Amalan di Bulan Rajab

sumber : http://www.eramuslim.com

Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab.

Dalam bulan-bulan tersebut, Allah SWT melarang peperangan dan ini merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Allah Swt berfirman:

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi’i, Imam An-Nawawi berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, “Tidak ada keterangan yang tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan.

Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Ramadhan). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah SAW menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk salah satunya.”

Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rasulullah SAW.

Sayangnya, entah bagaimana prosesnya, justru sebahagian kaum muslimin berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai keutamaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut.

Di antara contoh-contoh amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:

  1. Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rojab.
  2. Mengadakan shalat khusus pada malam Jum’at minggu pertama bulan.
  3. Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
  4. Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra’ dan Mi’raj).
  5. Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
  6. Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
  7. Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
  8. Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
  9. Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
  10. Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
  11. Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
  12. Umrah khusus di bulan Rajab.
  13. Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.

Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang shahih.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra. dijelaskan bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:

“Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Romadhan” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR Ahmad dan Bazzar).

Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:

Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW ) dan Ramadhan adalah bulan ummatku

Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan bahwa para muhadditsin telah mengatakan kemungkaran dan kepalsuan hadits ini dalam fatwa kontemporer beliau.

Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidha Shirathil Mustaqim, 2/624)

Ibnu Hajar Al-Asqalani secara khusus telah menulis masalah kedha’ifan dan kemaudhu’an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab.“ Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shahih yang dapat dijadikan hujjah.”

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada satu keterangan pun yang dapat dijadikan hujjah yang menunjukkan tentang keutamaan bulan Rajab. Baik itu berkaitan tentang keutamaan shaum di bulan tersebut, shalat pada malam-malam tertentu atau ibadah-ibadah yang lainnya yang khusus di lakukan pada bulan Rajab.

Wallahu a’lam bishshawab

Ahmad Sarwat, Lc.

About these ads

41 thoughts on “Amalan di Bulan Rajab

  1. memang umat islam di indonesia ini perlu mendapatkan pencerahan tentang sebenarnya ajaran islam yang BENAR, biar dak menjadi umat yang salah jalan terus, taqlid dan bid’ah yang dholalah

    • tau tentang bid’ah? kalo gk mau ngerjain bid’ah jangan tanggung2, jamannya nabi gk ada listri, mobil….dll,tapi napa masih pake hal ysb?

  2. - Insyaalah informasi yang bengini baik untuk pengetahuan kita mohon dalam penyampaiannya ada dasar dari al-quran-nya,,,….kita orang awan takut kesasar gitulhoooo

  3. Terima kasih atas informasi yg sgt berguna tp sy mau nanya apakah nikah pada tgl 27 rajab pas hr isra’ mi’raj boleh di laksanakan dan apa faedahnya dilakukan pd hr itu? Terima kasih

    • kapasitas saya, belum bisa menjawab pertanyaan tersebut.
      terkait faedahnya saya kurang tau, tapi setau saya tidak ada larangan untuk menikah ditanggal itu.

  4. Sebaiknya sebelum anda menulis, anda harus lebih banyak baca, kumpulkan referensi, sehingga tidak mengakibatkan kebingungan pada orang lain. jangan asal ngecap.

    sebab, kalo saya kaji dari kitab2 salaf (kuning) bayak sekali keterangan yang menerangkan keutamaan.
    tentu saya tidak akan mengemukakan satu persatu di sini.
    Sebaiknya anda mesantren deh…. gali kitab2 klasik karya ulama2 besar, ulama2 yang tawadlu’,yang pengetahuan agamnya tidak diragukan lagi.

    OK bos,

    Selamat Belajar lagi,

    • Bukan bermaksud ngecap (istilah anda), hanya menshare artikel (Non-text portions of this message have been removed) dari eramuslim(dot)com, dengan harapan dapat bagian pahala, jika menyampaikan ulang.hehe..

      Tapi klo menurut anda masih ada yang salah atau kurang, silahkan ditambahkan agar yang membaca pun jadi lebih mengerti dan paham.

      tafadhal pak abu nadzif..

    • kalo boleh tau, dalilnya apa?
      kalo hadits, apakah haditsnya shohih?
      soalnya banyak ulama yang menyatakan bahwa hadits tentang keutamaan bulan rajab itu maudhu atau dhoif.
      tapi yang jelas bulan Rajab itu bulan haram (soalnya dalilnya al Quran)

      saya lagi nyari tau juga nih. tolong dishare (minimal kasih link-nya)
      terimakasih ya =D

  5. Ping-balik: Sugeng Rawuh Bulan Rajab « Kanglurik latihan nge-Blog

  6. Setiap muslim, monggo menyebarkn kabar dr bgian agama ni, apa lg smcm artikel d atas sangat bermanfaat krn mngungkap realita umat islam yg beribadah namun tdk berdasar. Jd ga harus mesantren dulu. Krn lo2sn pesantren blm tent dpt mnyampaikn yg murni dr agama ini

