Ikhlas October 30, 2008
Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.Tags: Dakwah, Ibadah
2 comments
Permulaan amal adalah niat, dan syarat pertama diterimanya amal sebagai bentuk ibadah adalah niat yang ikhlas. Hasil akhir yang akan diperoleh seseorang akan sesuai dengan niat awalnya, ketika niatnya hanyalah untuk Allah maka ia akan mendapatkan ridho Allah. Perjuangan menegakkan bendera Islam, dengan memperjuangkan akidahnya, syariatnya, akhlaknya, dan peradabannya, merupakan bentuk ibadah dan taqarub kepada Allah. Karenanya keikhlasan niat menjadi hal yang fundamental bagi keberhasilan dan diterimanya amal tersebut. Sebab niat yang tercampuri akan merusak amal, mengotori jiwa, melemahkan barisan, dan menggagalkan pahala.
Orang yang ikhlas khawatir terhadap ketenaran namanya karena bisa menyebabkan berubah niatnya, karenanya dia akan selalu berusaha menyembunyikan setiap amalannya. Ia mengutamakan menjadi akar pada sebuah pohon jama’ah, yang menguatkan tanpa perlu dilihat orang. Orang yang ikhlas akan selalu merasa kurang dalam melaksanakan kewajiban Allah, karena hatinya tidak dirasuki oleh perasaan ghurur (tertipu) dan bangga oleh amalan-amalan yang telah dibuatnya. Orang yang ikhlas tidak berubah semangatnya terhadap dakwah saat menjadi pemimpin ataupun bawahan. Hatinya tidak disisipi penyakit suka tampil dan berambisi kepada kepemimpinan, malah terisi oleh kerendahan hati dan pengakuan atas keterbatasan dirinya. Orang yang ikhlas akan senang terhadap orang-orang yang berprestasi di dalam barisan dakwah, bukan menghalanginya, tanpa ada rasa kedengkian dan iri hati sedikitpun. orang yang ikhlas tidak akan menjadi malas atau berputus asa karena panjangnya jalan yang harus dilalui atau lamanya waktu untuk mendapatkan panen atas amalnya, karena ia beramal tidak untuk mencari keberhasilan atau kemenagan saja, melainkan mencari keridhaan Allah dan karena menjalankan perintah-Nya semata,
Seorang yang ikhlas adalah seseorang yang setiap perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya berorientasi kepada Allah semata, tanpa mempedulikan pangkat, keuntungan, prestise atau perhargaan orang lain. Dengan demikian maka konsep Allah Ghoyatuna bukan lagi menjadi pertanyaan, melainkan menjadi jawaban atas segala tindakannya.
“Katakanlah ‘Sesungguhnya shalatku,ibadahku,hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah) (Q.S. Al An’am : 162-163).
Rasion D’Etre October 30, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku, Tulisan Lepas.Tags: Diri
add a comment
Dengan berakhirnya usia belasan, maka dimulainya babak baru dalam hidupku. 20 tahun. Mungkin jika dianalogikan dengan sebuah novel, maka ini babak ini adalah Bab pertengahan novel, dimana konflik sedang meninggi, baik konflik batin maupun konflik dengan tokoh lainya. Analogi lain adalah sebuah film misteri, mungkin babak ini adalah babak dimana pemerannya, yang seorang detective, malah terbalik dicurigai menjadi tersangka.
Apa artinya? Artinya babak yang baru kumulai ini adalah babak penuh dengan ujian, babak yang mungkin akan memutar balikan arah hidupku, babak yang sangat menentukan ending dari sebuah kisah novel kehidupan, Apakah endingnya adalah kebahagiaan atau malah kenistaan? Sebagai pembaca yang baik, umumnya kita ingin ending yang baik, bukan ? begitu pulalah yang aku inginkan khusnul khatimah, akhir yang baik.
Maka untuk mencapai itu, aku merekonstruksi pemikiranku, menganalisis ulang lagi tujuan yang akan menentukan orientasi dari kehiupanku. Bukannya malah beranjak maju, malah aku berpikir mundur, malah mencari sebab dari sebuah akibat, bukannnya mencari strategi mencapai tujuan malah mempertanyakan kembali tujuan hidupku, bukan! Malah tujuan hidup manusia. Hanya karena intuisiku, ‘jika aku menemukan alas an aku hidup, maka aku menemukan tujuan aku hidup’, maka aku tetap melakukannya.
