dia telah pergi December 21, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku.Tags: Diri, Keluarga
1 comment so far

“Asw…mas,mengko mati k’tabrak mbl td sore!!
Baca sms dari adikku ini, langsung hilang moodku, tadi mw makan sambil nonton fly me to the moon malah jadi tidur-tiduran ga penting. Sedih banget.
Kucingku yang ini namanya mengkokomeng felix alexander II. walaupun bukan yang paling lucu, tp dy paling manja..selalu yang nyapa aku paling dulu, dipintu kalo aku pulang ke jakarta, ngikuti aku terus di rumah, kayak dy “kangen lho,kok jarang pulang sih” T.T
Hmm..sedih bgt, karena wktu kutanya adikku, ternyata dy udh langsung dikubur, jadi ga sempet liat lagi.
Huuhuuhuu…Selamat tinggal mengko…
7 Juli July 9, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku.Tags: Keluarga
add a comment
kasih Ibu
kepada beta
tak terhingga
sepanjang masa…
7 Juli kemarin, Ibuku milad, dan seperti biasa aku dan adikku ingin menghadiahkannya sesuatu. Tapi ketika ditanya ‘mau hadiah apa bu??’.
Beliau menjawab ‘ga usah lah!! Yang orang tua harapin diusia seperti ini, cuma kesuksesan anak2nya, semoga jadi anak yg soleh dan solehah’
Benar2 dahsyat tidak ada permintaan egois, tidak ada pengharapan untuk dirnya sendir. Subhanallah.. Maha Suci Allah yang telah menciptakan hati seorang Ibu.
Kasih Ibu seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir. Kasih Ibu itu selalu berputar dan senantiasa meluas, menyentuh setiap yang ditemuinya. Melingkupinya seperti kabut pagi, menghangatkan seperti mentari siang, dan menyelimutinya seperti bintang malam.
Kalau begitu yg bisa kulakukan agar engkau bahagia adalah berdoa dan berusaha mewujudkan doamu..
Selamat Ulang tahun Bu..
purnama… June 22, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku.Tags: Keluarga
2 comments
Akhirnya mulai juga liburan panjang, dan akan kumulai dengan kumpul bersama keluarga. Ada sedikit cerita menarik tentang keluargaku..
Masing2 anggota keluargaku adalah orang2 suka sibuk (atau sok sibuk) dengan urusannya sendiri2, Tapi kalo udah kumpul bener2 bisa cair semua..Dan entah udah jadi tradisi atau engga adalah bulan purnama,salah satu hal yang bisa mengumpulkan kita (kayk srigala aja ye..). Jadi kalo sekitar tengah bulan dan bulan hampir penuh, kita sekeluarga tuh pada ngumpul di teras depan rumah. Walaupun awalnya semua pada sibuk dengan urusannya masing2..kalo sudah ada aba-aba yng muncul “eh..bulannya bagus deh..”,yang menggema diseluruh sudut rumah, entah dari aku,ibu,ayah atau adik, pasti semua kegiatan yang kita lakukan berhenti dan pada ngumpul diluar. Bermacam obrolan pun mengalir begitu saja, dari mulai makanan kucing sampe neokolonialisme habis dibahas. Atau malah ga bicara sama sekali, seolah masing2 anggota keluarga sdh saling memahami dan kita ramai2 cuma berada dalam keheningan menikmati bulan.Obrolan hati mungkin…
klo lagi dibandung atau lg jauh dari mereka, memang yang biasa kulakukan kalo lagi kangen sama mereka adalah ngeliat purnama. Soalnya jadi keyakinan tersendiri bahwa saat aku ngeliat bulan, keluargaku juga melakukan hal yang sama. Keyakinan dimanapun bulan yang kulihat dan yang mereka lihat adalah sama. Tidak terikat oleh jarak. Hanya dengan memandang bulan, seolah hati2ku dan mereka bertemu. ada ikatan tersendiri..sulit untuk dijelaskan.
Dan malam kemarin,akhirnya kumpul lagi dengan keluarga..kebetulan tengah bulan jadi bisa menikmati purnama bareng2 lagi..
mengkokomeng felix alexander April 1, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku, Tulisan Lepas.Tags: Keluarga, Renungan
1 comment so far
Pada zaman dahulu kala, ada seseorang tua yang sangat miskin.
Terpuruk menatapi kemiskinannya, ketika berjalan di tengah hutan ia menemukan seekor kucing berbulu emas yang sangat indah. Ia segera membawanya pulang mengharapkan peruntungan segera datang baginya.
Dia ingin memberi nama yang spesial bagi kucing tersebut agar peruntungan segera datang baginya. Ia pun meminta nasehat kepada kepala-kepala suku setempat.
Dia berkata, “Saya ingin memberi nama kucing ini Kucing Harimau, bagaimana menurut anda?”
Seorang kepala suku berkata, “Ah, keberanian harimau kalah dengan keberanian seekor naga, mengapa tidak kau namai saja Kucing Naga?”
Seorang kepala suku kedua berkata, ” Tidak diragukan lagi, naga lebih gagah dibandingkan harimau, namun naga membutuhkan awan yang mengambang untuk membumbung tinggi di langit, bukankan awan lebih mulia, beri nama saja Kucing Awan”.
Kepala suku ketiga berkata, “Benar sekali awan dapat menutupi langit, tapi awan akan segera hilang begitu angin bertiup. Angin lebih kuat dari awan. Namai saja kucingmu Kucing Angin.”
Kepala suku keempat berkata, “Ah, seberapa kuat angin sekalipun tidak bisa menembus tembok. Beri nama saja kucingmu Kucing Tembok.”
Kepala suku kelima segera berkata, “Seberapa kokoh tembok sekalipun, seekor tikus bisa membuat lubang di tembok. Bagaimana mungkin tembok bisa mengalahkan tikus. Nasehat saya, beri nama saja kucingmu itu Kucing Tikus”
Orang tua itu semakin bingung dan akhirnya berkata, “Ah dodol kalian semua… sudahlah aku kasih nama kucing saja, kok kucing malah jadi tikus?”
____
cuma mw bilang kucingku namanya..mengkokomeng felix alexander..
lucu bgt ya…


