Sejarah dan Perkembangan Kolintang

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa, Sulawesi Utara,  Indonesia. Kolintang terbuat dari bahan dasar kayu, seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar). Bila dipukul kolintang dapat mengeluarkan bunyi yang rentang suara yang panjang, dapat mencapai nada-nada tinggi (high pitch note) maupun rendah (low pitch note).


Nama Kolintang itu sendiri berasal dari bunyi: Tong (low pitch note), Ting (high pitch note) dan Tang (moderat pitch note). In the local language, the invitation “Let us do some TONG TING TANG ” is: “Mangemo kumolintang” . Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: “Mari kita ber Tong Ting Tang” dengan ungkapan “Mangemo kumolintang”. dan dari kebiasaan itulah muncul nama “Kolintang” untuk alat yang digunakan bermain.

Gambar 1. Alat Musik Kolintang

(sumber http://kolintangunik.blogspot.com/2009/05/gambar-gambar-kolintang.html)

 

Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari satu melodi dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring dipakai alat-alat string seperti gitar, ukulele dan stringbass. Pasca perang dunia II barulah kolintang mulai berkembang ke arah alat musik universal, dipelopori oleh Nelwan Katuuk. Tahun 1954 kolintang sudah dibuat 2 ½ oktaf (masih diatonis). Pada tahun 1960 sudah mencapai 3 ½ oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak nada 4 ½ oktaf dari F s/d C. Dan pengembangan musik kolintang tetap berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator (untuk memperbaiki suara), maupun penampilan. Saat ini Kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh .

Penamaan alat-alat musik kolintang sebenarnya belum ada standarnya, namun untuk keperluan tulisan ini, saya memakai konsep pembagian nama alat oleh Petrus Kaseke (berdasarkan karakteristik suara dan rentang nada) yakni :

- Melody sebagai penentu lagu. Biasa juga disebut Ina taweng.

- Alto sebagai pengiring (accompanion) bernada tinggi. Biasa disebut Uner atau Katelu (alto 3).

- Tenor sebagai pengiring (accompanion) bernada rendah. Biasa disebut Karua.

- Cello sebagai penentu irama dan gabungan accompanion dengan bass.  Biasa disebut sella.

- Bass sebagai penghasil nada nada rendah. Biasa disebut loway.

Sumber :

-          http://budaya-indonesia.org/

-          http://kolintang.blogspot.com/2010/02/standarisasi-alat-musik-kolintang.html

-          http://ipmkj.blogspot.com/2007/08/riwayat-kolintang.html

-          Jessy Wenas. Sejarah Musik kolintang. Institut Seni Budaya Sulawesi Utara. 2009

About these ads

7 gagasan untuk “Sejarah dan Perkembangan Kolintang

  1. Ping-balik: Jelang Festival Mapalus 2012: Lebih Jauh Tentang Kolintang | acsujabodetabek

    • sama saja mas, sebab ada beberapa versi ttg asal nama kolintang a.l. berasal dari “komolintang=ajakan bermain tong-ting-tang..” akhirnya jd “kolintang”. versi lain, sekilas: kolintang ditemukan oleh Mr X seorang petani, ketika membuka lahan dengan menebang dan membakar pohon, kemudian kayu-kayu tsb dipotong-potong dan ditumpuk disatu tempat. Saat menumpuk potongan2 itulah kayu saling berbenturan dan menimbulkan suara nada, yang kemudian mr X coba merangkainya menjadi kolintang. Jadi berasal dari “kayu yang melintang” atau kayu yang tertumpuk, maka ia menyebutnya dengan “kulintang”. OK! semoga tidak bingung dan ragu lagi mas Panji.

  2. pencipta musik kolintang bernama William Punuh lahir di Desa Kaima, istri Antje Rawung lahir di desa Tumaluntung….keduanya wafat di desa Apela Bitung Utara pada masa Presiden RI 1 Ir. Soekarno musik kolintang selalu diundang untuk acara resmi maupin tidak resmi…. Nelwan Katuuk adalah murid William Punuh yang sangat berbakat selalu mendampingi sang guru….. Desa KAIMA Tonsea Minahasa Utara adalah desa pertama kalinya musik kolintang diperkenalkan…..

  3. Informasi yang baik…mohon diteruskan untuk festival kolintang tingkat nasional piala IBU NEGARA tgl. 21 dan 22 juni 2014 di Jakarta…silahkan dicek di fb pinkan kolintang atau email kami

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s