jump to navigation

Amalan di Bulan Rajab July 5, 2008

Posted by panji prabowo in Dari media.
Tags:
trackback

sumber : http://www.eramuslim.com

Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab.

Dalam bulan-bulan tersebut, Allah SWT melarang peperangan dan ini merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Allah Swt berfirman:

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi’i, Imam An-Nawawi berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, “Tidak ada keterangan yang tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan.

Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Ramadhan). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah SAW menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk salah satunya.”

Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rasulullah SAW.

Sayangnya, entah bagaimana prosesnya, justru sebahagian kaum muslimin berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai keutamaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut.

Di antara contoh-contoh amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:

  1. Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rojab.
  2. Mengadakan shalat khusus pada malam Jum’at minggu pertama bulan.
  3. Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
  4. Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra’ dan Mi’raj).
  5. Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
  6. Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
  7. Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
  8. Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
  9. Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
  10. Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
  11. Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
  12. Umrah khusus di bulan Rajab.
  13. Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.

Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang shahih.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. dijelaskan bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:

“Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Romadhan” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR Ahmad dan Bazzar).

Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:

Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW ) dan Ramadhan adalah bulan ummatku

Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan bahwa para muhadditsin telah mengatakan kemungkaran dan kepalsuan hadits ini dalam fatwa kontemporer beliau.

Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidha Shirathil Mustaqim, 2/624)

Ibnu Hajar Al-Asqalani secara khusus telah menulis masalah kedha’ifan dan kemaudhu’an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab.“ Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shahih yang dapat dijadikan hujjah.”

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada satu keterangan pun yang dapat dijadikan hujjah yang menunjukkan tentang keutamaan bulan Rajab. Baik itu berkaitan tentang keutamaan shaum di bulan tersebut, shalat pada malam-malam tertentu atau ibadah-ibadah yang lainnya yang khusus di lakukan pada bulan Rajab.

Wallahu a’lam bishshawab

Ahmad Sarwat, Lc.

Comments»

1. agungfirmansyah - July 7, 2008

Terimakasih infonya Mas.
Insya Allah sangat berguna.
Saya sedang mencari dasar2 dalil naqli dari amalan2 itu.

Kalau ente nemu, tlg share ke saya ya..

Wassalamualaikum wr wb

2. mudhofar - July 14, 2008

memang umat islam di indonesia ini perlu mendapatkan pencerahan tentang sebenarnya ajaran islam yang BENAR, biar dak menjadi umat yang salah jalan terus, taqlid dan bid’ah yang dholalah

3. andyee - July 14, 2008

thank’s infonya…
sangat bermanfaat…

4. iest - July 18, 2008

infonya sangat bermanfaat………
Thanks

5. bonar - July 21, 2008

Assalamualaikum..
Matur nuwun informasinya. Semoga bermanfaat.

6. Sutrisno - June 10, 2009

- Insyaalah informasi yang bengini baik untuk pengetahuan kita mohon dalam penyampaiannya ada dasar dari al-quran-nya,,,….kita orang awan takut kesasar gitulhoooo

7. eka nur intaniah - June 10, 2009

makasih infonya sangat bermanfaat,semoga yg menulis kebaikan akan mendapat kebaikan,amiin

8. Ros - June 13, 2009

Terima kasih atas informasi yg sgt berguna tp sy mau nanya apakah nikah pada tgl 27 rajab pas hr isra’ mi’raj boleh di laksanakan dan apa faedahnya dilakukan pd hr itu? Terima kasih

panji prabowo - June 13, 2009

kapasitas saya, belum bisa menjawab pertanyaan tersebut.
terkait faedahnya saya kurang tau, tapi setau saya tidak ada larangan untuk menikah ditanggal itu.

9. Abu Nadzif - June 19, 2009

Sebaiknya sebelum anda menulis, anda harus lebih banyak baca, kumpulkan referensi, sehingga tidak mengakibatkan kebingungan pada orang lain. jangan asal ngecap.

sebab, kalo saya kaji dari kitab2 salaf (kuning) bayak sekali keterangan yang menerangkan keutamaan.
tentu saya tidak akan mengemukakan satu persatu di sini.
Sebaiknya anda mesantren deh…. gali kitab2 klasik karya ulama2 besar, ulama2 yang tawadlu’,yang pengetahuan agamnya tidak diragukan lagi.

OK bos,

Selamat Belajar lagi,

panji prabowo - June 20, 2009

Bukan bermaksud ngecap (istilah anda), hanya menshare artikel (Non-text portions of this message have been removed) dari eramuslim(dot)com, dengan harapan dapat bagian pahala, jika menyampaikan ulang.hehe..

Tapi klo menurut anda masih ada yang salah atau kurang, silahkan ditambahkan agar yang membaca pun jadi lebih mengerti dan paham.

tafadhal pak abu nadzif..

10. Sugeng Rawuh Bulan Rajab « Kanglurik latihan nge-Blog - June 19, 2009

[...] dalam satu artikel yang baca disini sebagaimana beliau kutip di eramuslim.com, Hadist diatas merupakan hadist yang lemah bahkan [...]

11. abdul fatah - June 25, 2009

SELAGI NTE MEMBERIKAN KETERANGAN YANG BAIK ANE DUKUNG. DAN BAGI YANG MEMBACA BAGI- bagi ilmunya ok……….!

12. Ela - July 8, 2009

Setiap muslim, monggo menyebarkn kabar dr bgian agama ni, apa lg smcm artikel d atas sangat bermanfaat krn mngungkap realita umat islam yg beribadah namun tdk berdasar. Jd ga harus mesantren dulu. Krn lo2sn pesantren blm tent dpt mnyampaikn yg murni dr agama ini

13. Ul - July 26, 2009

AsKum…
trims ya mas…
mw di taruh di buletin…skalian buat di amalin bwt bulan Rajab sebentar lagi…
skali lagi trims ..