Mars Gamais ITB March 31, 2009
Posted by panji prabowo in Gamais, Syair.Tags: Dakwah, Diri, LirikLagu
6 comments
Cipta : Ma’mun Salman Zainudin Teknik Kimia (TK) 1999
Derap berderap melangkah maju kedepan
Tak akan gentar hadapi semua penghalang
Barjuta rintangan yang ada di hadapan
Tak kan hentikkan langkah tuk terus berjuang
Reff :
Walau lelah walau perih tetap kulalui
Darah peluh air mata semua tak berarti
Jalan terjal penuh duri tetap ku arungi
Karena jihad ini kan selalu hidup di hati
Menjaga satu tujuan Allah Yang Esa
Teladani panutan Rasul yang mulia
Jadikan Al-Quran pedoman kita
Satu dijalan jihad fisabilillah
GAMAIS ITB melangkah maju kedepan
Tak pernah gentar hadapi semua penghalang
Meski berjuta rintangan terus menghadang
Takkan henti langkah hingga syahid menjelang
Kembali ke Reff
Menjaga satu tujuan Allah Yang Esa
Teladani panutan Rasulullah yang mulia
Jadikan Al-Quran pedoman hidup kita
Satu dijalan jihad fisabilillah
Allahu akbar…Allah Yang Maha Besar…
Allahu akbar…Allah Yang Maha Besar…
Allahu akbar…Allah Yang Maha Besar…
Bergerak…bergerak ….GAMAIS ITB Bergerak…
__________________
Syukron Jazakumullah khairan Katsiran buat kang ma’mun, lagu ini bikin ane semangat terus..
Adab Interaksi March 26, 2009
Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.Tags: Dakwah, [Islam]
3 comments
MENGENDALIKAN SYAHWAT
“Jangan kamu dekat-dekat pada perzinaan, karena sesung-guhnya dia itu perbuatan yang kotor dan cara yang sangat tidak baik.” (QS. Al-Isra’:32)
Sahl bin Sa’d berkata: Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang menjamin untukku apa yang ada diantara dua janggutnya dan dua kakinya maka aku menjamin untuknya sorga.” (HR. Bukhari)
MENJAGA KEMALUAN
Adab berpakaian dalam Islam :
1. Hendaknya ikhwan menahan seluruh auratnya dan demikian juga dengan akhwat.
“Katakanlah kepada orang-orang mu’min laki-laki: hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangan-nya dan menjaga kemaluannya; karena yang demikian itu lebih bersih bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mahameneliti terhadap apa-apa yang kamu kerjakan. (An-Nur : 30)
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah Menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf 7:26)
Tidak boleh menggunakan pakaian yang membentuk dan tipis sehingga menampilkan aurat.
“Sesungguhnya termasuk ahli neraka, yaitu perempuan-perempuan berpakaian tetapi telanjang, yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (Riwayat Muslim)
2. Tidak berpakaian dengan maksud sombong
Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak melihat dengan pan-dangan rahmat terhadap orang yang menurunkan sarung lebih dari mata kaki karena sombong.” (HR. Bukhari, Muslim)
3. Ikhwan tidak menyerupai akhwat dan demikian sebaliknya
Rasulullah saw. pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambut juga oleh Malaikat di antaranya ialah laki-laki yang memang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan, dan yang kedua, ialah perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai laki-laki (HR. Thabarani)
4. Ikhwan tidak menggunakan perhiasan emas dan sutra
Umar bin Alkhotthob r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kamu jangan memakai sutra. Maka siapa yang memakainya di dunia, tidak akan memakainya di akherat. (Bukhari, Muslim)
Anas r.a. berkata: Rasulullah saw. telah mengizinkan bagi Azzubair dan Abdurrahman bin Auf memakai sutra karena keduanya menderita sakit gatal-gatal. (Bukhari, Muslim)
Tujuannya adalah untuk pendidikan moral yang tinggi demi menjaga sifat keperwiraan laki-laki dari segala bentuk kelemahan serta untuk memberantas sifat bermewah-mewah.
