jump to navigation

Kisah Siti Khoiyaroh* June 3, 2009

Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.
Tags: , ,
2 comments

Gedebuk! Tangis melengking Siti Khoiyaroh (4 tahun) terasa menyayat. Tubuhnya terempas ke aspal. Rombong bakso ibunya, Sumariah, jatuh terjungkal.

Tubuh mungil Siti melepuh tersiram kuah bakso mendidih dan bara arang. Sementara tubuh Sumariah tertahan jambakan tangan kasar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya. Tangis Sumariah dan Mat Naki, suaminya, menjadi-jadi setelah menanti selama delapan hari, si mungil kesayangannya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya.

Nasib naas juga menimpa seorang pekerja seks komersial (PSK) di Tangerang. Takut dikejar petugas Satpol PP, ia menceburkan diri ke sungai, menyelamatkan diri. Perempuan malang ini tewas tenggelam.

Kekerasan negara

Itulah sejumput kecil deretan nasib rakyat miskin yang tersingkirkan dari jalanan kota di seantero negeri. Berbagai kekerasan negara terhadap kaum marjinal—rakyat yang melata mempertahankan hidupnya, yang tidak tahu pasti apa yang bisa dimakan esok—terus terjadi.

Khoiyaroh, si mungil yang melata di jalanan kota bersama ibunya mencari sesuap nasi, harus terenggut nyawanya akibat kekerasan negara melalui tindakan Satpol PP atas nama penertiban perda terhadap pedagang kaki lima yang dikategorikan liar, mengganggu keindahan kota. Begitu pula nasib malang sang PSK.

Tindak kekerasan Satpol PP Kota Surabaya bukan hanya terhadap Khoiyaroh. Belum lama ini, istri seorang jurnalis sebuah surat kabar di Surabaya mengalami naas, terkena operasi penertiban kartu tanda penduduk (KTP). Sang istri wartawan didapati tidak membawa KTP. Tanpa ampun, dia diangkut ke Kantor Satpol, dituduh sebagai PSK yang sedang mencari mangsa.

Sang suami pun mencak-mencak. Penjelasan bahwa perempuan itu istrinya dengan bukti KTP yang beralamat sama tidak digubris petugas Satpol PP. Bisa dibayangkan aib yang suami-istri ini terima. Kasus ini memicu unjuk rasa wartawan Surabaya terhadap Satpol PP dan pemerintah kota. Meski telah dilaporkan ke polisi, kelanjutan perkara ini tak jelas juntrungan-nya.

Berbagai tindakan ala premanisme petugas Satpol PP dalam melaksanakan penertiban di sejumlah kota akhir-akhir ini sungguh mencuatkan ironi. Nasib Khoiyaroh adalah gambaran telanjang sebuah tragedi wong cilik, pada saat semua politisi di negeri ini menepuk dada sebagai pejuang dan pembela ekonomi kerakyatan. Bahkan, semua calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung Juli mendatang pun pidato berbusa-busa mengukuhkan diri sebagai pembela ekonomi kerakyatan, membela wong cilik, antineoliberalisme.
Siti Khoiyaroh yang melata bersama ibunya dari subuh hingga larut malam menapaki jalanan kota, berjualan bakso, adalah pelaku ekonomi kerakyatan. Merekalah rakyat yang benar-benar rakyat, yang mengalami ketidakberdayaan akibat termarjinalisasi, terdevaluasi, terampas, dan mengalami pembungkaman.

Tewasnya Siti Khoiyaroh akibat tindak kekerasan ”polisi perda” adalah paradoks, sekaligus ironi terhadap pembelaan ekonomi kerakyatan. Penyingkiran wong cilik dari denyut ekonomi kerakyatan di jalanan kota adalah sama dengan memberikan stempel pada dahi mereka, ”Anda adalah pesakitan karena bukan bagian dari pasar”. Bukankah ini sikap neolib?

Terampas dan terbungkam

Para pedagang kaki lima, pekerja sektor informal, bahkan PSK, pun adalah segelombang rakyat yang berjuang keras untuk bertahan hidup dari hari ke hari tanpa berniat merecoki negara. Namun, atas nama peraturan daerah dengan misi ketertiban dan keindahan kota, atas nama ekonomi pasar, supermarket, hipermarket, mal, para aktor ekonomi kerakyatan itu adalah borok yang harus disingkirkan.

Sumariah, ibu Siti Khoiyaroh, mengalami keterampasan dan pembungkaman atas nasibnya. Ia tidak saja kehilangan rombong bakso tumpuan hidupnya, tetapi juga putri semata wayangnya. Inikah bukti ekonomi kerakyatan yang dipidatokan para pemimpin? Di manakah suara pembela wong cilik yang dikampanyekan para politisi itu?

