New Look!! August 24, 2009
Posted by panji prabowo in Ceritaku.Tags: Diri
1 comment so far
Akhirnya setelah bertahun-tahun memakai tampilan yang theme Neo-Sapien kini pastipanji beralih ke Regulus by Ben Gillbanks , yang lebih sederhana.
Juga ditambah 2 halaman baru yakni :
1. dakwah kampus
Yaitu halaman yang berisikan tulisan-tulisan saya tentang dakwah kampus dan GAMAIS.
2. catatankuliah
Yaitu halaman yang berisikan tulisan-tulisan ilmiah terkait dengan keprofesian yang saya minati.
Terimakasih atas perhatiannya..
-PanjiPrabowo,ygsedangsakitdihariketigaramadhanjadisempetngerubahngerubahtampilanblognya-
*Because …, You Are So Special* August 16, 2009
Posted by panji prabowo in Dari media, Tulisan Lepas.Tags: Renungan
1 comment so far
*Because …, You Are So Special*
(Oleh Syarif Niskala, *also blogged at* syarifniskala.com)
Di bumi yang hijau ini, jutaan tahun silam berkeliaran makhluk-makhluk
raksasa. Yang paling terkenal keganasannya adalah *Tyrex*. Yang paling besar
dikenal *Brontosaurus*. Yang paling unik dikenal *Stegosaurus*. Makhluk
angkasa yang menyeramkan *Pterodactyl*. Walau informasinya sangat sedikit,
seperti habitat lautan masa kini, diyakini penghuni lautan prasejarah jauh
lebih banyak dan beragam. Struktur alam lautan yang tak terjangkau adalah
selimut misteri purbakala.
Prosesi kepunahan dinasti Dinosaurus pelan tapi pasti mulai terungkap. Telah
terjadi ‘kiamat’ akibat badai meteor yang hebat di masa lalu sehingga
makhluk-makhluk yang sangat perkasa itu luluh lantak tak tersisa. Baik yang
bertubuh raksasa maupun yang kerdil, diyakini semuanya dimusnahkan.
Berpuluh pertanyaan muncul dalam benak. Mengapa sejarah ini harus diawali
dengan periode yang didominasi makhluk raksasa? Padahal dalam teori evolusi
yang sudah mulai goyah, sejatinya prosesi kehidupan hewan dimulai dari
reaksi protein secara kimiawi dalam bentuk sel tunggal (bakteri). Para ahli
terkini belum menjelaskan proses evolusi jasad renik ke dinasti dino.
Kemudian, mengapa harus mekanisme meteor yang memusnahkan mereka? Mengapa
harus ada pemutusan generasi?
Sejarah purba *Homo sapien*, diawali dengan penemuan fosil dengan struktur
tulang mirip manusia. Hanya saja tetap belum ditemukan urutan logis dari
ketersambungan mereka dengan manusia modern. Kemudian teori ‘manusia modern
diciptakan begitu saja’ mulai menggugat dan mengemuka. Dengan dilandasi
penafsiran terhadap teks agama, muncul penantang teori Darwin. Pertentangan
ini masih sangat lama, karena memang selalu saja kebenaran harus diuji oleh
waktu.
—
Ada sejumput informasi sains dan teks agama yang merangkai logika untuk
sebuah kepuasan sementara atas jawaban pertanyaan di atas. Dikatakan oleh
para ahli bahwa logam besi (Fe, *al hadid*), secara alami tidak mungkin
dihasilkan di bumi. Hanya bintang-bintang tertentu di alam ini yang mampu
menjadi reaktor untuk pembuatan unsur besi. Tapi, kehidupan modern sekarang
ini tidak terlepas dari mineral besi. Lihatlah sekeliling. Bahkan unsur besi
menjadi komponen utama gedung-gedung pencakar langit, jembatan,
persenjataan, industri, mobil, pelatan rumah tangga, dan banyak lagi
lainnya.
Mungkin inilah salah satu alasan mengaja harus ada hujan meteor di bumi
purba. Mungkin ini penjelasan teks suci bahwa besi itu diturunkan (*wa‘anzalnal
hadiida fiiha* QS 57:25). Agar unsur logam sangat penting bagi manusia itu
ada di bumi. Agar peradaban manusia sampai pada titik-titik terbaiknya.
Hujan meteor itu adalah anugerah besar pertama kiamat purba yang
diperuntukkan bagi kebaikan manusia.
