penyapu sampah yang paling hebat, yang telah melakukan kerjanya dengan baik sekali.

Dakwah adalah sebuah kapal layar, yang penggeraknya adalah tiupan semangat serta ‘aziimah;tekad para pelayarnya, yang tujuannya adalah kejayaan islam . Setiap manusia dalam kapal ini memiliki perannya tersendiri, ada yang menjadi kapten kapal, ada yang menjadi navigator, ada yang menjadi juru masak, ada yang menjadi penjaga buritan, dan sebagainya. Dan peran-peran tersebut harus tersinergiskan dalam sebuah hirarki yang baik.

Agar kapal layar itu tetap dapat berlayar dengan lancar, setiap orang harus menjalankan perannya dengan maksimal. Juru masak tentunya harus mengurus hal masak-memasak bukan menentukan arah kapal,yang menjadi tugas navigator, walaupun bukannya tidak mungkin juru masak tersebut juga mumpuni dalam hal tersebut. Tapi karena juru masak itu telah sadar betapa penting tugas memasak yang ia lakukan, sehingga ia melakukannya dengan maksimal.

Pada taraf tertentu peran dapat dipadankan dengan amanah. Dalam menjalankan amanah, kita pun harus profesional dan maksimal, walaupun mungkin sering terkesan kecil dan tak berarti. Tapi harap diingat apakah motor dengan mesin terhebat pun dapat berjalan tanpa ban?

Fenomena yang sering terjadi saat ini adalah ‘pilih-pilih’ amanah, sehingga apabila seseorang diberikan amanah yang tidak disukainya yang terjadi adalah amanah itu tidak dikerjakan dengan baik dan akhirnya terbengkalai. Dan apabila fenomena ini terjadi di strata yang lebih tinggi, akan berakibat fatal pada keberlangsungan dakwah ini.

Karena itu agar dapat menjalankan amanah dengan maksimal,  yang perlu dihadirkan adalah pemahaman tentang urgensi amanah tersebut, kemudian diperlukan sikap ikhlas dalam menjalankan amanah tersebut. Lalu buang jauh-jauh pikiran bahwa amanah yang kita emban adalah amanah yang kecil dan tak berarti. Dan yang paling penting adalah kemampuan para qiyadah untuk melihat potensi dan kapasitas jundinya agar amanah dapat terdistribusi dengan tepat. The right man in the right place.
Wallaahu a’lam.

**

Demokrasi Subtantif

Secara Prosedural memang demokrasi diwujudkan melalui pemilihan langsung para wakil rakyat di lembaga negara. Tapi apakah hanya dengan hal ini, kita berpikir bahwa demokrasi telah berjalan secara subtantif ?

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita pahami bersawa apa demokrasi subtantif itu sebenarnya. Menurut Jeff Hayness, demokrasi substantif menempati ranking paling tinggi dalam penerapan demokrasi. Demokrasi substantif memberi tempat kepada rakyat jelata, kaum miskin, perempuan, kaum muda, golongan minoritas keagamaan dan etnik, untuk dapat benar-benar menempatkan kepentingannya dalam agenda politik di suatu negara. Dengan kata lain, demokrasi substantif menjalankan dengan sungguh-sungguh agenda kerakyatan, bukan sekadar agenda demokrasi atau agenda politik partai semata. Agenda-agenda rakyat menjadi basis pijakan keberadaan partai politik dalam melakukan proses-proses politik, baik di level eksekutif maupun legislatif.

Dan kita lihat di Indonesia pemilihan langsung adalah sebuah langkah besar bagi Indonesia yang beru saja berusaha menerapkan sistem demokrasi (yang sebenarnya), tapi apakah sudah berjalan dengan subtantif ? Menurut saya belum, karena sementara ini agenda kerakyatan masih terwarnai oleh agenda demokrasi atau bahkan agenda partai politik. Kepentingan yang diambil atau dibuat tidak bersumber pada murni kepentingan rakyat, tapi tertutup oleh kepentingan kelompok dalam hal ini partai politik. Baca lebih lanjut

bush hid the facts

Coba teman-teman coba buka notepad  dan tuliskan kalimat bush hid the facts, kemudian save dimanapun dengan nama apapun, kemudian close aplikasi notepad tsb..Kemudian buka kembali file yg telah teman-teman save..Waalaaah apa yang terjadi!!!

semua tulisannya berubah, bukan lagi bush hid the facts..