Saat semua orang berseru, singkirkan neoliberalisme dari visi dan misi para calon pemimpin negeri, Satpol PP di seantero negeri secara telanjang justru menunjukkan, mereka adalah ujung tombak penegakan neoliberalisme, paham yang mendewakan ”fundamentalisme pasar” sebagai hukum yang paling hukum. Sedangkan pelaku ekonomi kerakyatan—pedagang kali lima, pekerja sektor informal di jalanan kota—bukan bagian dari pasar.

Di benak mereka, pasar sebenarnya adalah mal, supermarket, hipermarket, dan sejenisnya. Itulah yang harus dibangun, dilindungi pemerintah, dan diberi tempat terhormat. Lantas, Sumariah, si pedagang bakso dan berlaksa-laksa pedagang jalanan lain yang merayapi penjuru kota, cuma sejenis kutu yang dianggap mengganggu keindahan dan ketertiban kota. Di manakah gaung pidato pembela ekonomi kerakyatan para pemimpin itu harus dirumahkan? Mungkinkah pidato itu berumah di rombong Sumariah?
*Penulis :

Hotman M Siahaan-Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Surabaya

Misteri Stimulus Obama,Dari mana uangnya? February 6, 2009

Posted by panji prabowo in Dari media.
Tags: ,
add a comment

Pekan lalu, Barack Obama bersama Blue Dog Coalition, mengajukan anggaran stimulus pemulihan ekonomi negaranya sebesar $819 milyar. Jumlah yang fantastis, dan menunjukan bagaimana sebenarnya hancurnya perekonomian di negara kongsi terbesar Israel itu. Pekan ini di Davos, Swiss, Forum Ekonomi Dunia bertanya-tanya, dari mana dana itu didapat?

Yang paling ketar-ketir kebanyakan negara-negara Eropa. Bagaimana tidak, selama ini negara-negara seperti Spanyol, Yunani dan Inggris lah yang biasanya diutangi oleh AS.

Persoalan stimulus AS ternyata lebih banyak didiskusikan di Davos, bukannya di Washington. Ini berarti negara-negara peserta Forum Ekonomi Dunia sangat ketakutan akan rencana besar AS ini. Bayangkan saja, dalam jangka hanya dua tahun, maka AS akan mengeruk dana stimulus sampai $1 trilyun. Menurut banyak pengamat ekonomi dunia, kondisi ini akan semakin membuat perekonomian negara-negara lain menjadi terpengaruh. Misalnya saja, nilai poundsterling Inggris akan jatuh di bawah dollar, sesuatu yang tak pernah terjadi selama 23 tahun belakangan ini.

Selain itu, ternyata dalam forum ini, AS juga menekan negara-negara yang hadir agar menyetujui pinjaman kelak. Niall Ferguson, seorang sejarawan di Universitas Harvard mengatakan, “Hanya ada dua cara bagi AS dalam hal ini, mencetak uang lagi atau meminjam talangan dana.” Tapi, Ferguson menambahkan, dalam situasi resesi seperti ini hampir tidak mungkin melakukan peminjaman luar negeri. Sedangkan mencetak uang lagi juga akan semakin memperkeruh perekonomian AS.

“Ini sebuah krisis keuangan besar bagi AS. Sebanyak 355% produk AS mengalami kehancuran. Tak akan bisa diselesaikan dengan utang luar negeri.”

Jadi, untuk mendapatkannya, mau pakai cara apa, Obama?

(sa/iht)

sumber : www.eramuslim.com

Inflasi Zimbabwe July 31, 2008

Posted by panji prabowo in Dari media, Tulisan Lepas.
Tags: ,
14 comments

Ini bukan cek atau tiket atau kupon undian senilai 500 juta dollar melainkan satuan Mata Uang Zimbabwe yang baru saja di cetak pada Mei 2008

Ya Uang pecahan 500 juta dollar zimbabwe itu hanya bernilai 2 Dollar Amerika. Atau di Indonesia setara Rp. 20.000,- Untuk Sekali Makan pecel lele plus jus alpukat.

Zimbabwe saat ini pemegang rekor inflasi terbesar di dunia yaitu 2,200,000 % (2,2 juta persen!), parahnya lagi harga-harga melambung begitu cepat hanya dalam hitungan menit bahkan detik tak heran jika karyawan toko-toko di zimbabwe begitu sibuk mengganti label harga jika terjadi perubahan harga. Mei 2008

Pada tanggal 20 Juli 2008 ini bank Zimbabwe juga menerbitkan pecahan uang sebesar 100 Milyar Dollar! yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia.
Zimbabwe memang memegang banyak rekor dunia, tapi sayang semua rekor itu tidak ada yang membanggakan. Karena Inflasi besar-besaran tersebut, makanya keadaan ekonomi di sana kacau balau.Lihat saja kehidupan masyarakat disana ini yang terjadi :

harga barang di pasar zimbabwe, harganya itu waw


mau beli sayuran

mau beli telor ayam


mau beli ayamnya

kalo mau makan direstoran

eh habis makan haus, trus mau beli

kalo gajian harus nyewa tukang becak buat bawanya

pengemis & gelandangan disana kaya kaya

kalo gak mau bawa duit banyak2 ya harus dituker ke us dollar, gini nih caranya

untung kita hidup di indonesia, kalo disana mau chatting, ke warnet harus bawa :

Lumpur Sidoarjo dan Orang Terkaya January 7, 2008

Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.
Tags: ,
add a comment

Sebuah fakta yang mengejutkan adalah Aburizal Bakrie terdata sebagai orang terkaya, sementara persoalan lumpur panas di Sidoarjo yang disebabkan oleh bocornya pipa PT Lapindo Brantas, notabene pemiliknya adalah Aburizal bakakrie, tak jua kunjung selesai.

