Bolos Kuliah!!Mmm..Boleh,tapi.. August 30, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku, InHarmoniaProgressio.Tags: Diri
2 comments
Sebagai orang yang cukup sibuk (alaaah…),sejujurnya kau ga bisa masuk full klo kuliah. Walaupun banyak yang bilang ke aku klo kuliah tuh prioritas uama.Oke sepakat, tapi bagiku banyak yang bisa urutan prioritas, terutama keadaan yang mendesak apalagi menyangkut orang secara masal. karena itu bagiku ga masalah untuk cabut atau mabal kuliah asal alasannya oke..
Naah..Menurutku ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan atau dipikirkan oleh anda sekalian sebelum cabut;
1.Alasan
Yang menurutku boleh dijadikan alasan untuk cabut kuliah adalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, atau keadaan yang harus memaksa kita ada disana, klo ga ada kita ga bisa berjalan dengan baik. Dan satu lagi alasan klasik sih, yaitu sakit(tergantung penyakitnya juga sih). Jadi klo cuma malas dan ngantuk ga boleh bolos.
2.MataKuliah
“Yang paling mengetahui kemampuan anda ialah anda sendiri”.Karena itu sebelum cabut kuliah, ukurlah kemampuan anda terhadap mata kuliah tersebut, apakah anda masih bisa mengejar dikuliah berikutnya atau mengejarnya dirumah. Klo rencana anda akan dikejar dirumah,maka buat jadwal khusus untuk itu.
3.Kondisi Perkuliahan
Sebelum mabal, anda harus benar2 tahu kondisi perkuliahan anda. apakah hari itu Kuis? apakah kehadiran anda telah melebihi 80%? apakah dosen anda sering mengadakan kuis dadakan? Hal2 seperti itu yg harus anda ketahui, atau setidaknya anda punya teman yg baik, yang selalu mengingatkan anda. Jadi anda harus selalu bersiap sedia mengubah rencana mabal anda dan segera kembali kuliah, kecuali anda mereasa mampu tidak ikut 1 kuis anda masih bisa mengejarnya di kuis lain atau di UTS.
Jika setelah mempertimbangkan hal diatas,anda tetap memilih cabut, maka ada beberapa peraturan (versiku lho y..:-)),
1.Tetap Jujur (tidak nitip absen)
Percuma saja mabalnya dengan alasan hajat hidup orang banyak,biar kesannya muliah,tapi caranya tdak baik(nitip absen,pen). Lagian bahanya klo ketahuan.
2.Perhitungan yang matang
Terkait dengan pemahaman anda dengan kondisi perkuliahan dari presentase penilaian dan presensi anda. Berikut adalah tabulasi, jatah bolos 20% per SKS.
Kuliah (SKS)–>Jatah Bolos (Hari)
1–>3
2–>3
3 (2x pertemuan)–>6
3 (1x pertemuan)–>3
4–>6
3.Pemilihan waktu yang tepat
Jika terbentur dengan kuliah 3 sks yang memakai 2x pertemuan, maka cabutlah di kuliah yang 2jam krn waktu yang anda manfaatkan untuk cabut lebih banyak tapi tetap terhitung 1x mabal. Jadi lebih untung :p . Dan lagi waktu yang 1 jam 70% dosen itb menggunakannya untuk kuis.
Terkait dengan pemilihan waktu juga, terutama terhdap dosen yang sering mengadakan ujian mendadak, maka anda harus memiliki intuisi yang tepat.
Itu semua hanyalah, pemikiranku belaka. Jika bermanfaat maka ambil, jika tidak maka tidak usah kau lara.
There’s all folks
kuliah semester 5 August 24, 2008
Posted by panji prabowo in Ceritaku.Tags: Diri
1 comment so far
Akhirny kuliah lagi, setelah 3 bulan lamanya liburan. Selama 2 tahun kuliah aku emang baru kali ini ngerasain libur sepanjang ini. Liburan semester ganjil, biasanya bentaran paling lama 2 minggu, liburan semester genap taun lalu,aku ngambi SP(semester pendek), jadi hampir ga ada liburnya. Nah..jadi sekarang agk aneh, ngerasa canggung dengerin dosen ngomong..kaku..hehehe…
Semster ini memang menarik, baru kali ini aku juga disibukkan dengan yang namanya jadwal >.< gara2 perubahan kurikulum sih!! Drop 1 kuliah, ambil kuliah lain. Lepas 1 kuliah, tarik kuliah lain. Sampe jadwal bener2 cocok dan akhirnya 8 matakuliah dengan 20 SKS,dengan komposisi 3 sks ngulang, 4 sks ambil ke atas, sisanya memang kuliah disemester ini..Akhirnya tersusunlah matakuliah yang terbaik yang harus kujalani. Dan target IP semester ini adalah 4,0..Aamiin..hahahaha
Mata kuliah yang kuambil keatas adalah fisbang (fisika bangunan,3 sks)..kuliah ini menarik karena ternyata banyak diambil juga sama anak arsi(arsitektur)..pelajaran eFTe beken juga y..
