jump to navigation

My Hero November 11, 2009

Posted by panji prabowo in Ceritaku, Syair.
Tags: ,
add a comment

Jasamu Guru

Cipt : M. Isfanhari

 

Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa

Kita jadi tau beraneka bidang ilmu dari siapa

Kita jadi pintar dididik pak guru

Kita bisa pandai dibimbing bu guru

Gurulah pelita penerang dalam gulita

Jasamu tiada tara…….

Balita 2 Tahun Memiliki Kecerdasan Setara Einstein October 14, 2009

Posted by panji prabowo in Dari media.
Tags: ,
1 comment so far

oscar-DLM

Oscar Wrigley, balita usia 2 tahun ini bukan sembarang balita. Balita asal Reading, Inggris ini memiliki nilai IQ 160. Setara dengan IQ si jenius Albert Einstein.

Kejeniusan Oscar mulai nampak saat ia mampu berbicara di usianya yang baru menginjak 9 bulan. Di usia 18 bulan dia mampu menghafal alfabet dari A sampai Z. Bahkan dia menguasai ribuan kosakata saat usianya menginjak 2 tahun. Padahal, balita seusia dia umumnya baru menguasai sekitar 50 kosakata.

“Kosakatanya menakjubkan. Dia mampu mengucapkan kalimat kompleks. Suatu hari dia mengatakan kepadaku ‘Ibu, sosis seperti berpesta di mulutku’,” terang ibu Oscar, Hanna seperti dikutip detikcom dari news.com.au, Rabu (14/10/2009).

Oscar lahir secara normal. Dia adalah anak dari pasangan ahli IT, Joe (29) dan ibu rumah tangga Hanna (26) yang tinggal di Reading, Inggris.

Keajaiban Oscar ini membuat ia diterima di Mensa, sebuah organisasi internasional bagi orang-orang yang memiliki IQ superior.

Jurubicara Mensa, John Stevenage mengatakan jika Oscar adalah anak termuda yang bergabung dengan komunitas yang mensyaratkan anggotanya memiliki IQ minimal 148 ini.

(Rez/sho)

sumber : http://www.detiknews.com

Siang hari diperempatan lampu merah September 3, 2009

Posted by panji prabowo in Ceritaku, Syair.
Tags: ,
add a comment

Siang hari diperempatan lampu merah
Anak-anak putus sekolah berdendang sengau
Serak suara mereka
Mencari tangan-tangan baik yang mau membagi receh
Yang nyatanya harus dipilah juga untuk jatah preman dan makan siang

Sementara ayah-ayah mereka tersungkur di sudut gang pasar
Masih tercium sisa alkohol ramuan sendiri, bekas tadi malam
Atau sebagaian yang lain sedang meringkuk dalam bui
memelas kepada sipir “saya tidak bersalah pak, keadaan yang memaksa”

Sementara ibu-ibu mereka tidur siang
Kelelahan menjadi penghangat bagi dinginnya malam,
Menjadi selimut bagi pejabat-pejabat busuk tak bermoral

Sementara pejabat busuk tak bermoral itu
Sedang ceramah di sebuah hotel mewah
Ceramah kepada orang-orang kaya negeri ini
Berbicara lancar tentang kemiskinan dan pendidikan
“wajib belajar  bagi seluruh anak negeri ini” teriaknya lantang
Kemudian memohon dengan senyum munafik
“untuk itu kami butuh bantuan dari bapak-bapak sekalian”

Meraka menjadi termarjinalkan
Meraka menjadi terasing
Mereka menjadi wajar ada di negeri ini
Mereka menjadi wajib ada di negeri ini
karena siapa,salah siapa..

***
Masih siang
Masih diperempatan lampu merah
Masih dengan anak-anak yang bernyanyi sengau
Jakarta 29 agustus 2009
Panji Prabowo

Destyana Cory Prastiti_4_anak-jalanan-gino(sumber gambar : http://e-pendidikan.depdiknas.go.id/eduReporter/images/Destyana%20Cory%20Prastiti_4_anak-jalanan-gino.jpg)

Sajak Anak Muda July 5, 2009

Posted by panji prabowo in Syair.
Tags: ,
add a comment

Sajak Anak Muda
oleh: W.S Rendra

Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang,
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.

Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,
karena tidak diajar filsafat atau logika.

Apakah kita tidak dimaksud
untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan
untuk menjadi alat saja ?

inilah gambaran rata-rata
pemuda tamatan SLA,
pemuda menjelang dewasa.

Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.

Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.

Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.

Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,
tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya,
menikmati masa bodoh dan santai.

Di dalam kegagapan,
kita hanya bisa membeli dan memakai
tanpa bisa mencipta.
Kita tidak bisa memimpin,
tetapi hanya bisa berkuasa,
persis seperti bapak-bapak kita.

Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri.
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ?
Kita hanya menjadi alat birokrasi !
Dan birokrasi menjadi berlebihan
tanpa kegunaan –
menjadi benalu di dahan.

Gelap. Pandanganku gelap.
Pendidikan tidak memberi pencerahan.
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap.
Orang yang hidup di dalam pengangguran.

Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.

Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah
akan terlihat sebagai bulan.

Mengapa harus kita terima hidup begini ?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter,
dianggap sebagai orang terpelajar,
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.
Dan bila ada ada tirani merajalela,
ia diam tidak bicara,
kerjanya cuma menyuntik saja.

Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara,
sementara hukum dikhianati berulang kali.

Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik,
sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.

Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca.
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.
Dan bila luput,
kita memukul dan mencakar
ke arah udara

Kita adalah angkatan gagap.
Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar.
Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.
Kita adalah angkatan yang berbahaya.

(Pejambon, Jakarta, 23 Juni 1977 )

Almamaterku… February 12, 2009

Posted by panji prabowo in Dari media.
Tags: ,
add a comment

Siswa kelas 1 SMA 12, Klender, Jakarta Timur, Kevin Soedyatmiko (15), mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas dalam lomba Fisika tingkat dunia. Ajang ke-5 International Zhautyqov Olimpiad yang dilaksanakan pada 14-20 Januari lalu di kota Almaty, Kazakhstan ini diikuti 89 peserta dari 16 negara.

Menurut penuturan Kevin, turnamen yang diikutinya ini sebenarnya untuk peserta tingkat kelas 3 SMA. Pemilik intelligent quantity (IQ) 154 itu tidak mengalami kesukaran karena sejak kecil menyenangi hitung-hitungan.

“Bila menghadapi kejuaraan, saya justru semakin semangat karena akan menemukan soal-soal yang berbeda dari sekolah,” ungkapnya. Pemegang sabuk hitam tae kwondo itu ini akhirnya dapat menyelesaikan soal-soal teori dan eksperimen dalam lomba itu. Keberhasilannya itu pun otomatis membawa harum nama SMAN 12, Klender, Jakarta Timur.

Bakat Kevin sebenarnya sudah terpantau oleh fisikawan Indonesia, Yohannes Surya, Ketika duduk di kelas V SD Penabur, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kevin pun lantas diikutkan dalam pelatihan Tim Olimpiade Fisika Indonesia olehnya. Ketika duduk di kelas VI, namanya tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai orang Indonesia termuda yang menjuarai Olimpiade Matematika Internasional, di Bangkok, Thailand.
Anak pasangan Johannes Handoyo dan Maria ini sejak duduk di sekolah dasar menurut orangtuanya, selalu juara apabila mengikuti perlombaan matematika. “Kevin pasti keluar sebagai Juara pertama atau yang terbaik,” ungkap ayahnya.

Anak pertama dari dua saudara itu jarang menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Warga Jalan Janur Elok, Kelapa Gading itu hobinya kalau di rumah cuma baca atau main piano saja. Kevin hanya menikmati televisi untuk menonton siaran berita. “Sinetron dan acara nyanyi-nyanyi ga pernah,” tandasnya.

Kepala SMA 12, Jahidin, mengatakan Kevin selalu peringkat satu di kelasnya. Dia juga memiliki nilai 99 untuk mata pelajaran matematika dan fisika. Jahidin mengaku bangga memiliki murid yang bisa mengibarkan Sang Merah Putih di ajang internasional. “Semoga bisa menularkan pengalaman dan ilmunya kepada teman-temannya yang lain,” katanya.

SMA 12 yang telah berdiri 44 tahun pernah menjadi tempat menuntut ilmu bagi sederet nama beken, seperti Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni, Wali Kota Jakarta Timur Murdhani, artis Lusy Rachmawati, dan Berliana Febriyanti. “Pak Yohanes Surya juga sekolah di sini, dia yang rekomendasi saya masuk sini,” ujar Kevin.

Peran dari Yohanes Surya sebagai pakar Fisika yang selalu mencari bibit-bibit unggulan di bidang matematika dan fisika sangatlah penting. “Saya dibimbing oleh beliau yang selalu memberikan pelatihan, supaya kemampuan kita terus terasah,” ungkapnya.

Kevin mengaku suka matematika dan fisika karena selalu merasa tertantang untuk mengetahui pemecahan soal-soal yang ada. “Itu yang membuat saya suka matematika dan fisika. Saya ingin terus belajar dan punya keinginan melanjutkan kuliah di Amerika,” tukasnya. (Isfari Hikmat/Sindo/ mbs)