Kenapa begini, apakah ada konspirasi dengan gedung putih!?!?
Mmm..konspirasi, itu isu yang beredar selama bertahun-tahun di internet..

Tapi ternyata, coba Anda buka lagi aplikasi notepad, kemudian ketikan kalimat jane can not dance atau that dog can stand atau budi tkt jth cinta atau xxxx xxx xxx xxxxx , ternyata hal yang sama terjadi…
jadi sudah jelaskan!!! atau belum?? klo gw susun seperti ini

bush hid the facts
jane can not dance
budi tkt jth cinta
xxxx xxx xxx xxxxx

4-3-3-5

Nah..itu, ternyata kalimat yang berpola 4-3-3-5 jika disave di notepad dan dibuka kembali akan berubah.
Masalah baru timbul jika berkas tersebut dibuka oleh Notepad itu sendiri. Sebelum membuka berkas tersebut, Notepad berusaha untuk mendeteksi encoding yang digunakan. Ternyata proses deteksi ini mengalami kesalahan jika berkas yang dimaksud mengandung kalimat dengan pola 4-3-3-5 karakter. Akibatnya berkas yang disimpan dalam encoding ANSI tersebut dibuka dalam encoding UTF-16. (dari berbagai sumber)

Jadi sama sekali bukan karena konspirasi..
atau jika memang ada konspirasi,tidak mungkin konspirasinya bisa dibuktikan hanya dengan…yaah notepad.

Palestina, Pelanggaran HAM yang tak pernah diadili…

10 Desember hari HAM sedunia, euforia perayaan bebasnya hak asasi manusia sedunia dari tekanan atau interfensi dari siapapun, dari apapun. Benarkah??
Di sebuah negeri nun jauh, pelanggaran atas hak asasi masih berlangsung, malah telah dilegalkan oleh konstitusi yang berlaku. Palestina. Meraung-raung, terseok-seok, kemudian terinjak-injak kebebasannya di depan mata dunia yang masih acuh tak acuh.
Di sana sepulang sekolah anak kecil bertempur melawan prajurit terlatih yang memanggul AK47 hanya dengan ketapel. Di sana pemuda berperang menghadapi mesin penghancur -tank- hanya dengan bongkahan batu di genggaman tangannya. Lawan yang seimbang bukan? Di sana seorang ibu yang melepas anak pergi sekolah, harus bersiap menerima kembali anaknya dalam balutan kain kafan.
Tentunya itu semua terjadi atas dasar “DEMI PERDAMAIAN DUNIA”, faktanya jadi terbalik. Jadi siapa yang menindas siapa.
Media mengatakan “Ini masalah SARA, masalah agama, tidak perlu kita ikut campur”. Salah..ini masalah dunia, masalah kita bersama, masalah pelanggaran dan penindasan hak asasi, yang dilakukan terang-terangan, bahkan secara masal. Penindasan yang terjadi mencoreng moreng wajah dunia dengan arang yang paling hitam.
Lalu kemana organisasi yang katanya berfungsi menjaga perdamaian dunia? Mati kutu di bawah adidaya kekuasaan.
Dimana kata-kata “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus DIHAPUSKAN”? Tidak ada tindakkan aplikatifnya.
Oooh.. sekarang saya tahu, jadi masalah ‘perdamaian dunia’, ‘penjajahan yang harus dihapuskan’, dan ‘kebebasan HAM’ baru kita serukan dan kita bela, jika kita adalah objek penderitanya. Kalau bukan kita yang tertindas tidak usah ambil pusing dan peduli.
**
Seegois dan seapatis itukah kita??

Intifadah dan sejarahnya.. .

dari milist aska_06

oleh:

nuraeni_yusfi@yahoo.com

INTIFADAH: “pemberontakan” (bhs Arab), adalah nama untuk perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok orang Palestina, yang bersenjatakan batu-batu, melawan salah satu musuh terbesar dunia, yaitu orang yang menjawab lemparan batu itu dengan peluru, roket, dan rudal.

Intifadah pertama memasuki panggung politik pada 1987, dimulai dengan pemuda Palestina yang membalas pembunuhan enam anak-anak Palestina oleh tentara-tentara Israel .