Akhirnya kenikmatan berpikirku mengantarkanku pada satu kalimat di AlQur’an “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaku” (AdzDzariat:56). Tercerahkanlah kembali diriku, bahwa memang tujuan manusia diciptakan adalah hanya untuk beribadah kepada Allah.
Sebuah konsep tentang “tujuan diciptakannya manusia” menyelimutiku, maka berubahlah orientasiku, tidak sekedar pencapaian mimpi-mimpi dan target-targetku saja, tapi alas an kenapa mimpi itu kukejar, alas an kenapa ada hal-hal yang kutargetkan. Bahwa semua hal yang kulakukan di dunia ini adalah hanya untuk beribadah kepada Allah, bahwa alas an keberadaan, rasion d’etre, manusia adalah hanya untuk beribadah kepada Allah.
Wallahu’alam…
Draft RUU APP October 17, 2008
Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.add a comment
ini draft RUU APP
http://pastipanji.files.wordpress.com/2008/10/ruuapp.docruuapp1
Kepemimpinan Islam di Indonesia October 13, 2008
Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.Tags: [Islam]
add a comment
Kepemimpinan Islam di Indonesia
-sebuah refleksi pemikiran dan harapan akan kejayaan Islam di negeri ini-
Fakta Sejarah
Dimulai dengan sebuah peristiwa fathu makkah sebuah ekskalasi pasukan besar-besaran pada masanya dan berujung pada penaklukan kota mekkah, tanpa ada tumpah setetes pun. Kemudian Islam semakin menyebar keluar jazirah arab, menggetarkan bangsa romawi yang gagah, menyentuh kota Andalusia yang mempesona. Islam menunjukkan bahwa sebagai sebuah ideologi yang kokoh, Islam dapat memimpin. Tidak hanya dalam sekejap mata, tapi tercatat tidak kurang dari seribu tahun dan lebih dari seperempat wilayah dunia, yang hidup makmur di bawah kepemimpinan Islam.
Pemimpin, Kepemimpinan, dan Signifikasinya dalam Islam
Ketika suatu masyarakat membutuhkan seorang pemimpin, maka seorang yang paham akan realitas masyarakatlah yang pantas mengemban amanah kepemimpinan tersebut. Pemimpin tersebut harus dapat membawa masyarakat menuju kesempurnaan yang sesungguhnya. Watak manusia yang bermasyarakat ini merupakan kelanjutan dari karakter individu yang menginginkan perkembangan dirinya menuju pada kesempurnaan yang lebih.
Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kelompok Islam sekuler dengan kelompok Islam yang tidak memisahkan kehidupan beragama dengan kehidupan berpolitik. Kelompok Islam Sekuler menyatakan bahwa kaum ulama tidaklah wajib untuk berkecimpung didalam dunia politik. Pandangan ini didasarkan pada pandangan bahwa kehidupan agama merupakan urusan pribadi masing-masing individu (privat), tidak ada hubungannya dengan dunia politik (publik). Sehingga peran ulama hanya terbatas pada ritual-ritual keagamaan semata, jangan mengurusi kehidupan dunia politik. Dalam kondisi seperti ini maka ulama tidaklah mungkin menjadi pemimpin dari suatu masyarakat, ulama hanya selalu menjadi subordinasi dan/atau alat legitimasi pemimpin politik dari masyarakat.
Sedangkan kelompok anti sekuler yang meyakini bahwa kehidupan beragama dan dunia tidak dapat dipisahkan khususnya dunia politik. Kelompok ini mendukung dan meyakini bahwa ulama haruslah memimpin. Ulama harus dapat membimbing manusia tidak hanya menuju pada kebaikan yang bersifat dunia, akan tetapi juga hal-hal yang menuju pada kesempurnaan spiritual. Para ulama yang menduduki jabatan politik haruslah dapat melepaskan manusia dari belenggu-belenggu dunia yang menyesatkan.
Ulama berasal dari kata bahasa arab dan semula ia berbentuk jamak, yaitu alim artinya adalah orang yang mengetahui atau orang pandai. Seorang pemimpin revolusi Iran, yaitu Imam Khomaini dalam konteks pemerintahan ia menggunakan kata Fuqaha untuk mengganti istilah ulama.
