Update Pemilu Rektor ITB October 26, 2009
Posted by panji prabowo in Dari media, InHarmoniaProgressio.2 comments
1. Adang Surahman, Prof.Dr.Ir., M.Sc : Wakil Rektor Bidang Akademik ITB, Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)–ITB
2. Akhmaloka, Dr : Dekan Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA)– ITB
3. Deny Juanda Puradimaja, Prof.Dr.Ir., DEA : Ketua Satuan Penjaminan Mutu ITB, Ketua Kelompok Keilmuan Geologi Terapan, FITB, Kepala Bappeda Jawa Barat (co–assignment)
4. Indra Djati Sidi, Ph.D : Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)–ITB, Ketua Dewan Pembina Klub Guru Indonesia
5. Suhono Harso Supangkat, Prof.Dr.Ir., M.Eng, CGEIT : Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Industri ITB, Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)– ITB, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika
lihat berita sebelumnya : 10 bakal calon rektor itb 2010-2014
10 Bakal Calon Rektor ITB 2010-2014 September 12, 2009
Posted by panji prabowo in Dari media, InHarmoniaProgressio.Tags: Kepemimpinan
add a comment
PRESS RELEASE
Majelis Wali Amanat ITB memutuskan 10 Bakal Calon Rektor ITB 2010-2014
Bandung, 12 September 2009.
Majelis Wali Amanat (MWA) ITB melalui sidang pleno yang diadakan pada tanggal 12 September 2009 Jam 09.00-11.00 telah memutuskan 10 nama Bakal Calon Rektor ITB 2010-2014 dari 22 Nomine. Sidang pleno dipimpin oleh Ketua MWA Yani Panigoro dan dihadiri anggota MWA yang terdiri dari wakil masyarakat, wakil mahasiswa, wakil pegawai, wakil Senat Akademik, wakil dari Gubernur Jawa Barat, dan Rektor ITB.
Kesepuluh Bakal Calon tersebut adalah :
1. Adang Surahman, Prof.Dr.Ir. M.Sc
2. Akhmaloka, Dr.
3. Deny J.Puradimaja, Prof.Dr.Ir. DEA
4. Ichsan Setya Putra, Dr.Ir.
5. Intan Ahmad, Dr.
6. Indra Djati Sidi, Ph.D .
7. Irwandy Arif, Prof.Dr.DEA, MSc
8. Isnuwardianto, Dr. Ir.
9. Rizal Z. Tamin, Prof.Dr.Ir.
10. Suhono H Supangkat, Prof.Dr.Ir. M.Eng, CGEIT
“Sidang pleno MWA berlangsung dengan sangat terbuka dimana para anggota MWA sangat proaktif dalam menyampaikan pendapatnya”, menurut Yani Panigoro.
Sebelum masuk ke Sidang Pleno MWA, 22 Nomine mengikuti proses diskusi panel yang dilaksanakan pada tanggal 8-10 September 2009. Panelis terdiri dari Prof. Hariadi P. Soepangkat (tokoh Senior ITB-mantan Rektor ITB 1980-1988), Prof. Hariono A. Tjokronegoro dan Prof. Enri Damanhuri (wakil Majelis Guru Besar ITB), Prof. Tommy Firman dan Prof. Alibasyah Siregar (wakil Senat Akademik ITB), Betti S. Alisjahbana dan HS. Dillon, PhD (wakil Majelis Wali Amanat ITB). Faktor-faktor yang di lihat dalam panel diskusi meliputi integritas, komitmen, kepemimpinan yang arif (termasuk keberpihakan), jiwa kewirausahaan (termasuk kreativitas dan inovasi), wawasan, kemampuan managerial, dan pengalaman memimpin lembaga pendidikan dan penelitian. Betti Alisjahbana, ketua panel diskusi, mengatakan bahwa proses berlangsung sangat kondusif. Banyak Nomine muda yang sangat luar biasa dan berpotensi menjadi pemimpin ITB masa depan.