5. Tidak berpakaian seperti pakaian spesialis yang dipakai oleh orang-orang kafir seperti Yahudi, Kristen dan penyembah-penyembah berhala. Ummat ini baik yang laki-laki ataupun perempuan harus mempunyai ciri-ciri tersendiri baik dalam hal-hal yang nampak maupun tersembunyi.
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia itu dari golongan mereka.” (Riwayat Thabrani)
MENJAGA PANDANGAN
Adab pergaulan dalam Islam :
1. Pergaulan hendaknya diniatkan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah
“Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling taqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat 49:13)
2. Hendaknya ikhwan menahan sebagian pandangannya dan demikian juga dengan akhwat.
Hendaklah menundukkan pandangan dari apa yang diharamkan oleh Allah SWT. Karena pandangan dapat membangkitkan nafsu birahi dan merangsang pelakunya untuk terjerumus ke dalam dosa dan ma’shiat. Oleh karena itu Al-Qur’an memberikan peringatan keras terhadap pandangan liar.
“Katakanlah kepada orang-orang Mu’min : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; dan demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nur [24]:30)
Sabda Rasulullah saw :
“Pandangan itu merupakan salah satu anak panah iblis”
Dua mata itu berzina dan zinanya mata ialah melihat” (HR. Bukhari)
Salah satu keringanan Islam adalah Dia membolehkan melihat yang sifatnya mendadak pada bahagian yang seharusnya tidak boleh.
“Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi: Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR. Muslim)
“Hai Ali! Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun yang berikutnya tidak boleh.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)
Perempuan melihat laki-laki tidak pada auratnya, hukumnya mubah, selama tidak diikuti dengan syahwat atau tidak dikuatirkan akan menimbulkan fitnah.
Sebagian ulama yang extrimis menganggap, bahwa perempuan sama sekali tidak boleh melihat anggota laki-laki yang manapun. Mereka membawa dalil hadis yang diriwayatkan oleh Nabhan bekas hamba Ummu Salamah, bahwa Rasulullah saw. pernah berkata kepada Ummu Salamah dan Maimunah yang waktu itu Ibnu Ummi Maktum masuk ke rumahnya. Nabi bersabda : pakailah tabir. Kemudian kedua isteri Nabi itu berkata: “Dia (Ibnu Ummi Maktum) itu buta!” Maka jawab Nabi: “Apakah kalau dia buta, kamu juga buta? Bukankah kamu berdua melihatnya?”
Tetapi dari kalangan ahli tahqiq (orang-orang yang ahli dalam penyelidikannya terhadap suatu hadits/pendapat) mengatakan: Hadis ini tidak sah menurut ahli-ahli Hadis, karena Nabhan yang meriwayatkan Hadis ini salah seorang yang omongannya tidak dapat diterima.
Kalau ditakdirkan hadis ini sahih, adalah suatu sikap kerasnya Nabi kepada isteri-isterinya karena kemuliaan mereka, sebagaimana beliau bersikap keras dalam persoalan hijab.
3. Ikhwan tidak memegang akhwat dan demikian sebaliknya
Rasulullah saw. pernah bersabda sbb: “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.” (Riwayat Thabarani, baihaqi dan rawi-rawinya thabarani adalah kepercayaan)
Jauhi saja perempuan/laki-laki yang tidak menjaga adab ini.
4. Ikhwan dan akhwat harus menjaga jarak; sebaiknya sebatas dimana mereka tidak mencium wewangian dari lawan jenisnya
“Siapa saja perempuan yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka perempuan tersebut dianggap berzina; dan tiap-tiap mata ada zinanya.” (Riwayat Nasa’i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)
5. Tidak “berdua-duaan” baik dalam zhahir maupun batin.
Sebaiknya jika hendak melakukan pertemuan yang cukup lama, ikhwan membawa teman ikhwannya dan akhwat pun membawa teman akhwatnya. Teman disini ditujukan agar dapat mengingatkan jika dia bergaul melewati batas.