1993, Intifadah menghadapi tanggapan yang sangat keras dari Israel, berdasar prinsip bahwa “kekerasan melahirkan kekerasan,” Timur Tengah kembali terjatuh ke dalam kekacauan. Sepanjang masa ini, perhatian dunia tertuju pada kasus anak-anak yang tempurung kepalanya pecah dan tangan-tangan mereka dipatahkan oleh para tentara Israel .

Orang-orang Palestina, dari yang paling muda hingga yang paling tua, menentang kekerasan militer Israel dan penindasan dengan sambitan batu apa pun yang dapat mereka temukan. Sebagai balasannya, tentara Israel secara besar-besaran memberondongkan senjatanya: menyiksa, mematahkan tangan, dan menembaki lambung dan kepala orang-orang dengan tembakan senapan.

Pada tahun 1989, sebanyak 13.000 anak-anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel .

Apa pun alasannya, memilih cara kekerasan tidak pernah memecahkan persoalan. Dan kembali, kenyataan penting harus dicamkan ketika merenungkan tanah tempat Intifadah terjadi. Pertama-tama, karena diperkuat oleh keputusan PBB, tentara Israel menggunakan kekuatan yang, sejalan dengan hukum internasional, seharusnya dijauhi. Meskipun sudah diperkuat aturan, jika Israel menuntut agar keberadaannya di tanah ini diterima, cara menunjukkannya tentu bukan dengan membunuh orang-orang tak berdosa. Karena semua orang yang waras pastilah sepakat, jika salah bagi orang-orang Palestina memilih kekerasan, maka pastilah juga salah bagi tentara-tentara Israel membunuh mereka. Setiap negara memiliki hak membela diri dan melindungi dirinya, namun apa yang telah terjadi di Palestina jauh dari sekedar membela diri.

Kesepakatan Oslo tahun 1993, Israel dan PLO duduk bersama di meja perundingan. Pada pertemuan ini, Israel mengakui Yasser Arafat untuk pertama kalinya sebagai perwakilan resmi rakyat Palestina.

Setelah Intifadah pertama mencapai puncaknya dalam kesepakatan damai, rakyat menunggu dengan sabar perdamaian dan keamanan kembali ke wilayah Palestina. Penantian ini berlanjut hingga Sepetember 2000, ketika Ariel Sharon, yang dikenal sebagai “Penjagal dari Libanon,” melakukan kunjungan yang menghebohkan ke Mesjid al-Aqsa bersama puluhan polisi Israel. Kejadian ini memicu bangkitnya Intifadah al-Aqsa.

Sejak awal September 2000 hingga Desember 2001, sebanyak 936 orang Palestina tewas (angka-angka ini bersumber dari Organisasi Kesehatan Palestina). Sepanjang pertikaian, satuan-satuan tentara Israel menjadikan banyak warga sipil, termasuk anak-anak yang pulang sekolah sasaran pengeboman dengan helikopter.

Di Palestina, di mana 70% penduduk terdiri atas kalangan muda, bahkan anak-anak pun telah mengalami perpindahan, pengusiran, penahanan, pemenjaraan, dan pembantaian semenjak pendudukan tahun 1948. Mereka diperlakukan seperti warga kelas dua di tanahnya sendiri. Mereka telah belajar bertahan hidup dalam keadaan yang paling sulit. Renungkanlah fakta-fakta berikut ini: 29% dari orang yang terbunuh selama Intifadah al-Aqsa berusia di bawah 16 tahun; 60% dari yang terluka berusia di bawah 18; dan di wilayah tempat bentrokan paling sering terjadi, paling tidak lima anak terbunuh tiap hari, dan setidaknya 10 orang terluka.

Dalam The Palestine Chronicle, wartawan-penulis Ruth Anderson menggambarkan beberapa kejadian tak berperikemanusiaan dalam Intifadah al-Aqsa: Tak ada yang menyebutkan seorang lelaki muda yang baru menikah yang pergi berdemonstrasi hanya untuk menjadi martir, meninggalkan pengantin wanitanya menjadi janda. Tak ada yang menyebutkan pemuda Palestina yang kepalanya diremukkan oleh orang Israel dan tangannya dipatahkan sebelum ia secara brutal dijagal. Tak ada yang menyebutkan seorang anak kecil berusia 8 tahun yang tertembak mati oleh tentara Israel . Tak ada yang mengatakan bagaimana para pemukim Yahudi, yang dilengkapi dengan berbagai jenis senjata dan disokong oleh pemerintah Barak, menyerang desa-desa Palestina dan mencabuti pohon-pohon zaitun dan membunuh orang-orang sipil Palestina. Tak ada yang menyebutkan bayi-bayi Palestina yang meninggal ketika rumah mereka dibom dengan serangan udara atau orang yang dihujani oleh peluru Israel ketika dipindahkan ke tempat aman. Setiap orang tahu bahwa bayi-bayi tidak bisa melempar batu. Setiap orang tahu kecuali orang-orang Israel dan Amerika.