. Lumayanlah variasi wajah,ktemu anak2 ft yang gtu2 aja bosen juga.
________
Semoga smester ini, aku bener2 serius..
Semangat!!!
Dukung RUU APP –> UU APP August 24, 2008
Posted by panji prabowo in Dari media, Tulisan Lepas.Tags: Demokrasi, Pemerintahan, Pendidikan, Sosial-Politik
23 comments
RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.
RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.
Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.
(sumber : http://ruuappri.blogsome.com/)
***
Teman2 masih ingat RUU APP…
Nah…
Sidang pembahasan sah tidaknya UU-P (undang-undang pornografi) akan dilaksanakan tanggal 27 Agustus 2008.
Kondisinya :
banyak dilakukan penolakan antara lain,
Fraksi : PDIP, PDS, juga PKB.
LSM : JIL, Srikandi Demokrasi, Aliansi Mawar Putih, JPOnlain, Gusdur, dan banyak lagi.
Karena itu berikan dukungan anda agar RUU APP draf pertama menjadi UU APP.
Kirimkan pernyataan anda baik atas nama organisasi maupun perorangan ke no fax di bawah ini.
No Fax Ketua Pansus: 021-5715512,
PKS: 021-5756471 (Yoyoh Yusroh),
Golkar: 021-5735304,
Demokrat: 021-5755134,
PKB: 021-5755624
15 hari lagi… August 14, 2008
Posted by panji prabowo in Reminder, Syair.Tags: LirikLagu
1 comment so far
Harapan Ramadhan
Ku mengharapkan Ramadhan
Kali ini penuh makna
Agar dapat kulalui
Dengan sempurna
Selangkah demi selangkah
Setahun sudah pun berlalu
Masa yang pantas berlalu
Hingga tak terasa ku berada
Di bulan Ramadhan semula
Puasa satu amalan
Sebagaimana yang diperintahNya
Moga dapat ku lenturkan
Nafsu yang selalu membelenggu diri
Tiada henti-henti
Tak ingin ku biarkan Ramadhan berlalu saja
Tuhan pimpinlah daku yang lemah
Mengharungi segalanya dengan sabar
Kita memohon pada Tuhan diberikan kekuatan
Ku merayu pada Tuhan diterima amalan
Selangkah demi selangkah…
Dengan rahmatMu oh Tuhanku…
Ku tempuh jua
Primus inter minus malum August 9, 2008
Posted by panji prabowo in Dari media, Tulisan Lepas.Tags: Sosial-Politik
add a comment
oleh : Hajriyanto Y Thohari
Sumber: Koran Sindo
Pengirim: Navis Update: 09/06/2008 Oleh: Navis
Suka atau tidak suka, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menjadi sebuah fenomena. Pada saat popularitas semua partai politik merosot dan mesin politiknya macet, PKS menanjak secara fenomenal.
Setelah mampu mengimbangi koalisi (baca: keroyokan) semua partai politik yang mendukung Fauzi Bowo dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dan kemudian tampil mengesankan dalam serangkaian pilkada di beberapa daerah lain, PKS kini membuktikan diri sebagai parpol yang solid, hidup, dan kuat. PKS tampaknya bukanlah parpol biasa yang konvensional. PKS adalah parpol dengan genre baru yang unik yang telah menjadi semacam komunitas.
Apa yang disebut dengan “komunitas PKS” i tu ada dan nyata. Salah satu karakteristik dari partai dengan genre ini adalah apa kata partai, itulah kata anggotanya! Sementara dalam parpol lain, apa kata partai tidak selalu
paralel dengan apa kata anggota. Padahal paralelisme seperti itu sangatlah sentral dan signifikan dalam sebuah partai politik.
Paralelisme ini bukan hanya menunjukkan soliditas dan solidaritas internal partai, tetapi juga merefleksikan adanya saling kepercayaan (mutual trust) antara anggota dan pimpinan yang juga menunjukkan berjalannya mesin politik sebuah partai. Manakala mesin politik tidak berjalan, sejatinya partai politik tersebut telah kehilangan raison d’etre-nya.