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah saitan.” (Riwayat Ahmad)
6. Segala bentuk pergaulan jika membangkitkan nafsu syahwat, maka itu adalah haram
MAHRAM
Laki-laki hanya boleh melihat muka dan kedua telapak tangan perempuan yang memang ada rukhsah untuk dinampakkan. Larangan ini dikecuali-kan untuk 12 orang :
1. Suami
2. Ayah, baik dari pihak ayah ataupun ibu
3. Ayah mertua
4. Anak-anak laki-lakinya. Termasuk juga cucu, baik dari anak laki-laki ataupun dari anak perempuan
5. Anak-anaknya suami.
6. Saudara laki-laki, baik sekandung, sebapa atau seibu
7. Keponakan.
8. Sesama perempuan yang seagama baik yang ada kaitannya dengan nasab ataupun orang lain
9. Hamba sahaya
10. Keponakan dari saudara perempuan
11. Orang-orang yang ikut serumah yang tidak ada rasa bersyahwat
12. Anak-anak kecil yang tidak mungkin bersyahwat ketika melihat aurat perempuan
Maraji’
Yusuf Qardhawi, Halal dan Haram dalam Islam
Friends Forever March 20, 2009
Posted by panji prabowo in Ceritaku.Tags: Diri
2 comments
Tadi pagi awak habis buka2 buku tahunan SMA n liat video2 jaman dulu..Jd kangen banget n pengen balik lagi ke masa2 itu..huhuhu…
Kayaknya banyak banget hal yg belu dilakuin dan begitu bnyk hal yg masih disesali..
_____________________
And so we talked all night about the rest of our lives
Where we’re gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won’t be coming back
No more hanging out cause we’re on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don’t have another day
Cause we’re moving on and we can’t slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn’t know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
We’d get so excited, we’d get so scared
Laughing at ourselves thinking life’s not fair
And this is how it feels
As we go on
We remember
All the times we
Had together
And as our lives change
Come Whatever
We will still be
Friends Forever
So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Will Heather find a job that won’t interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
And this is how it feels
Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it’s like we’re women and men
Will the past be a shadow that will follow us ’round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
3 Hari di Benua Etam March 17, 2009
Posted by panji prabowo in Ceritaku, Gamais.Tags: Diri
4 comments
Pada tanggal 7-9 Maret kemarin, aku dan atthar (kepala DSM Gamais ITB) pergi ke kalimantan, tepatnya samarinda, sebagai perwakilan Gamais dalam undangan training media dakwah dan workshop corel draw yang diadakan Universitas Mulawarman (UnMul). Samarinda sebagai ibukota provinsi kalimantan timur agak aneh menurutku, karena kota itu tidak memiliki jalur masuk udara, sebenarnya ada tapi hanya untuk pesawat-pesawat yang kecil. Wal hasil walaupun tujuan kami ke samarinda, jadi kami harus singgah terlebih dahulu di balikpapan. Karena ketika kami tiba di bandara sepinggan (bandar udara balikpapan) menjelang senja hari, maka kami pun segera meneruskan perjalanan ke samarinda dengan mobil jemputan yang telah disiapkan oleh teman-teman UnMul. Ketika perjalanan kami, sempat melihat, walaupun hanya melewati jendela mobil, matahari tenggelam di pantai melawai. Menyala merah!!
Jarak tempuh dari balikpapan ke samarinda sekitar 2 jam perjalanan, maka ketika tiba di penginapan kami di samarinda, sudah cukup larut, sekitar pukul 9 malam waktu setempat. Tidak banyak lagi yang kami lakukan, hanya sedikit persiapan dan diskusi tentang penyampaian training esoknya lalu kami pun tidur.