Menurut perjanjian Aburizal bakrie harus mengganti 50% kerugian masyarakat, dan 50% lainnya dari kas negara, karena dianggap sebagai bencana alam. Agak aneh, menurut saya, karena persoalan ini sudah jelas adalah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh PT lapindo sendiri, kenapa harus dikategorikan sebagai Bancana alam. Harusnya total kerugian ditanggung oleh PT Lapindo itu sendiri. toh Pemiliknya juga orang terkaya dengan kekayaan USD 5,4 milyar, pasti masih sangat berlebih untuk mengganti kerugian warga. Bahkan media pun seolah menyetujui hal ini, karena di awal tragedi ini mereka masih menyebutnya sebagai ‘lumpur lapindo’ tapi semakin ke sini mereka menyebutnya ‘lumpur sidoarjo’.

Tapi jika memang sudah ditetapkan seperti itu, yang jadi masalah adalah waktu, Kapan biaya ganti rugi itu akan turun?. Karena semakin hari, keadaan pengungsian di sana semakin memburuk ; bentuk ganti rugi, yang diganti adalah harta mereka yang hilang dengan sejumlah uang, lalu dimana mereka akan tinggal? karena sampai saat ini penyelesaian luapan lumpur itu juga tak kunjung terlihat.

40 Orang Terkaya Indonesia January 6, 2008

Posted by panji prabowo in Dari media.
Tags:
9 comments

Berikut adalah 40 orang terkaya Indonesia versi Forbes Asia

1. Aburizal Bakrie dan keluarga : 5,4 miliar dolar AS
2. Sukanto Tanoto (perusahaan April dan Asian Agri): 4,7 miliar AS
3. R Budi Hartono: 3,14 miliar dolar AS
4. Michael Hartono: 3,08 miliar dolar AS (Budi Hartono dan Michael Hartono, dua saudara kandung yang memiliki saham di perusahaan rokok Djarum dan BCA)
5. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga (Sinar Mas Group): 2,8 miliar dolar AS
6. Putera Sampoerna dan keluarga (Sampoerna Strategic): 2,2 miliar dolar AS
7. Martua Sitorus (Wilmar International): 2,1 miliar dolar AS
8. Rachman Halim dan keluarga (Gudang Garam): 1,6 miliar dolar AS
9. Peter Sondakh (Rajawali Group): 1,45 miliar dolar AS
10.Eddy William Katuari dan keluarga (Wings Group): 1,39 miliar dolar AS

11. Anthoni Salim & keluarga (1,3 miliar dollar AS)
12. Mochtar Riady & keluarga (950 juta dollar AS)
13. Murdaya Poo (900 juta dollar AS)
14. Arifin Panigoro & keluarga (880 juta dollar AS)
15. Hary Tanoesoedibjo (815 juta dollar AS)
16. Trihatma Haliman (790 juta dollar AS)
17. Sjamsul Nursalim & keluarga (550 juta dollar AS)
18. Chairul Tanjung (450 juta dollar AS)
19. Paulus Tumewu (440 juta dollar AS)
20. Prajogo Pangestu (420 juta dollar AS)

21. Soegiharto Sosrodjojo & keluarga (335 juta dollar AS)
22. Sutanto Djuhar & keluarga (350 juta dollar AS)
23. Hadi Surya 345 juta dollar AS)
24. Aksa Mahmud (340 juta dollar AS)
25. Harjo Sutanto & keluarga (315 juta dollar AS)
26. Soegiarto Adikoesoemo & keluarga (310juta dollar AS)
27. Husein Djojonegoro & keluarga (305juta dollar AS)
28. Kartini Muljadi (260 juta dollar AS)
29. Edwin Soeryadjaya (250 juta dollar AS)
30. Jusuf Kalla (230 juta dollar AS)

31. Tan Kian (225 juta dollar AS)
32. Ciputra (205 juta dollar AS)
33. Bambang Trihatmodjo (200 juta dollar AS)
34. George & Sjakon Tahija (195 juta dollar AS)
35. Kris Wiluan (185 juta dollar AS)
36. Eka Tjandranegara & keluarga (170 juta dollar AS)
37. Alim Markus & keluarga (140 juta dollar AS)
38. Husein Sutjiadi (135 juta dollar AS)
39. Jakob Oetama (130 juta dollar AS)
40. Boenjamin Setiawan (120 juta dollar AS)