jump to navigation

Kandungan HONOCOROKO February 2, 2010

Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.
add a comment

KANDUNGAN cerita dalam kaitan nama Aksara Jawa yang sering disebut sebagai “HONOCOROKO”, memiliki makna yang bernilai tinggi, mengingatkan kita semua untuk selalu membangun dan memelihara komunikasi agar terhindar dari salah persepsi dalam memberi, menjaga dan membawa pesan sehingga dapat dicegah dan dihindari adanya pertengkaran dan permusuhan yang dapat merugikan berbagai pihak.
Nama Honocoroko sendiri diambil dari baris pertama dalam deretan Aksara Jawa, yang lengkapnya adalah sebagai berikut :

HO NO CO RO KO
DO TO SO WO LO
PO DHO JO YO NYO
MO GO BO TO NGO

Dua puluh Aksara Jawa yang tersusun dalam empat baris itu dalam sejarahnya memiliki muatan cerita :

Ono Caroko = ada utusan (abdi setia)
Doto Sawolo = saling berseteru
Podho Joyonyo = sama-sama sakti
Mogo Bothongo=Keduanya jadi bangkai

Dalam cerita, adalah seorang Satria namanya Ajisaka yang tinggal di sebuah pulau terpencil bersama dua orang abdi setianya, yaitu Dora dan Sembodo. Pada suatu hari Ajisaka bertekad untuk memperbaiki hidupnya dengan hijrah pergi ke ibukota kerajaan. Dora diajak ikut, sedangkan Sembodo tetap ditinggal di pulau dengan dititipi sebuah keris. Ajisaka berpesan agar keris tersebut dijaga dan disimpan, jangan sampai diberikan kepada orang lain. Sebagai abdi yang setia, maka pesan itupun diterima dan disanggupinya dengan tekad akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kemudian setelah sekian lama, berbagai liku-liku perjalanan hidup dilaluinya, Ajisaka sukses menjadi Raja. Ketika itu, Ajisaka memerasa perlu untuk mengambil kerisnya, maka diutuslah Dora untuk menemui Sembodo guna meminta kembali keris yang dititipkan.Apa yang terjadi kemudian, sungguh diluar dugaan, kedua abdi yang setia, thaat dan sangat hormat itu merasa berada pada posisi yang berseberangan. Masing-masing abdi tidak ingin melanggar dan mengabaikan pesan Ajisaka. Sulitnya, kondisi pada saat itu tidak memungkinkan untuk berkomunikasi kembali sehingga masing-masing tetap berpegang teguh pada pesan awal yang diterimanya.Ketika Dora datang menyampaikan pesan Ajisaka yang mengutusnya untuk mengambil keris, maka Sembodo tidak mau menyerahkan keris tersebut. Sikap ini adalah sesuai dengan pesan yang diterima sebelumnya. Kedua Abdi setia itupun saling bersikukuh melaksanakan pesan Ajisaka, yang satu tidak mau memberikan keris yang dititipkan Ajisaka kepadanya, sementara itu yang satu lagi bertekat tidak akan kembali kepada Ajisaka yang kini menjadi Raja sebelum keris dibawa serta.

Pertengkaranpun terjadi tak terhindarkan lagi. Kedua abdi saling memperebutkan keris dengan mengeluarkan tenaga, kemampuan dan kesaktian yang dimilikinya untuk merebut dan membela diri. Kekuatan keduanya berimbang, tidak ada yang mau mengalah dan akhirnya keduanyapun jadi korban, tewas menjadi bangkai tertusuk keris.Adapun pelajaran berharga dari cerita yang penuh makna itu adalah betapa penting dan perlunya membangun serta memelihara komunikasi antar berbagai pihak sejak dini secara rutin maupun berkala, terus-menerus dan tidak terhenti.Lebih-lebih pada era modern seperti sekarang ini, ketika alat komonikasi sudah semakin canggih dan hampir tak terhalangi, sungguh amat sayang jika masih ada pihak yang belum paham, tidak mengerti dan tidak mau belajar teknologi informasi.

Antara Kebuthan dan Keinginan January 25, 2010

Posted by panji prabowo in Tulisan Lepas.
add a comment

“Mama mau pergi, kamu mau nitip sesuatu ga?”