-Guest House Universitas Mulawarman (tempat kami menginap)-

-The Tropical Rain Forest Research Center (depan Guest House)-
Hari kedua merupakan hari tujuan kami pergi ke samarinda, yaitu training media dakwah dan pelatihan coreldraw. Acara yang diadakan UnMul ini, sebenarnya berlangsung selama 2 hari, tanggal 8 Maret 2009 dengan Gamais ITB sebagai pemateri dan 7 Maret 2009 dengan Tarbawi dan Kaltim Pos sebagai pemateri. Makanya acara ini juga menjadi sebuah penghargaan yang sangat luar biasa bagi Gamais ITB, karena diundang setara dengan pemateri lainnya yang bahkan sudah menjadi wadah independen dan juga mungkin sudah dikelola dengan lebih profesional. Maka yang ada dibenak kami adalah bagaimana bisa memuaskan ‘klien’ yang sudah mengundang kami ini.

-Materi ‘Memabangun Kampus Islami dengan Media’

-Workshop CorelDraw (peserta ikhwan)-

-Workshopp CorelDraw (peserta akhwat)-
Acara ini bertempat di sebuah Sekolah Mengengah Kejuruan(SMK) di samarinda, karenanya dari penginapan kami, yang letaknya sudah di dalam kompleks Universitas Mulawarman, kami pergi cukup jauh, diantar dengan motor oleh panitia acara ini. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sekitar 60 orang, cukup bervariasi, dari mulai siswa-siswa SMA sampai mahasiswa-mahasiswa universitas yang berada di samarinda.

-makan siang bersama peserta (dan kucing
)-

-Tim Gamais bersama ketua Pusdima UnMul (akh fadli)

-Tim Gamais bersama panitia PJK(Pelatihan Jurnalis Kampus)-
Selesai acara, hari sudah mulai gelap, jadi selesai penutupan, kami pun diantar kembali kepenginapan. Karena kami memutuskan untuk pulang tanggal 9 maret siangnya, maka sisa hari kami di samarinda adalah waktu-waktu yang bebas. Sehingga kami pun meyempatkan diri berkunjung kesekretariat Pusdima UnMul. Universitas Mulawarman sangat berbeda dari ITB, terutama dari wilayah demografisnya atau dalam bahasa yang sederhana luas wilayahnya. Luas UnMul mungkin lebih dari 10x Luas ITB, jadi untuk berkeliling kampus saja, kami harus mengendarai sepeda motor. Dengan luas yang seperti itu, maka pembangunan gedung-gedung kuliah masih terus dilakukan, meskipun demikian tetap masih banyak lahan, yang kami perhatikan masih kosong. Hanya sebagai lahan terbuka. Luar biasa! ITB?
Pusdima UnMul ternyata sedikit lebih tua dari usia Gamais ITB sendiri, Pusdima UnMul baru saja merayakan ulang tahun peraknya beberapa bulan yang lalu, sedang Gamais ITB baru berusia 22 tahun bulan Agustus 2009 nanti.
Jumlah kader terbina yang ada di Pusdima Unmul pun hanya sekitar 500 orang, dengan jumlah seluruh mahasiswa di kampus UnMul 20.000. Dibandingkan dengan di ITB, tentunya kami pun harus banyak bersyukur. Namun dengan jumlah kader yang sedemikian, seluruh BEM Fakultas dan BEMUN pun sudah terkondisikan, artinya jabatannya ketua ‘dipegang’ oleh kader dari Pusdima atau yang memiliki afiliasi keislaman yang sama. Dibandingkan dengan ITB, tentunya kami pun harus banyak beristigfar.

-Makan malam bersama pengurus Pusdima UnMul-
-Didepan Sekretariat Pusdima UnMul-
Hari terakhir kami di Samarinda pun kami habiskan dengan berkeliling kota. Menunggu matahari terbit di tepian Sungai Mahakam. Mengunjungi Islamic Center Samarinda, yang diakui terbesar se-Asia Tenggara, tempat yang sangat luar biasa dengan keindahan arsitektur masjidnya. Pergi ke pasar rakyat, membeli oleh-oleh.

-ditepian sungai Mahakam-

-Islamic Center Samarinda-

-Di depan piagam Peresmian Gedung Islamic Center-

-Daerah Citra Niaga, tempat belanja suvenir Khas Samarinda-
-snapshoot jalan kota Samarinda-
Demikian perjalanan kami selama 3 hari di benua etam, dimana sebuah keindahan berhasil menyeruakan relung hati kami yang kecil dan mengambil tempatnya sendiri dalam kenangan kami. Jika bukan kami setidaknya aku.

Ahad,15 Maret 2009
Panji Prabowo
10 Wasiat Hasan Al-Banna March 11, 2009
Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.Tags: Dakwah, [Islam]
add a comment
- Bangunlah segera untuk melakukan shalat apabila mendengar Adzan walau bagaimana pun keadaannya.
- Baca, telaah, dan dengarkanlah Al-Qur’an atau dzikirlah kepada Allah dan jangan engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada manfaatnya.
- Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.
- Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan kebaikan.
- Jangan banyak tertawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.
- Jangan bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.
- Jangan mengeraskan suara diatas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.
- Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau melukainya dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.
- Berta’aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta’awun (kerja sama)
- Pekerjaan Rumah kita sebenarnya lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah selainmu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.