Kesepuluh Bakal Calon Rektor tersebut akan mengikuti proses pemilihan rektor selanjutnya yang terdiri dari :
| Proses di Senat Akademik (SA) | 10–30 Oktober 2009 |
| Interaksi masyarakat dengan Bakal Calon | 10 Oktober 2009 |
| Interaksi SA dengan Bakal Calon | 17 Oktober 2009 |
| Proses Seleksi di MWA | 20 Nov–5 Des 2009 |
Info lebih lanjut :
Dapat dilihat di dokumen terlampir, situs: http://rektorkita. itb.ac.id, dan contact person Dr. Benno Rahardyan di 022–2510500 dan email panitia@rektorkita. itb.ac.id
Semester 6 February 5, 2009
Posted by panji prabowo in Ceritaku, InHarmoniaProgressio.Tags: Diri
2 comments
Minggu pertama kuliah disemester baru selesai juga akhirnya. Ya, semester ini aku Cuma kuliah 4 hari, senin-kamis, jumat kosong melompong. 20 sks kuliah pun yang kuambil disemester ini cukup menyenangkan dan cukup menyulitkan (huh!). Namun default nilai untuk semua mata kuliah pun sudah diberikan para dosen dan itulah juga yang menjadi targetanku,
Kontrol Otomatik : A
Sensor dan Akuator : A
Akustik : A
Pemrosesan Sinyal : A
Analisis Termal : A
Mekanika Fluida : A
Lab.TF 4 : A
Semoga defaultnya tetap(ga turun) dan targetku tercapai..Amiiin…
***
Objektifku jadi semakin kabur nih…waktu awal kuliah di teknik fisika objektifku adalah jadi instrument engineer . Namun kemudian belajar tentang fisika material, lalu jadi tertarik dan ingin memperdalam, pengen jadi ahli material gitu. Lalu kemudian tingkat berikutnya mulai mengenal fisika bangunan and directly falling in love ke Fisika bangunan, sedimikian sehingga pengennya jadi ahli akustik dan pencahayaan. Lalu kini, semester ini bertemu sama kontrol otomatik, sensor dan sinyal, jadi balik lagi pengen jadi ahli kontrol dan instrumentasi.
Semakin bingun..semakin bingung..tahun depan udah harus milih mau TA di Lab yang mana?? Seandainya2…bisa nyoba semua Laboratoriumnya dulu. Jadi bisa puas belajar semua ilmu-ilmunya. Tapi kuliah Cuma 4 tahun..huhuhu.. Jadilah ini pilihan yang sulit.
Bolos Kuliah!!Mmm..Boleh,tapi.. August 30, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku, InHarmoniaProgressio.Tags: Diri
2 comments
Sebagai orang yang cukup sibuk (alaaah…),sejujurnya kau ga bisa masuk full klo kuliah. Walaupun banyak yang bilang ke aku klo kuliah tuh prioritas uama.Oke sepakat, tapi bagiku banyak yang bisa urutan prioritas, terutama keadaan yang mendesak apalagi menyangkut orang secara masal. karena itu bagiku ga masalah untuk cabut atau mabal kuliah asal alasannya oke..
Naah..Menurutku ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan atau dipikirkan oleh anda sekalian sebelum cabut;
1.Alasan
Yang menurutku boleh dijadikan alasan untuk cabut kuliah adalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, atau keadaan yang harus memaksa kita ada disana, klo ga ada kita ga bisa berjalan dengan baik. Dan satu lagi alasan klasik sih, yaitu sakit(tergantung penyakitnya juga sih). Jadi klo cuma malas dan ngantuk ga boleh bolos.
2.MataKuliah
“Yang paling mengetahui kemampuan anda ialah anda sendiri”.Karena itu sebelum cabut kuliah, ukurlah kemampuan anda terhadap mata kuliah tersebut, apakah anda masih bisa mengejar dikuliah berikutnya atau mengejarnya dirumah. Klo rencana anda akan dikejar dirumah,maka buat jadwal khusus untuk itu.