  7. pada hakekatnya bulan itu sama namun itu merupakan sumber untuk menguatkan keyakinan bahwa sanya kita yakin akan islam…..perbedaan suatu rahmat tetapi jangan ditonjolkan sesutu yang signifikan, krn akan menghancurkan ke Islaman sendiri. bermainlah dengan hati, bila itu baik dan terdapat sumber yang menguatkan maka lakukan tetapi keyakinan hanya kepada Allah. yang menerima atau tidak adalah milik Allah semata.
    Islam semakin pecah. bila selalu saja perbedaan ….

    lihat orang kafir laknattullah, mereka menyukai hari2 yang mereka percayai, yang pada dasarnya hal tersebut dilandasi dari kitab2 yg telah didaur ulang kemudian dihancurkan. dan mereka selalu saja damai dlm keagaman, dan mereka senang dengan islam hancur mari kita sama2 merubah perbedaan tersebut sebagai rahmat bukan ego yang dikedepankan krn akan menjadi konflik yang besar………

  8. lalu bagaimana dengan hadits”Rasulallah SAW bersabda,dari Abi Umamah : “Lima malam yang tidak ditolak oleh ALLAH SWT bagi siapaun yang memohon padanya
    1.Malam pertama dibulan Rajab (malam ini).
    2.Malam pertengahan dibulan Sya’ban.
    3.Malam Idul Fitri.
    4.Malam Idul Adha.
    …5.Setiap Malam Jum’at.”
    Maka marilah kita perbanyak bermunajat dimalam malam itu,agar dikabulkan segala do’a dan harapan kita…amiiiin.

    • ass.wr.wb, wahai saudara2 ku jangan terpengaruh oleh tulisan tulisan yang menghalangi kita untuk ber ibadat… yang penting kita berniat untuk lebih taqorub dg Allah

  9. Saya tidak dalam posisi pro atau kontra trhdp tulisan Mas Panji. Namun barangkali bicara masalah “apakah ada tuntunan hadist”-nya atau “tidak”.. kita perlu hati2x… karena tanpa kita sadari kita sudah banyak melakukan amalan tanpa tuntunan hadist contoh : “jadwal waktu sholat” yang biasa kita pakai utk sholat 5 waktu atau mungkin “bayar zakat menggunakan beras / uang” yang setiap tahun kita lakukan atau mungkin “akta nikah / akta lahir / ktp” dsbnya…

    Jadi pada dasarnya saya hanya tertarik dalam hal ini bahwa kita (Mas Panji, saya, dan lainnya) sudah mulai sedikit demi sedikit tertarik akan dunia Islam dan hukum2xnya….

    Barakallaahu…

    • untuk ilmu agama tidak cukup dengan membaca saja tapi perlu bertanya langsung kepada ahlinya/ para ulama, sebab kita tdk bisa memaknai Quran dari terjemahan tapi harus dari beberapa sudut ilmu sbb bhs alquran bhs sastra, dan kita mesti mengkaji pendapat para ulama terdahulu, sbb ulama warosatul anbiya

  10. Puasa it wajib karna ada dalil yg mewajibkan(romadhon).haram krna ada dalil yg mengharamkan(dua hari raya). Untk puasa rojab sma2 tdk ad dalil wajib/haram jdi jganlah mewajibkan/mengharamkan puasa rojab.hati2lah jgn berlebihan.

  11. trim’s ats infonya..tpi tlong klo membrikan kmentar bner2 pke dsar yg kuat..jangan asal Ceplas-Ceplos..yg perlu anda ketahui adlah bahwa manusia itu serba terbatas dalm bdang apapun n hanyalah Allah yg maha smpurna.

    • Saya lama menyukai era muslim,akan tetapi lama lama era muslim itu ngawur ngusung berita,sbgai contoh dalam hari idul adha 2010 disitu kutbahnya menghujad yang tidak idul adha duluan dan ulama yang hanya ikutan pemerintah,inginya sesuai arab saudi.Jelas jelas pemerintah belum mengijinkan karena hilal masih mines.dan setelah saya amati memang tanggal 15 bulan masih belum sempurna,dan tanggal 17 nya lebih terang dari tanggal 15.Juga berita2 yang kontroversi seringkali.Baru2 ini berita tentang Jepang yang sangat tidak sesuai dg. kenyataan.Hati2 dg. era muslim.pintar IT tetapi ngajinya kurang,mari belajar sama ulama.

  12. Asslmkm.buat saudara2 sekalian.dlm urusan ibadah kita mengedepankan keikhlasan hati ,akal,ilmu,serta semua tuntunan syar’I.jadi pada kasus spt ini,kita kembali kenafsi2 aja.yg puasa silahkan,dapat pahala.yg enggan puasa gak usah byk alasan.agama ini agama penuh rahmat.bahkan khilafnya para ulama menjadi rahmat buat kita

  13. Gkda slhnya jg kok.. Hadist dhaif boleh dipake untk menambah ketaatan kn gtu ijma’ ulama.. Jd sah2 aj yg mw puasa atw gmn.. Toh klo tjuannya lillahita’ala itu tjuan ibdah kn :D

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s