Minyak bumi (aspal, solar, premium, pertamax, minyak bakar, minyak tanah,
dll) adalah sumber energi utama peradaban kini. Keberadaan sumber energi
jenis ini bagi industri dan transportasi hampir sepenting air bagi
kehidupan. Dan kita telah sampai pada kesimpulan bahwa minyak bumi
bersumberkan pada jasad-jasad hewan dunia purba. Mungkin hujan meteor itu
tiba di saat titik singgung optimum perhitungan akurat antara jumlah
kebutuhan minyak bumi manusia dengan titik optimum daya dukung alam pada
dinasti dino. Karena dibutuhkan waktu yang akurat untuk ‘pemeraman’ bahan
mentah minyak itu, maka ditetapkan saat kiamat meteor itu. Sekali lagi,
meteor diturunkan dan dinasti Dinosaurus dipunahkan, sebagai anugerah yang
sangat terukur dari-Nya untuk manusia.
Mengapa? Mengapa peristiwa alam yang mahadahsyat dan perencanaan yang
maha-akurat itu semua seolah-olah disediakan untuk kebaikan manusia? Bahkan
menurut para ahli antariksa, usia bintang matahari, jarak mengembang galaksi
bimasakti, dan saat ledakan big bang; semuanya dirancang hanya untuk agar
bumi (*earth*) ini cocok untuk kehidupan manusia!
Semua ini dianugerahkan Yang Mahakuasa untuk kebaikan manusia! Karena
manusia demikian istimewa di hadapan Tuhan. Saking istimewanya manusia,
sehingga harus dipilih manusia-manusia terbaik untuk menyampaikan
pesan-pesan-Nya agar manusia tidak kehilangan pilihan terbaiknya. Agar
manusia memiliki kehidupan terbaiknya. Agar manusia menjadi ciptaan-Nya yang
terbaik atas pilihan manusia itu sendiri. Bukan karena fitrah ketundukannya
pada Sang Pencipta, melainkan karena kemerdekaan Yang Dianugerahkan-Nya
sebagai hadiah terbaik kehidupan.
*Because…, you are so special!*
Willy, Sebuah penghargaan teruntuk Rendra August 7, 2009
Posted by panji prabowo in Syair.Tags: LirikLagu, Sejarah
3 comments
Willy
oleh:Iwan Fals
Si Anjing Liar Dari Jogjakarta
Apa Kabarmu?
Kurindu Gonggongmu
Yang Keras Hantam Cadas
Si Kuda Binal Dari Jogjakarta
Sehatkah Dirimu?
Kurindu Ringkikmu
Yang Genit Memaki Onar
Dimana Kini Kau Berada?
Tetapkah Nyaring Suaramu?
Si Mata Elang Dari Jogjakarta
Resahkah Kamu?
Kurindu Sorot Matamu
Yang Tajam Belah Malam
Dimana Runcing Kokoh Paruhmu?
Tetapkah Angkuhmu Hadang Keruh?
Masih Sukakah Kau Mendengar?
Dengus Nafas Saudara Kita Yang Terkapar
Masih Sukakah Kau Melihat?
Butir Keringat Kaum Orang Kecil Yang Terjerat
Oleh Slogan Slogan Manis Sang Hati Laknat
Oleh Janji Janji Muluk Tanpa Bukti
Dimana Kini Kau Berada?
Tetapkah Nyaring Suaramu?
Dimana Runcing Kokoh Paruhmu?
Tetapkah Angkuhmu Hadang Keruh?
***
Karya Iwan Fals untuk Willibrordus Surendra Broto Rendra (WS Rendra), sebelum berganti nama menjadi Wahyu Sulaiman Rendra setelah masuk Islam. Semoga bisa memberi gambaran seperti apa WS Rendra.
In Memoriam WS Rendra..
Semoga perjuangannya bernilai amal dan diterima di sisi Allah..
Aamiiin
Hadiah Cinta August 1, 2009
Posted by panji prabowo in Dari media, Tulisan Lepas.Tags: Renungan
1 comment so far
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya. “
Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.
“Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
You Are Not Alone August 1, 2009
Posted by panji prabowo in Syair.Tags: LirikLagu
1 comment so far
Another day has gone
I’m still all alone
How could this be
You’re not here with me
You never said goodbye
Someone tell me why
Did you have to go
And leave my world so cold
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you’re far away
I am here to stay
You are not alone
I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
You are not alone
All alone
Why, oh
Just the other night
I thought I heard you cry
Asking me to come
And hold you in my arms
I can hear your prayers
Your burdens I will bear
But first I need your hand
So forever can begin
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Then something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you’re far away
I am here to stay
For you are not alone
I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
And you are not alone
Whisper three words and I’ll come runnin’
And girl you know that I’ll be there
I’ll be there
You are not alone
I am here with you
Though you’re far away
I am here to stay
You are not alone
I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
You are not alone
For I am here with you
Though you’re far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we’re far apart
You’re always in my heart
For you are not alone