Tan Malaka dalam bukunya Aksi Maksa(1926) menegaskan bahwa “keputusan yang setengah betul tetapi dengan gembira dikerjakan oleh seluruh barisan anggota lebih baik daripada keputusan yang bagus sekali tetapi dikhianati oleh setengah anggota”.
Frase dengan gembira dikerjakan oleh seluruh barisan anggota ini penting karena perasaan gembira inilah yang menjadi roh partai. Seluruh barisan anggota bersedia bekerja menjalankan keputusan partai dengan gembira-meski keputusannya hanya setengah betul-,ini menunjukkan mesin politik dalam partai tersebut berjalan.Inilah yang disebut dengan partai politik yang sebenarnya alias partai politik par excellence!
Sangat sedikit
Di Indonesia sangatlah sedikit parpol yang organisasinya hidup, solid, dan kuat seperti itu. Di antara yang sedikit itu,demikian menurut banyak studi, adalah-jangan terkejut-Partai Komunis Indonesia (PKI). Antonie CA Dake dalam In The Spirit of The Red Banteng: Indonesian Communists Between Moscow and Peking (2002) menggambarkan betapa hidup dan dinamisnya PKI di bawah kepemimpinan Aidit.
Di samping berhasil menghela partai keluar dari isolasi politik,Aidit menerapkan disiplin partai serta membuka diri dengan menggandeng aliansi dengan kalangan borjuis nasional. Begitu pula, “The party was to increase its membership in six months from around 7,000 to 100,000. At the same time, a multitude of mass organizations were to be created or revamped, encompassing not only workers and peasents but also youth, women, poor people,ex-serviceme n, and others.
SementaraTempo( 7 Oktober 2007) melukiskan dengan sangat baik sebagai berikut.” Kantor PKI. adalah markas yang hidup dan bergerak. Organisasi tak hanya mengurus program partai tapi juga tetek bengek lainnya seperti anggota yang meninggal dan melahirkan.
PKI tak hanya menjadi organisasi politik tapi juga menjadi komunitas. Ketika kantor pusat PKI dibangun di Jalan Kramat Raya, Jakarta, sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan anggota yang pengelolaannya dilaporkan secara transparan. Koran Harian Rakjatdigenjot oplahnya hingga mencapai 60 ribu eksemplar–jumlah yang fantastis untuk zaman itu!”
Kini PKS
Tetapi benarkah hanya PKI yang berhasil membangun partai politik yang solid,hidup, dan dinamis seperti itu? Dake dan Tempo harus melakukan koreksi atas teorinya itu atau setidaknya menoleh ke PKS.
Pasalnya, kini telah muncul partai seperti itu, yaitu PKS! Meski secara ideologi dan cita-cita berbeda secara diametral, PKS seperti halnya PKI memiliki mesin organisasi yang hidup, kuat, dan dinamis. Rapat-rapat massa dan rally PKS yang selalu rapi dan disiplin menambah bukti hidupnya partai ini. PKS mengurus anggotanya dan karena itu anggotanya juga menjalankan keputusan partainya, termasuk membayar iuran karena merasakan manfaat dari kehadiran partainya.
Partai bukan hanya menguntungkan dan menjadi alat bagi elitenya, melainkan juga bagi anggotanya dan cita-citanya. Di PKS, presiden partai harus berkonsentrasi penuh untuk mengurus partai dengan segala tetek bengeknya. Ada konvensi yang unik dan menarik di sana: jika presiden partai terpilih menduduki jabatan publik, dia harus melepaskan jabatannya di partai.
Walhasil,dengan tradisi ini,orang yang bersangkutan bukan hanya tidak dihadapkan pada situasi dilematis karena konflik kepentingan akibat
perangkapan jabatan, melainkan juga waktu, energi, dan pikirannya tercurah untuk partai atau jabatan politik yang dipegangnya. Sementara partai-partai politik lain justru punya kelaziman yang sebaliknya: memilih orang yang sedang menduduki jabatan publik (berkuasa) untuk menjadi ketua.
Di sisi lain, untuk mengamankan jabatan publik yang sudah diraihnya (menteri, gubernur, bupati, dan lain-lain), orang tersebut justru semakin
memperkuat cengkeramannya dalam partainya.Rupanya ada psikologi ketakutan dalam diri orang-orang ini bahwa jika posisinya di partai lepas akan membahayakan jabatan politiknya itu.
Walhasil, alih-alih membangun partai menjadi kuat, mereka justru memperalat partai! Dalam suasana kepartaian yang seperti itulah PKS dengan spirit yang merona menyeruak ke depan dalam pentas politik nasional. Primus inter minus malum! (*)
Hajriyanto Y Thohari Pengamat Kenegaraan dan Keagamaan