Bagi Khomeini kepemimpinan seorang Fuqaha (ulama) adalah suatu kemestian. Ia memiliki 2 alasan, yaitu : Pertama, alasan yang teologis berupa riwayat dari Nabi Muhammad SAW,adalah ”Fuqaha adalah pemegang amanat rasul, selama mereka tidak masuk keduania”, kemudian seseorang bertanya, ” Ya Rasul, apa maksud dari perkataan mereka tidak masuk ke dunia. Lalu Rasul menjawab, ” mengikuti penguasa. Jika mereka melakukannya maka khawatirkanlah (keselamatan) agama kalian dan menjauhlah kalian dari mereka.” Kedua, alasan Rasional bahwa tidaklah adil sekiranya Tuhan membiarkan ummatnya bingung karena ketidakmampuan mereka menafsirkan maksud Tuhan dalam konteks zamannya. Jabatan ulama bukanlah jabatan struktur akan tetapi ia merupakan suatu pengakuan dari ummatnya. Ummat dalam hal ini haruslah juga bersikap kritis terhadap ulamanya untuk menguji kwalitas dari seorang ulama tersebut.
Pendapat yang tidak rasional dari kedua kelompok di atas adalah kelompok Islam sekuler. Kelompok Islam sekuler hanya memahani Islam secara parsial ,atau bisa jadi mereka ditugaskan oleh kelompok pembenci Islam untuk mendistorsi pahaman umat Islam akan agamanya.
Alam semesta dan manusia memiliki dimensi materi dan imateri. Islam merupakan agama yang sempurna dimana pengaturannya meliputi seluruh alam semesta ini. Ketika kehidupan beragama dipisahkan dari aktivitas politik, maka seolah-olah Islam tidak mengatur bagaimana kehidupan berpolitik dan bermasyarakat. Justru terkadang manusia memiliki pengetahuan yang terbatas terhadap realitas alam semesta ini. Sehingga manusia dapat saja berbuat kekeliruan dalam bertindak dan memutus suatu perkara. Manusia dalam hal ini seolah-olah tidak berdaya, akan tetapi kalau dicerna lebih lanjut maka ini sebenarnya menguntungkan, karena ada kerja Ilahi yang mengantarkan manusia pada kesempurnaan. Manusia cukup mentaati dan menerapkan hukum Allah tersebut.
Hanya manusia-manusia yang dibimbing oleh Tuhanlah yang dapat memahami realitas alam semesta. Manusia yang memahami agama Islam secara komprehensif baik dimensi materi ataupun imateri yang dapat membawa suatu masyarakat menuju arah kesempurnaan dan kebahagiaan hakiki. Selain itu diangkatnya seseorang menjadi pemimpin (nabi, para imam, atau ulama/fuqaha) juga berdasarkan gerak dan kebijaksanaan yang diraih oleh orang tersebut dalam perjalanan spiritualnya. Dalam hal ini terdapat faktor dari dari manusia itu sendiri yang kemudian dijaga dan diridhoi Allah SWT.
Kepemimpinan dalam Islam haruslah seorang tokoh ulama yang benar-benar bertanggung jawab penuh atas kemaslahatan dan keselamatan ummatnya.
Kepemimpinan, Islam, dan Indonesia
Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Islam. Islam telah melekat menjadi suatu hal yang mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan rakyat di Indonesia. Bahkan Pancasila sendiri merupakan suatu ideologi yang berusaha mempertemukan prinsip Islam dengan perjuangan persatuan Indonesia pada saat perumusannya. Terlepas dari perdebatan dalam banyak literatur sejarah tentang kapan masuknya Islam ke Indonesia, pada saat ini Islam telah menjadi agama yang berinteraksi dengan berbagai kebudayaan daerah. Sejarah Wali Songo yang mendakwahkan Islam di tanah Jawa dan sekitarnya semakin memperjelas bahwa Islam dan kepemimpinannya mampu berakulturasi dengan berbagai budaya secara santun. Proses akulturasi antara Islam sebagai agama yang meliputi seluruh aspek kehidupan dengan budaya di Indonesia saat awal kedatangannya membuat Islam menjadi agama yang mampu diterima dengan mudah di Indonesia. Bahkan saat ini Indonesia masih bertahan sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
Dalam literatur sejarah, memang Indonesia tidak pernah tercatat melahirkan pemimpin Islam yang terdengar ke seluruh dunia. Sejarah sering mencatat kelahiran para pemimpin Islam dari Timur Tengah. Misalnya saja Imam Khomeini yang berhasil mengadakan Revolusi Iran, dan penerusnya Ahmadinejad yang dengan kepribadian yang kuat berhasil mendapatkan banyak penghormatan dari dunia Internasional, selain kecaman yang juga dirasakannya. Namun jika kita mengkajinya lebih dalam. kepemimpinan mereka dibentuk dari sebuah kultur yang homogen, sehingga dalam tataran dunia, Imam Khomeini maupun Ahmadinejad belum mampu untuk mencari titik temu diantara negara-negara Islam apalagi dengan negara-negara non-muslim. Bahkan konflik yang meliputi Iran dengan tetangganya Irak membuat kepribadian pemimpinnya lebih condong pada pendekatan konflik dibandingkan pendekatan damai.