“iya, beliin …”

*

“Nanti kalo aku lulus, beliin hape baru ya pah”

“Ok.asal nilai kamu bagus”

**

“Libur besok, enaknya kita kemana ya?”

“ke bandung aja pa,aku mau beli….”

***

Beberapa penggalan dialog diatas merupakan dialog yang umum terjadi pada sebuah keluarga, terutama yang bertempat tinggal di urban area. Dialog ini terkesan menjadi dialog yang wajar dan lumrah saja, yang menunjukkan pola hubungan dalam keluarga, namun ternyata dialog ini mengandung sebuah nilai perilaku lain -yang mungkin menjadi lumrah karena sudah biasa terjadi- yakni nilai perilaku konsumtif.

Perilaku konsumtif ini ternyata sudah menjadi hal yang memasyarakat di negara Indonesia ini. Dapat dibuktikan dengan melihat data pengguna kartu kredit yang meningkat dengan signifikan dari tahun 2004, yang hanya ada 8,1 juta kartu,hingga  tahun 2009 mencapai 20,7 juta kartu. Pengguna kartu kredit tergolong pelaku pasar yang konsumtif karena ketika berbelanja-istilahnya-“tidak terasa mengeluarkan uang”.

Menurut data dari sumber lain, ternyata kredit yang paling banyak digunakan oleh para pengguna kredit konsumsi adalah pembelian melalui kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kepemilikan mobil (KPM). Hal ini membuktikan bahwa masyarakat indonesia membeli atau memiliki aset sekedar untuk prestise atau kebanggaan atau pandangan sukses dari orang lain terhadap dirinya. Karena umumnya indikator kesuksesan bagi masyarakat kita adalah kepemilikan rumah dan mobil. Jadi biar dikatakan sukses, berhutanglah. Sudah berhutang, bangga pula.

Sedangkan Rasulullah saw pernah bersabda, “Ekonomis (Sederhana dan tidak berlebih-lebihan) dalam memberi nafkah (untuk keluarga) merupakan separuh kehidupan, saling mencintai sesama manusia merupakan separuh akal, dan bertanya dengan baik merupakan separuh pengetahuan.” (HR Thabrani)

Dan Allah pun berfirman dalam AlQur’an :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S. Al-A’raf : 31)

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Isra’ : 26-27)

Untuk menghindari perilaku konsumtif, maka pertimbangkanlah mana hal yang menjadi kebutuhan kita alih-alih apa yang kita inginkan.

*terinspirasi dari adikku tercinta

Gerhana Matahari (15012010) January 15, 2010

Posted by panji prabowo in Dari media, Tulisan Lepas.
add a comment
Gerhana matahari, Insya Allah akan terjadi Jumat (15/1) hari ini di beberapa wilayah nusantara, antara lain: Jakarta pada pukul 14.33-16.00 WIB, Bandung pada pukul 14.39-15.55, Kalimantan (Pontianak) pada pukul 14.33-1623 WIB, Aceh (Lhokseumawe) pukul 13.45-16.45 WIB. Umat Islam jangan lupa shalat Kusuf atau shalat Gerhana.
Fenomena gerhana ini ditegaskan Kepala Pusat Sain Atmosfir dan Iklim LAPAN, Thomas Djamaluddin, Kamis (14/1). Menurutnya, gerhana matahari yang terjadi di wilayah Indonesia, termasuk Jakarta ini merupakan gerhana matahari sebagian saja. Untuk Jakarta sendiri gerhana matahari ini akan terjadi sekitar pukul 14.33-16.00 WIB, dengan kapasitas gerhana mencapai 11,1%. “Gerhana matahari ini akan terlihat jika kondisi di Jakarta cerah besok,” ujarnya.

Sementara wilayah Indonesia lainnya yang terkena gerhana matahari sebagian ini meliputi Bandung 8,3% pada pukul 14.39-15.55, Kalimantan (Pontianak) 20,6% pada pukul 14.33-1623 WIB, Sumatera 8-54 %, Jawa Barat dan tengah 0-11%. Persentase terbesar di wilayah Indonesia itu berada di wilayah Aceh (Lhokseumawe) sekitar 53,7% dan terjadi pukul 13.45-16.45 WIB.