3.Kondisi Perkuliahan
Sebelum mabal, anda harus benar2 tahu kondisi perkuliahan anda. apakah hari itu Kuis? apakah kehadiran anda telah melebihi 80%? apakah dosen anda sering mengadakan kuis dadakan? Hal2 seperti itu yg harus anda ketahui, atau setidaknya anda punya teman yg baik, yang selalu mengingatkan anda. Jadi anda harus selalu bersiap sedia mengubah rencana mabal anda dan segera kembali kuliah, kecuali anda mereasa mampu tidak ikut 1 kuis anda masih bisa mengejarnya di kuis lain atau di UTS.
Jika setelah mempertimbangkan hal diatas,anda tetap memilih cabut, maka ada beberapa peraturan (versiku lho y..:-)),
1.Tetap Jujur (tidak nitip absen)
Percuma saja mabalnya dengan alasan hajat hidup orang banyak,biar kesannya muliah,tapi caranya tdak baik(nitip absen,pen). Lagian bahanya klo ketahuan.
2.Perhitungan yang matang
Terkait dengan pemahaman anda dengan kondisi perkuliahan dari presentase penilaian dan presensi anda. Berikut adalah tabulasi, jatah bolos 20% per SKS.
Kuliah (SKS)–>Jatah Bolos (Hari)
1–>3
2–>3
3 (2x pertemuan)–>6
3 (1x pertemuan)–>3
4–>6
3.Pemilihan waktu yang tepat
Jika terbentur dengan kuliah 3 sks yang memakai 2x pertemuan, maka cabutlah di kuliah yang 2jam krn waktu yang anda manfaatkan untuk cabut lebih banyak tapi tetap terhitung 1x mabal. Jadi lebih untung :p . Dan lagi waktu yang 1 jam 70% dosen itb menggunakannya untuk kuis.
Terkait dengan pemilihan waktu juga, terutama terhdap dosen yang sering mengadakan ujian mendadak, maka anda harus memiliki intuisi yang tepat.
Itu semua hanyalah, pemikiranku belaka. Jika bermanfaat maka ambil, jika tidak maka tidak usah kau lara.
There’s all folks
sense berkarya… April 29, 2008
Posted by panji prabowo in InHarmoniaProgressio, Tulisan Lepas.Tags: Mahasiswa
add a comment
Melihat capaian prestasi Mahasiswa ITB di Tingkat Nasional, semakin menguatkan teoriku, bahwa mahasiswa ITB sudah kehilangan sense untuk berkarya. Sebagai contoh lihat KRI dan KRCI serta kejuaraan Galelobot yang dadakan HMFT ITB tanggal 25-26 April 2008 kemarin, Dari 3 besar juaranya, juara 1 dan 2 direbut oleh UGM dan juara 3 oelh Gunadarma..(ITB bahkan kalah dari Gunadarma T.T)
Bukan kemampuannya yang kurang, tapi kemauannya yang tidak ada. Semangat berkarya itu lenyap ditelan tugas kuliah dan tuntutan akademik. Hal itu menyebabkan dominan mahasiswa ITB hanya berorientasi pada kuliah, dapat nilai bagus, lalu kerja diperusahaan asing dengan gaji yng besar. Sense untuk berkarya dan penelitian sudah luntur. Hanya kepentingan pribadi saja yang diutamakan (mungkin saya sendiri juga termasuk).
Sebenernya ini masalah yang cukup besar, karena semangat berkarya dan penelitian adalah bertujuan untuk pengabdian kepada masyarakat. Dan mahasiswa ITB termasuk kaum intelektual Indonesia, yang berperan sebagai midle calss yang bukan hanya mempermasalahkan kebijakan pemerintah, tapi juga memberi solusi yang inovatif. Dan jika semangat itu untuk berkarya itu tidak ada, bagaimana bisa membangun Indonesia jadi lebih baik. Padahal, mungkin suatu saat nanti kitalah akan memimpin peradaban di Indonesia ini. Apakah juga dengan keegoisan dan kepentingan pribadi?