Apakah Penghancuran Mesjid al-Aqsa Merupakan Tujuan Sebenarnya?

Untuk memahami pentingnya Mesjid Aqsa dan Yerusalem dan sekitarnya bagi orang-orang Israel , penting artinya meninjau wilayah ini dari kaca mata Zionis. Kepercayaan Yahudi yang telah dipolitisir secara radikal menilai bahwa masa yang dimulai dengan Zionisme akan berlanjut hingga datangnya al-Masih.

Namun, untuk mencapai tujuan ini, orang Yahudi radikal percaya bahwa tiga kejadian penting harus terjadi. Pertama, sebuah negara Israel merdeka harus didirikan di Tanah Suci dan penduduk Yahudinya harus meningkat. Pindahnya orang Yahudi ke Tanah Suci secara terencana telah diwujudkan oleh para pemimpin Zionis semenjak awal abad kedua puluh. Di samping itu, Israel menjadi sebuah bangsa dengan negara merdeka di tahun 1948. Kedua, Yerusalem dicaplok pada tahun 1967 dalam Perang Enam Hari, dan pada 1980, diumumkan sebagai “ibu kota abadi” Israel . Yang ketiga, dan satu-satunya syarat yang masih harus dipenuhi, adalah pembangunan kembali Kuil Sulaiman, yang dimusnahkan 19 abad yang lalu. Yang masih tersisa darinya adalah Tembok Ratapan. Akan tetapi, hari ini ada dua tempat ibadah Islam di atas tempat ini: Mesjid Aqsa dan Qubbah as-Sakhrah. Agar orang Yahudi dapat membangun kembali kuil tersebut, kedua tempat ibadah ini harus dihancurkan.

Halangan terbesar melakukannya adalah umat Islam dunia, khususnya Palestina. Sepanjang mereka masih ada, orang-orang Israel tidak dapat menghancurkan kedua tempat ini. Oleh karena itu alasan sebenarnya bentrokan yang akhir-akhir ini menjadikan jalanan berdarah lagi bisa ditemukan dalam impian Zionis ini. Seperti telah kita tekankan sebelumnya, bagaimanapun Yerusalem sama pentingnya untuk Muslimin maupun umat Kristiani. Karena alasan ini, kota ini, yang suci bagi Yahudi, Kristen, maupun Islam, tidak dapat sepenuhnya diberikan ke tangan Zionis.

Satu-satunya pemecahan masalah yang kelihatannya sudah macet ini adalah menemukan suatu cara agar warga Yahudi, Kristen, maupun Islam dapat hidup bersama dalam damai dan aman. Sepanjang sejarah, hanya pemerintahan Islami yang berhasil melakukannya, sehingga hanya orang Islam yang akan mampu melakukannya di masa depan. Israel , dengan sikapnya yang menghina orang Islam maupun Kristen, hanya bisa membawa teror dan ketidaktertiban pada Yerusalem dan sekitarnya.

Demikian pula, semua perundingan antara pejabat Israel dan Palestina tidak berhasil dilakukan dalam persoalan Yerusalem. Semenjak Israel didirikan di tahun 1948, berbagai pemecahan telah diusulkan untuk Yerusalem: Menyatakan kota Yerusalem yang netral dan bebas, kedaulatan bersama Israel dan Yordania, sebuah pemerintahan yang terdiri atas perwakilan semua agama, memberikan hak tanah pada warga Palestina dan udara serta hasil bumi untuk Israel, dan banyak usulan serupa itu. Namun , Israel menolak semuanya dan akhirnya merebut Yerusalem dengan kekuatan dan mengumumkannya sebagai “ibu kota abadi” Israel . Sepanjang Israel menolak menghapus kebijakan kekerasannya yang telah berkepanjangan, menarik dirinya dari Daerah Pendudukan, atau berunding dengan rakyat Palestina, kedudukan Yerusalem di masa depan dan semua masalah terkait lainnya tidak dapat dipecahkan.