Sementara untuk gerhana matahari total atau cincin akan terjadi di Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam, di mana piringan matahari akan tertutup piringan bulan. Untuk gerhana matahari sebagian, piringan matahari hanya sedikit yang tertutup piringan bulan.

(http://www.voa- islam.com/ trivia/ibadah/ 2010/01/14/ 2611/besok-jum% E2%80%99atjangan-lupa-shalat- kusuf-(shalat-gerhana/) -dgn sedikit revisi-

Maka dari itu, kita disunnahkan untuk melaksanakan sholat sunnah kusuf/gerhana secara berjama’ah di masjid. Bahkan para wanita juga dianjurkan untuk sholat sunnah kusuf berjama’ah di masjid.
Mari rekan-rekan semua kita laksanakan sholat sunnah gerhana ini, yang mana sekarang sudah banyak ditinggalkan oleh sebagian besar kaum muslimin. Sekaligus untuk menghidupkan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang telah redup.

Pelaksanaan sholat gerhana agak berbeda dengan sholat-sholat biasa. Dilakukan dengan 4 kali rukuk, namun tetap terhitung 2 raka’at. Dan dibaca dengan suara yang jahr/keras.
Tata cara sholatnya secara ringkas sebagai berikut :
1. Takbirotul ihrom
2. Iftitah
3. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pilihan
4. Rukuk
5. I’tidal
6. Kembali bersedekap
7. Membaca Surat Al-Fatihah dan & surat pilihan
8. Rukuk
9. I’tidal
10. Sujud
11. Duduk di antara dua sujud
12. Sujud kembali
13. Bangkit/berdiri
14. Dan seterusnya..

Urutan no.1 sampai no.13 di atas adalah rangkaian raka’at pertama. Dan tata cara raka’at kedua sama seperti raka’at pertama.

Lebih jelasnya, silahkan buka situs http://belajarislam .com/materi-belajar/ fiqh/525- sifat-shalat-gerhana.

Allahua’lamu bish-showab. .

Pemimpin Pulang December 29, 2009

Posted by panji prabowo in Syair.
Tags:
add a comment

Empat cara pulang bagi Pemimpin
dari Perjuangan.
Dia pulang dengan kepala tegak,
membawa hasil perjuangan.

Dia pulang dengan kepala tegak,
tapi tangan di belenggu musuh untuk calon penghuni
terungku,
atau lebih dari itu,
riwayatnya akan menjadi pupuk penyubur tanah
Perjuangan
bagi para Mujahidin seterusnya.

Dia pulang.
Tapi yang pulang hanya namanya. Jasadnya sudah tinggal
di Medan Jihad.
Sebenarnya, di samping namanya, juga turut pulang ruh-
nya yang hidup
dan menghidupkan ruh umat sampai tahun berganti
musim,
serta mengilhami para pemimpin yang akan tinggal di
elakangnya.

Dia pulang dengan tangan ke atas, kepalanya terkulai,
hatinya menyerah kecut kepada musuh yang memusuhi
Allah dan Rasul.
Pemimpin Pemandu Umat

Yang pulang itu jasadnya, yang satu kali juga akan
hancur.
Nyawanya mematikan ruh umat buat zaman yang
panjang
Entah pabila umat itu akan bangkit kembali,
mungkin akan diatur oleh Ilahi dengan umat yang lain,
yang lebih baik, nanti

Ia “Pemimpin” dengan tanda kutip
.
Adakalanya ada nakhoda berpirau melawan arus.
Tapi berpantang ia bertukar haluan, berbalik arah.
Ia belum pulang.

MOHAMAD NATSIR
MEDAN DJIHAD, 24 AGUSTUS 1961 M/
MAULID 1381 H.

Indonesiaku December 27, 2009

Posted by panji prabowo in Syair.
Tags:
add a comment

Indonesiaku

Hamparan alam luas
membentang di jagad khatulistiwa
Harum tanahmu hijau warnamu
takkan pernah terlupakan

Tempat dimana aku dilahirkan
Dan tempat dimana nanti
Aku kembali duduk disini
Menutup hari dan mati

Kuberjanji rasa ini
Akan selalu di hati
Sampai suatu saat nanti
Ku akan tetap disini

Kucinta hijaunya alammu
Kucinta birunya lautmu
Kucinta semua yang ada
Padamu Indonesiaku