Kenihilan sejarah tentang tidak penah terlahirnya pemimpin Islam yang mendunia dari Indonesia tidak menjadi argumen yang kuat bagi lahirnya pemimpin Islam dari Indonesia masa depan. Dengan realitas keberagaman yang mendidik pemimpin menjadi adil serta kondisi perpolitikan Indonesia yang bebas untuk menjadi tempat berinteraksi berbagai ideologi, prediksi mengenai kepemimpinan Islam yang berasal dari Indonesia menjadi semakin meyakinkan. Bahkan ulama besar tingkat dunia, DR. Yusuf Qordowi, dari jauh-jauh hari telah memberikan hipotesisnya bahwa kebangkitan Islam sebagai rahmat bagi semeta alam akan lahir dari Indonesia.
Pembahasan tentang pemimpin Islam yang lahir lebih baik diberi judul kepemimpinan Islam. Hal ini dikarenakan Islam dan Indonesia memiliki sebuah kaidah moderat dalam mengkombinasikan adanya fenomena kultur individual dan kultur kolektif. Sehingga yang dibangun tidak hanya pemimpin secara individual, tetapi mampu melingkupi kepemimpinan kolektif yang merupakan creative minority bagi revolusi putih perubahan Indonesia bahkan dunia. Terlepas dari bentuk kepemimpinan Islam seperti apa yang dibangun pada masa depan, kepemimpinan Islam yang dibangun di Indonesia memiliki tanggung jawab membumikan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Sehingga sejarah kepemimpinan Islam pada jaman Rasulullah SAW dan sahabatnya yang mampu membuat penduduk non-muslim nyaman dinaungi kepemimpinan Islam akan berulang dalam konteks kekinian, dimulai dari Indonesia. Allahu akbar..!!!
Wallahu ‘alam bishowab
_________________________
1 Juni 2008 / Essai tugas DMM
Hijabnya lelaki October 7, 2008
Posted by panji prabowo in Dari media.Tags: Dakwah, [Islam]
2 comments
Jadi merasa tersindir T.T
____________________________________________________
(sumber: http://agungeuy.multiply.com/journal/item/46/Hijabnya_Lelaki )
Bila perempuan memiliki jilbab sebagai hijabnya untuk menghindari fitnah, maka hijabnya lelaki adalah…
Matanya ketika ia ghadhal bashar, menundukkan pandangan.
Lisannya, ketika ia berkata seperlunya pada lawan jenis tanpa basa-basi, tanpa tebar pesona.
Hijab pada hati dan pikirannya, ketika cintanya hanya pada Allah, rasul, dan orang tua, bukan gema nama mahluk perempuan dalam hatinya dan panjang angan pada pikirannya.
Hijab lelaki adalah hapenya, ketika isi sms nya hanya untuk yang perlu, bukan menanyakan kabar, sudah makan apa belum, sudah sholat apa belum, apalagi berlagak membangunkan QL(qiyamulail, sholat malam) padahal setelah itu tidur lagi.
hijab lelaki adalah yahoo messenger nya, ketika tanpa merasa telah ber-khalwat (berduaan) dengan selain-Nya. Pembicaraan pribadi yang tanpa jelas ujungnya, mempermainkan hati dan pikiran, terutama iman.
Jilbabnya lelaki tidak perlu panjang, lebar atau berbentuk kaos atau jain, atau yang terbelah bagian pingirnya. jilbab lelaki cukuplah matanya berpaling dari yang bukan haknya, lisannya yang tak berucap sia-sia, hati dan pikirannya yang selalu berkhidmat pada Allah.
Uniknya, jilbab ini dapat juga dipakai oleh kaum hawa, jadi jangan takut untuk mencobanya.
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sunggguh, Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
-QS. An-Nur:30-
Ya Allah jangan kau sesatkan aku setelah Engkau tunjukkan cahaya iman padaku..
Ya Allah jangan kau sesatkan aku setelah engkau hamparkan jalan hidayah padaku..
Jagalah imanku, karena ialah benteng bagi dunia dan timbangan bagi akhiratku..
Permudahlah urusan dunia dan akhiratku, karena hanya engkau yang tahu siapa yang layak berada di jannah-Mu..
Kumohon semoga itu aku.
Allahuma amin!

